DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Kesalahan Siswa SMP Bhinneka Tunggal Ika dalam Menyelesaikan Soal Cerita FPB dan KPK Berdasarkan Tahapan Newman dan Scaffoldingnya

Firmansyah A H

Abstrak


ABSTRAK

Firmansyah, A. H. 2019. Analisis Kesalahan Siswa SMP Bhinneka Tunggal Ika dalam Menyelesaikan Soal Cerita FPB dan KPK Berdasarkan Tahapan Newman dan Scaffoldingnya. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M. Sc.,

(II) Prof. H.Akbar Sutawidjaja, M.Ed, Ph.D.

 

Kata Kunci: kesalahan newman, soal cerita, fpb dan kpk, scaffolding

Kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita FPB dan KPK masih sering terjadi. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita FPB dan KPK mengindikasikan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi tersebut meskipun materi FPB dan KPK sudah dipelajari pada jenjang sebelumnya. Oleh karena itu, analisis lebih lanjut terhadap kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita FPB dan KPK perlu dilakukan, sehingga guru dapat memperoleh solusi yang tepat untuk membantu siswa mengatasi kesalahan yang mereka lakukan.

Penelitian ini merupakan penelitian kulaitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita FPB dan KPK berdasarkan tahapan Newman dan pelaksanaan scaffolding untuk mengatasu kesalahan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIIA SMP Bhinneka Tunggal Ika sebanyak 34 siswa. Pada saat diberikan soal pre test, peneliti meminta seluruh siswa untuk mengerjakan soal tersebut. Berdasarkan kelengkapan jawaban dan adanya kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pre test, adanya rekomendasi dari guru maple dan kemampuan calon subjek dalam berkomunikas, maka dipilihlah tiga calon subjek untuk penelitian ini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih cenderung melakukan kesalahan pada setiap prosedur kesalahan Newman. Oleh karena itu scaffolding yang sering diberikan peneliti adalah explaining, reviewing dan restructuring. Explaining diberikan ketika siswa cenderung lupa dengan konsep yang ada, sehingga perlu penjelasan yang berkaitan dengan konsep tersebut. Reviewing diberikan dengan memberikan beberapa pertanyaan pancingan supaya siswa menyadari kesalahan yang dilakukannya. Restructuring diberikan agar siswa memperbaiki pekerjaannya pada lembar kerja yang sudah disediakan.

Setelah peneliti memberikan scaffolding, peneliti memberikan soal post kepada siswa untuk dikerjakan. Hasilnya tidak ada kesalahan sama yang terjadi pada lembar pekerjaan siswa. Artinya, scaffolding yang diberikan peneliti sudah mampu mengurangi kesalahan siswa saat mengerjakan soal.