DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Model Inkuiri Terbimbing Dipadu Edutainment terhadap Minat Belajar, Keterampilan Kerjasama, Penguasaan Konsep dan Kreativitas Sains Siswa SMP 18 Malang

Febriyani Shoimatun, Hadi Suwono

Abstrak


RINGKASAN

Febriyani, Shoimatun. 2019. Model Inkuiri Terbimbing Dipadu Edutainment terhadap Minat Belajar, Keterampilan Kerjasama, Penguasaan Konsep dan Kreativitas Sains Siswa SMP 18 Malang. Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing

(I) Dr. Hadi Suwono, M.Si.,

(II) Dr. Ibrohim, M.Si.

 

Kata kunci: Inkuiri terbimbing, edutainment, minat belajar, keterampilan kerjasama, penguasaan konsep dan kreativitas sains.

Kegiatan pembelajaran sangat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Belajar merupakan kegiatan yang memerlukan kenyamanan untuk menumbuhkan minat. Minat yang tinggi akan memudahkan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang telah dirancang oleh guru. Pembelajaran yang diracang seharusnya mampu meningkatkan softskills dan hardskills siswa. Softskills dan hardskills yang diperlukan pada Abad 21 yaitu kerjasama, penguasaan konsep dan kreativitas sains sehingga dapat menciptakan siswa yang tidak hanya belajar namun dapat melakukan inovasi. Proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran yang tepat mampu mengembangkan minat, kerjasama, penguasaan konsep dan kreativitas sains siswa. Model pembelajaran yang dipercaya dapat meningkatkan hal tersebut yaitu model inkuiri terbimbing dipadu edutainment. Permbelajaran tersebut mampu memberikan unsur keilmuan sains dan hiburan yang dapat memberikan kenyamanan saat belajar.

Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh model inkuiri terbimbing dipadu edutainment terhadap minat belajar, keterampilan kerjasama, penguasaan konsep dan kreativitas sains. Rancangan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah nonrandomized pretest-posttest control group design. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas 8E, 8G dan 8H SMP 18 Malang. Kelas eksperimen (8G) dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dipadu edutainment, kelas 8H yang merupakan kelas kontrol positif dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing sedangkan kelas 8E yang merupakan kelas kontrol negatif dibelajarkan dengan model pembelajaran yang digunakan oleh guru kelas. Instrumen pada penelitian ini adalah angket minat belajar dan keterampilan kerjasama, serta soal tes penguasaan konsep dan kreativitas sains. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Anakova berbantuan SPSS 25.0 for Windows.

Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan minat belajar, keterampilan kerjasama, penguasaan konsep dan kreativitas sains siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dipadu edutainment. Hasil uji Beda Nyata Terkecil (BNT) menunjukkan bahwa keterampilan kerjasama, penguasaan konsep dan kreativitas sains siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dipadu edutainment berbeda signifikan dengan siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing dan konvensional. Sedangkan  minat belajar siswa hanya berbeda nyata antara siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dipadu edutainment dan siswa yang dibelajarkan secara konvensional.

 

SUMMARY

Febriyani, Shoimatun. 2019. The Model of Guided inquiry Combined with Edutainment Improves Learning Interest, Cooperation Skills, Concept Mastery and Creativity Of Science in Junior High School Students 18 Malang. Thesis, Master of Education Biology course, Postgraduate, State University of Malang.

Supervisor

(I) Dr. Hadi Suwono, M. Si.,

(II) Dr. Ibrohim, M. Si.

 

Keywords: Guided inquiry, edutainment, learning interest, cooperation skills, concept mastery, creativity and science mastery.

Learning activities largely determine the success of learning. Learning is an activity that requires a convenience to cultivate interest. High interest make it easier for students to learning activities that have been designed by the teachers. Learning design is supposed to improve the student’s hard skills and softs kills. Soft skills and hard skills are needed in 21st century, namely cooperation, mastery and creativity of science, in order, it can create students who not learned but it can innovated. The learning process was used the appropriate models and it can be developing interests, cooperation, mastery and creativity of science students. The learning models was believed to increase it namely guided inquiry edutainment combined. Those learning models was capable to provide academic science and entertain students when teaching and learning process take place.

The purpose of this study was conducted to analyse the effect of guided inquiry model Edutainment Combined towards learning interest, cooperation skills, concept mastery and creativity of junior high school science. The implemented design of this study was nonrandomized pretest-posttest control group. The sample in this study was 8 E, 8 G and 8 H at junior high school 18 Malang students. Classroom experiments was (8 G) treated with guided inquiry model edutainment combined, 8 H was the positive control who treated with guided inquiry model edutainment combined, meanwhile 8E was the negative control treated with conventional method. The instruments of this study was the learning interest and cooperation skills, the question of mastery test and the creativity of concepts science. Data analysis was done using SPSS 21.0 assisted ancova test for windows.

 

The conclusion of this research shows that there is learning interest, cooperation skills, concept mastery and creativity of junior high school science students who treated with guided inquiry model edutainment combined. The smallest of real difference test results (BNT) shows that learning interest, cooperation skills, concept mastery and creativity of junior high school science who treated with guided inquiry model edutainment combined are significantly different with students who treated with guided inquiry and conventional. While students’ learning interest was only significanly different with students who were taught using conventional technique.