DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Penguasaan Konsep dan Kemampuan Pememecahan Masalah Pada Materi Suhu dan Kalor melalui Modeling Instruction

Etikamurni Daniar P

Abstrak


RINGKASAN

Etikamurni, Daniar P. 2019. Peningkatan Penguasaan Konsep dan Kemampuan Pememecahan Masalah Pada Materi Suhu dan Kalor melalui Modeling Instruction. Tesis, Jurusan Pendidikan Fisika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing :

(1) Prof. Dr. Sutopo, M.Si,

(2) Dr. Markus Diantoro, M.Si

 

Kata Kunci : Modeling instruction, penguasaan konsep, kemampuan pemecahan masalah

Penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah merupakan dua kemampuan yang harus dipelajari dan dikuasai siswa ketika belajar fisika. Penguasaan konsep merupakan salah satu syarat agar siswa sukses dalam memecahkan masalah fisika. Salah satu materi fisika yang membutuhkan kedua kemampuan tersebut adalah materi suhu dan kalor. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa sebagian besar siswa memiliki konsep yang tidak sesuai dengan yang dimiliki fisikawan. Ketidaksesuaian konsep ini dapat diperbaiki melalui modeling instruction (MI). MI merupakan salah satu pembelajaran yang menggunakan model berupa grafik, video atau foto untuk membentuk konsep siswa. MI dilakukan dalam dua tahapan utama yaitu model development dan model deployment.

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Kota Batu pada kelas XI  tahun ajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa sebanyak 55 orang. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian mixed method yang bertujuan menggabungkan metode kuantitatif dan metode kualitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis suatu masalah penelitian. Data penelitian yang dikumpulkan terdiri dari dua jenis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pretest dan posttest, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara yang dilakukan setelah pretest dan posttest.

Instrumen yang digunakan berupa tes penguasaan konsep dan tes kemampuan pemecahan masalah. Tes penguasaan konsep terdiri dari 20 soal pilihan ganda yang dikelompokkan ke dalam enam topik utama. Tes ini memiliki karakteristik tingkat kesukaran dalam rentang 0,04 - 0,76, daya beda dalam rentang 0,10 – 1,00, validitas butir soal dalam rentang 0,12 – 0,78 dan reliabilitas instrumen sebesar 0,66.  Sementara itu, tes kemampuan pemecahan masalah terdiri atas satu soal uraian yang menggunakan materi yang berbeda saat dilakukan pretest dan posttest. Tes ini memiliki karakteristik tingkat kesukaran dalam rentang 0,544 -0,735, daya beda dalam rentang 0,795 – 0,891, validitas butir soal dalam rentang 0,862 – 0,872 dan reliabilitas instrumen sebesar 0,837.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah. Hal ini dapat ditunjukkan berdasarkan analisis data secara kuantitatif yang menunjukkan peningkatan penguasaan konsep dengan nilai N-gain sebesar 0,12 yang termasuk kategori rendah. Sementara itu, nilai N-gain pada  kemampuan pemecahan masalah sebesar 0,9 yang termasuk kategori tinggi.

Hasil analisis data kualitatif menunjukkan bahwa penguasaan konsep siswa pada hampir semua topik meningkat walaupun termasuk kategori rendah. Hal ini diketahui dari banyak konsep salah yang digunakan  siswa saat menjawab pretest dan posttest. Beberapa faktor yang menjadi penyebab hal tersebut, antara lain: siswa belum dapat menghubungkan konsep yang diperoleh selama pembelajaran dengan soal yang diberikan; belum dapat memahami konteks soal; terbiasa menghafal pola soal dan jawabannya selama proses pembelajaran; ketidaksesuaian konsep fisika yang dimiliki siswa dan kecenderungan menghafal persamaan daripada memahami makna dari persamaan. Sementara itu, kemampuan pemecahan masalah menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan yang sangat signifikan saat menjawab posttest. Saat pretest siswa mampu menjawab pada satu aspek yaitu usefull description, sedangkan saat posttest siswa mampu menjawab seluruh aspek penilaian. Beberapa faktor yang menjadi penyebab hal tersebut, antara lain : siswa terlatih dalam menyelesaikan permasalahan selalu melibatkan lima aspek penilaian kemampuan pemecahan masalah selama proses MI di kelas; memahami makna dari soal kemampuan pemecahan masalah, memiliki semangat dalam menyelesaikan permasalahan fisika dengan menghubungkan antara besaran yang diketahui dengan persamaan yang dipahami.

 Implikasi dari penelitian ini adalah MI dapat membantu siswa dalam membangun konsep materi suhu dan kalor yang berdampak pada peningkatan penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa.