DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa Melalui Pembelajaran Menggunakan Bahan pembelajaran Tematik di Kelas V Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jaya Wijaya Kuala Kencana Papua

Mamik Sumarni

Abstrak


RINGKASAN

 

Sumarni, Mamik. 2019. Analisis Berpikir Kritis dan Kreatif Peserta Didik Melalui Pembelajaran Menggunakan Bahan pembelajaran Tematik di Kelas V Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jaya Wijaya Kuala Kencana Papua. Tesis. Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Konsentrasi Guru Kelas, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd. M.A, (II) Dr. Titik Harsiati, M.Pd

Kata kunci:    berpikir kritis, berpikir kreatif, tematik, sekolah dasar

 

 

Penelitian ini didasarkan pada pentingnya kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang harus dimiliki oleh peserta didikdalam era persaingan global karena tingkat kompleksitas permasalahan dalam segala aspek kehidupan modern semakin tinggi. Menghadapi tantangan pendidikan yang sangat kompleks dan untuk mencapai tujuan pendidikan yang sudah ditetapkan, Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya (SD YPJ)  Kuala Kencana mengkombinasikan Kurikulum 2013 (K-13) yang berbasis pada pembangunan karakter dengan kerangka Primary Years Programme (PYP) sebagai langkah dalam menciptakan pembelajaran yang utuh dan bermakna, sehingga dapat membantu peserta didikmenjadi lebih kritis, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) gambaran umum penerapan kurikulum di SD YPJ Papua, (2) kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang tercakup dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan bahan pembelajaran, (3) pelaksanaan pembelajaran inkuiri, (4) kemampuan berpikir kritis peserta didikdalam pembelajaran inkuiri, dan (5) kemampuan berpikir kreatif peserta didikdalam pembelajaran inkuiri.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dilakukan penelitian pada tanggal 12 sampai 24 Nopember 2019. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini  dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didikdalam pembelajaran inkuiri menggunakan bahan pembelajaran tematik di kelas V SD YPJ Kuala Kencana Papua, termasuk kemunculan keterampilan berpikir kritis dan kreatif peserta didikdalam dokumen perangkat dan kegiatan pembelajaran. 

Hasil penelitian menunjukkan hal-hal berikut. Pertama, SD YPJ Papua menerapkan kerangka PYP-IB yang diintegrasikan pada Kurikulum 2013 (K13). Secara umum, terdapat empat alasan yang melatarbelakangi penggunaan kerangka kerja atau framework PYP-IB di SD YPJ Kuala Kencana Papua, yaitu: YPJ ingin menjadi sebuah sekolah yang menjalankan praktik pendidikan terbaik; PYP-IB adalah kerangka kerja yang memberi kesempatan peserta didik untuk belajar dengan potensi terbaik mereka; Kurikulum 2013 membolehkan sekolah untuk menggunakan kerangka kerja atau rencana pembelajaran berdasarkan kebutuhan sekolah, dan PYP-IB adalah kerangka kerja yang fleksibel dapat digunakan dengan kurikulum atau standar isi sesuai pilihan sekolah. Kedua, aspek berpikir kritis, yang meliputi; (1) klarifikasi dasar; (2) membangun keterampilan dasar; (3) menyimpulkan; (4) memberikan penjelasan lanjut; dan (5) mengatur strategi dan taktik, sebagian besar sudah terpenuhi dalam kegiatan pembelajaran yang terdapat


pada RPP yang disusun oleh guru. Sementara itu, aspek berpikir kreatif yang meliputi: lancar, luwes, orisinial, dan terperinci juga sudah terpenuhi pada kegiatan pembelajaran yang terdapat pada RPP. Ketiga, pelaksanaan pembelajaran inkuiri menggunakan bahan pembelajaran tematik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang terlaksana dengan baik dapat dilihat pada  lima fase atau langkah pembelajaran inkuiri bebas telah dilaksanakan secara lengkap dan runtut oleh guru. Fase atau langkah tersebut, meliputi: (1) fase pertama, berhadapan dengan masalah, (2) fase kedua, membuat hipotesis, (3) fase ketiga, pengumpulan data dalam eksperimen, (4) fase keempat, formulasi penjelasan, dan (5) fase kelima, analisis proses inkuiri. Keempat, secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas lima dapat berpikir kritis dengan baik dalam pembelajaran inkuiri menggunakan bahan pembelajaran tematik karena memenuhi lima aspek kemampuan berpikir kritis yang meliputi: (1) memberi penjelasan sederhana atau klarifikasi dasar, (2) membangun keterampilan dasar, (3) menyimpulkan, (4) memberikan penjelasan lanjut, dan (5) mengatur strategi/taktik. Kelima, secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri  membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Hal ini ditunjukkan dengan terpenuhinya aspek-aspek berpikir kreatif dalam setiap langkah-langkah pembelajaran, yang meliputi: (1) bepikir lancar atau fluency, (2) berpikir luwes atau flexibility, (3) berpikir orisinal atau originality, dan (4) berpikir elaborasi atau elaboration.