DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Pengajuan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif.

Kurnia Diana Indah

Abstrak


RINGKASAN

Kurnia, Diana Indah, 2019. Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Pengajuan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(1) Dr. Subanji, S. Pd, M.Si.,

(2) Dr. rer. nat. I Made Sulandra, M.Si.

 

Kata kunci: proses berpikir kreatif, pengajuan masalah matematika, gaya kognitif

Berpikir kreatif memiliki peranan penting dalam pembelajaran matematika yang dapat dikembangkan melalui kegiatan pengajuan masalah. Proses berpikir kreatif dalam pengajuan masalah dapat ditelusuri melalui empat tahap yang dikembangkan oleh Wallas yaitu, tahap persiapan, tahap inkubasi, tahap illuminasi, dan tahap verifikasi. Berpikir kreatif dalam pengajuan masalah dipengaruhi oleh aktivitas kognitif, sehingga gaya kognitif seseorang untuk mengajukan masalah berbeda. Seseorang bergaya kognitif field-dependent (FD) atau field-independent (FI) berbeda mengajukan masalah karena adanya perbedaan proses berpikir kreatif. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa bergaya kognitif field-dependent dan field-independent dalam pengajuan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptifkualitatif dengan subjek penelitian 2 siswa FD dan 2 siswa FI. Pemilihan subjek dilakukan dengan memberikan Group Embedded Figure Test (GEFT) kepada 33 siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 3 Blitar. Instrumen penelitian ini berupa Tes Pengajuan Masalah (TPM) dan pedoman wawancara. Data hasil TPM dan wawancara dianalisis, kemudian dideskripsikan secara kualitatif berupa kalimat tertulis. Hasil dari penelitian menunjukkan pada tahap persiapan siswa FD dan FI dapat memahami informasi dan maksud situasi, mengaitkan informasi, mencoba mencari ide dengan mengubah atau menambah informasi. Namun, hanya siswa FI yang dapat menggambar ulang informasi dari situasi dengan benar, sedangkan siswa FD tidak bisa mengulistrasikan situasi dengan benar. Pada tahap inkubasi, siswa FD dan FI diam sejenak untuk beberapa saat. Siswa FD diam sejenak tanpa memikirkan hal yang berkaitan dengan TPM dan terlihat gelisah. Sedangkan, siswa FI terdiam sambil merenungkan maksud TPM dan terlihat lebih tenang. Pada tahap iluminasi siswa FD dan FI mengajukan masalah berdasarkan ide-ide yang telah dikumpulkan, namun siswa FD memerlukan waktu cukup lama untuk mengajukan masalah. Sedangkan siswa FI lebih lancar saat mengajukan masalah. Siswa FD juga membuat masalah baru jika menemukan kesalahan saat mengajukan masalah. Siswa FI memperbaiki masalah yang diajukan saat menemui kesalahan. Pada tahap verifikasi, siswa FD dan FI memeriksa bilangan yang digunakan untuk mengajukan masalah. Namun, hanya siswa FI yang memeriksa kelengkapan kalimat dan kesesuain metode penyelesaian pada masalah yang diajukan. Siswa FD tidak  memeriksa kelengkapan kalimat dan kesesuaian metode penyelesaian masalah yang diajukan. Masalah yang diajukan siswa FD dan FI bukan masalah terbuka (openended) karena masalah yang diajukan hanya memiliki satu selesaian dan satu metode penyelesaian.

 

SUMMARY

Kurnia, Diana Indah, 2019. Students’ Creative Thinking Process in Mathematical Problem Posing Based on Cognitive Style. Thesis, Mathematics Education Program, Postgraduate State University of Malang.

Advisors:

(1) Dr.Subanji, S. Pd, M.Si.,

(2) Dr. rer. nat. I Made Sulandra, M.Si.

 

Keywords: creative thinking process, mathematical problem posing, cognitive

style

Creative thinking has an important role in mathematics instruction which can be developed through problem posing. Creative thinking process in problem posing can be traced through four stages developed by Wallas, namely, preparation stage, incubation stage, illumination stage, and verification stage. Creative thinking in problem posing is influenced by cognitive activity, such that cognitive style of a person to pose the problems is different. The person whose field-dependent (FD)

 

cognitive style or field-independent (FI) cognitive style is different to pose the problems because of the difference in creative thinking process. The aims of this study are to analyze and describe creative thinking process of field-dependent and field-independent students in mathematical problem posing. This study use descriptive-qualitative approach whose 2 FD students and 2 FI students as subjects. The subject selection was done by giving Group Embedded Figure Test (GEFT) to 33 students of grade XI in SMA 3 Blitar. The instruments of this study are Tes Pengajuan Masalah (TPM) and interview guidelines. Data of TPM results and interview are analyzed, then described qualitatively the form of written sentences. The results of this study show that on preparation stage FD and FI students can understand the information and the aim of situation, relate the information, try to find the ideas by changing or adding information. However, only FI students can redraw the information of situation correctly, while FD students can’t redraw the information of situation correctly. At incubation stage, FD and FI students are silent for a while. FD students are silent without think of the tasks and looked restless. However, FI students fell silent while contemplating the tasks and looked calmer. At illumination stage, FD and FI students pose the problems based on the ideas that have been collected, but FD student need a long time to pose the problems. FI students pose the problems fluently. FD students pose the new problem if they found the mistakes when posed the problems. However, FI students correct the problems if they found the mistakes. At verification stage, only FI students that check the completeness of the sentences and solving methods at the problems posed. FD students don’t check the completeness of the sentences and solving methods at the problems posed. FD and FI students pose open-ended problems because that problems only have one solution and one solving method.