DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiry Based Learning Terintegrasi Nature of Science dan Pengaruhnya terhadap Keterampilan Proses Sains, Berpikir Kritis dan Kreatif, serta Penguasaan Konsep Siswa.

Masruroh Arika

Abstrak


RINGKASAN

Masruroh, Arika. 2019. Pengembangan Pembelajaran Sains Berbasis Inkuiry Based Learning Terintegrasi Nature of Science  dan Pengaruhnya terhadap Keterampilan Proses Sains, Berpikir Kritis dan Kreatif, serta Penguasaan Konsep Siswa. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Dr. Ibrohim, M.Si,

(II) Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc. Ph. D.

 

Kata Kunci: inkuiri, NoS, keterampilan proses sains, berpikir kritis, berpikir kreatif, penguasaan konsep

Salah satu pembelajaran yang ada pada Kurikulum 2013 yaitu pembelajaran sains terintegrasi. Tujuan utama pembelajaran sains adalah mempromosikan pemikiran ilmiah pada siswa termasuk menghasilkan pertanyaan penelitian, merancang sebuah penelitian, melakukan pengamatan, menjelaskan, mengembangkan teori, dan mempelajari penelitian orang lain, memahami sains secara benar dan bermakna, serta mampu memanfaatkan dalam kehidupan, perlu ditekankan pemahaman hakikat sains (Nature of Science) dalam pembelajaran. Pemahaman tentang hakikat sains tersebut diapresiasi sebagai salah satu karakteristik yang diharapkan bagi seorang siswa, di mana orang tersebut secara umum mampu berliterasi sains, mengembangkan pemahaman konsep, prinsip, teori, dan proses sains.

Permasalahan yang terjadi di sekolah pembelajaran sains masih lebih banyak melalui penjelasan verbal atau kegiatan belajar kelompok, diskusi atau praktikum yang bersifat pembuktian, sehingga kurang mengarah pada kognitif level tinggi dan higher order thinking skills. Hal tersebut cenderung menurunkan motivasi belajar siswa karena siswa hanya dituntut menghafalkan fakta bukan menemukan sesuatu sendiri. Berdasarkan uraian tersebut maka dilakukan penelitian dengan tujuan menghasilkan rancangan dan perangkat pembelajaran sains berbasis inkuiri terintegrasi Nature of Scienc dan menguji pengaruh pembelajaran terhadap keterampilan proses sains, berpikir kritis dan kreatif, serta penguasaan konsep siswa.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang dimulai dari analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi yang dilakukan pada setiap tahap. Perangkat yang dihasilkan harus diuji kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan terlebih dahulu oleh 3 orang validator menggunakan lembar penilaian. Tahap implementasi menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimen Design non randomized pretest-posttest control group design. Implementasi dilakukan di SMP Laboratorium UM pada kelas 7D sebagai kelas eksperimen 32 siswa dan dibandingkan dengan kelas 7C sebagai kelas kontrol  32 siswa yang menggunakan pembelajaran berbasis modul dan praktikum verifikatif. Pengumpulan data implementasi menggunakan soal tes untuk mengukur keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan penguasaan konsep, serta lembar observasi untuk mengukur keterlaksanaan pembelajaran dan keterampilan proses sains. Data hasil tes dianalisis menggunakan Analisis Kovarian (ANAKOVA).

Persentase rerata nilai hasil validasi yang diperoleh sebesar 89,33% dengan kriteria valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Hasil uji kepraktisan  yang dilakukan melalui observasi perangkat pembelajaran mendapatkan hasil persentase rata-rata skor sebesar 92,5% dengan kriteria baik. Hasil uji kepraktisan yang dilakukan melalui angket  respon siswa baik LKS maupun hand out mendapatkan hasil persentase rata-rata skor sebesar 86,8%  dan 85,4% dengan kriteria baik. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran memiliki kualitas yang baik. Hasil uji coba keefektifan diperoleh dari data hasil keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, kreatif dan penguasaan konsep siswa, nilai yang diperoleh berturut-turut adalah 84,48; 78,49; 74,59; dan 82,43. Pembelajaran dikatakan efektif apabila 85% dari 100% siswa mampu mencapai minimal 75 dari skor maksimal 100.

Hasil observasi pembelajaran menunjukkan persentase keterlaksanaan tahapan pembelajaran oleh guru dan siswa pada kelas eksperimen dengan nilai rerata 93,7% maka secara umum pembelajaran pada kelas ekperimen telah terlaksana dengan konsisten dan sesuai dengan tahapan masing-masing model pembelajaran. Hasil ANAKOVA menunjukkan pembelajaran inkuiri terintegrasi NoS berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, kreatif dan penguasaan konsep siswa kelas 7D SMP Laboratorium UM dengan nilai p (0,000) < α (0,05).

Perangkat pembelajaran dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan yang lain. Pelatihan pemahaman Nature of Science (NoS) membutuhkan kesabaran dan keuletan dalam menghadapi semua siswa yang berbeda agar tujuan tersebut sampai pada setiap individu siswa. Jika ingin mendapatkan hasil nilai yang maksimal maka diperlukan waktu yang cukup lama untuk melatihkan dan mengembangkan keterampilan yang diinginkan, misalnya keterampilan proses sains, keterampilan berpikir kritis, dan kreatif.