DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KONSTRUKSI BIBLIOKONSELING BERMUATAN NILAI-NILAI SOSIAL DALAM SYAIR LAGU MADURA UNTUK PENGEMBANGAN SIKAP ALTRUIS CALON KONSELOR (Kajian Hermeneutika Gadamerian)

Jannah Syaifatul

Abstrak


RINGKASAN

Jannah, Syaifatul. 2019. Konstruksi Bibliokonseling Bermuatan Nilai-Nilai Sosial

dalam Syair Lagu Madura untuk Pengembangan Sikap Altruis Calon Konselor. Tesis, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(1) Dr.M.Ramli, MA.,

(2) Prof.Dr.Andi Mappiare AT, M.Pd

 

Kata Kunci: bibliokonseling, lagu Madura, sikap altruis

Penelitian ini mengenai konstruksi bibliokonseling bermuatan nilai-nilai sosial sebagai upaya pengembangan sikap altruis konselor. Nilai sosial yang dikaji sebagai bahan konstruksi bibliokoseling ini mengacu pada salah satu budaya di Madura, yaitu syair lagu Madura. Sikap altruis itu sendiri diperlukan dengan asumsi bahwa konselor perlu memiliki sikap altruis, karena sikap altruis konselor mempengaruhi keefektifan proses konseling. Konselor yang menampilkan sikap altruis, maka tujuan yang diharapkan dalam konseling tersebut akan dapat tercapai. Pentingnya altruis bagi konselor dalam melaksanakan layanan konseling merupakan sebuah tanggung jawab konselor sebagai helping profession dengan keberagaman kondisi konselinya. Pemahaman akan pentingnya sikap altruis menjadi modal dalam keefektifan layanan konseling yang akan dilakukan. Sikap altruis perlu ditanamkan sejak dini, yakni sebelum konselor benar-benar telah bekerja menjadi konselor yang sesungguhnya (helping profession).  Oleh karena itu pengembangan sikap atruis dalam penelitian ini diberikan kepada mahasiswa calon konselor sebagai upaya pengembangan dan pencegahan. Jadi posisi penelitian ini adalah ingin menemukan nilai-nilai sosial dalam syair lagu Madura sebagai upaya untuk mengembangkan sikap altruis calon konselor yang kemudian nilai-nilai sosial yang telah ditemukan tersebut dijadikan sebagai bahan konstruksi untuk membuat bibliokonseling. Menyatukan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam syair lagu Madura menjadi bentuk bacaan atau bibliokonseling adalah sebuah teknik pewarisan budaya dalam upaya mengembangkan sikap altruis konselor. Nilai sosial yang dikaji yaitu nilai ase da nilai tangghung jawab.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu hermeneutika Gadamerian. Hermeneutik merupakan metode untuk menafsirkan makna di dalam sebuah teks. Pada penelitian ini, peneliti ingin mengetahui dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam teks atau syair lagu Madura. Melalui metode Hermeneutika Gadamerian, peneliti berkesempatan untuk menjadi interpreter, yakni peneliti berkesempatan untuk menemukan makna dalam teks. Peneliti berkesempatan untuk menemukan nilai-nilai sosial dalam syair lagu madura yang bertujuan untuk mengembangkan sikap altruis calon konselor di Pamekasan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumenter dan wawancara, sedangkan analisis data menggunakan enam langkah analisis data yang diadopsi dari Patterson & William yang menekankan pada pengorganisasian data.

Hasil penelitian menunjukkan

(1) terdapat sembilan ciri nilai ase dalam lagu tondu’ majang, pajjhar lagghu, labu nengkong, man ngoman, etera’ bulan, ghai’ bintang, kembhang melate, les balessan. Sembilan ciri tersebut kemudian dikategorikan menjadi 4 sikap yang dapat mengembangkan sikap altruis yakni bersedia berkorban, penuh kasih sayang, murah hati, dan peduli.

(2) terdapat sembilan ciri nilai tangghung jawab dalam tondu’ majang, pajjhar lagghu, lir saalir, seset jambul, kembhangnga naghara, dan entar akarang. Sembilan ciri tersebut dikategorikan menjadi 4 sikap yang dapat mengembangkan sikap altruis yakni kerja keras, tidak egois, peka, dan tidak tegaan.

(3) konstruksi media bibliokonseling bermuatan ciri dari nilai ase dan nilai tangghung jawab dalam syair lagu Madura yang telah dikaji  menggunakan metode hermeneutika untuk mengembangkan sikap altruis calon konselor. Pengguna dari konstruksi bibliokonseling adalah konselor unit layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi. Konstruksi bibliokonseling terdiri dari 3 bagian yaitu bagian pendahuluan, bagian petunjuk teknis dan bahan bacaan, dan bagian refleksi.

 

Saran penelitian yaitu kepada konselor unit layanan BK di perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi panduan dalam melaksanakan biblikonseling untuk pengembangan sikap altruis mahasiswa BK (calon konselor), dan kepada konselor indiginous etnik Madura dalam upaya mengembangkan diri terutama pengembangan aspek sikap altruis berdasarkan nilai-nilai budaya yang terkadung dalam syair lagu Madura. Saran kepada peneliti selanjutnya, diharapkan dapat dilanjutkan kepada uji lapangan atau uji efektifitas panduan bibliokonseling yang telah dikonstruksi.