DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Storytelling Penggalan Kisah Soekarno melalui Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Sosial Siswa

Rahmawatiningtyas Eny

Abstrak


RINGKASAN

Rahmawatiningtyas, Eny. 2019. Penerapan Storytelling Penggalan Kisah Soekarno melalui Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Sosial Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kademangan. Tesis. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing

(I) Dr. Triyono, M.Pd.,

(II) Prof. Dr. Andi Mappiare AT.,M.Pd.

 

Kata Kunci: Storytelling, bimbingan kelompok, tanggung jawab sosial.

Bimbingan kelompok merupakan layanan bimbingan yang efektif. Layanan bimbingan yang diberikan di SMPN 2 Kademangan belum memberi perubahan sikap tanggung jawab sosial siswa. Bimbingan kelompok yang telah dilaksanakan belum berhasil dan perlu dilakukan perbaikan dengan mempertimbangkan karakteristik siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk

(1) meningkatkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik storytelling penggalan kisah  Soekarno dapat meningkatkan tanggung jawab sosial siswa,

(2) menjelaskan hasil penerapan teknik storytelling penggalan kisah Soekarno melalui Bimbingan Kelompok dalam meningkatkan tanggung jawab sosial siswa.

Rancangan penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) mengadaptasi dari model Stephen Kemmis pengembangan dari model Kurt Lewin, meliputi empat alur terdiri dari

a) perencanaan,

b) pelaksanaan,

c) observasi dan

d) refleksi.

Subjek penelitian yaitu siswa SMPN 2 Kademangan Kabupaten Blitar kelas VIII-H tahun ajaran 2018/2019 dengan karakteristik remaja awal usia 13-14 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan skala tanggung jawab sosial dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif dan uji beda paired sample t test  menggunakan SPSS versi 23.

Hasil penelitian pada dua siklus diperoleh penerapan storytelling penggalan kisah Soekarno layak dilakukan sebagai alternatif teknik dalam bimbingan kelompok. Kelemahan pada siklus I dijadikan landasan untuk merencanakan siklus II. Pada siklus II guru BK dalam pelaksanaan storytelling memberikan media buku penggalan kisah Soekarno agar siswa dapat lebih mudah memahami isi cerita yang disampaikan oleh guru BK. Pelaksanaan bimbingan kelompok dengan penerapan storytelling Soekarno terbukti layak digunakan dan mampu meningkatkan tanggung jawab sosial siswa. Siswa dapat mencapai semua indikator tanggung jawab sosialnya.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk,

1) guru BK selalu memperbaiki strategi layanan yang dilakukan sesuai dengan teori dan ketentuan yang ada serta mempertimbangan karakteristik siswa bimbingannya sebelum memutuskan teknik apa yang tepat dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling,

 

2) untuk peneliti selanjutnya penerapan storytelling penggalan kisah Soekarno dapat dicoba diterapkan pada jenis bimbingan yang lain, juga dapat dilakukan penelitian pada berbagai jenjang pendidikan. Penerapan storytelling juga dapat dikembangkan menggunakan kisah tokoh-tokoh atau pahlawan-pahlawan yang lain sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dalam layanan.