DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Eksplorasi Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Literasi Saintifik Pada Alat Optik Dalam Pembelajaran Experiential Berbasis Fenomena Bagi Siswa SMAN 6 KERINCI

Yanti, Tuti Resri.

Abstrak


ABSTRAK

Yanti, Tuti Resri. 2019. Eksplorasi Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Literasi Saintifik Pada Alat Optik Dalam Pembelajaran Experiential Berbasis Fenomena Bagi Siswa SMAN 6 KERINCI. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Dr. Lia Yuliati, M.Pd.,

(II) Dr. Hari Wisodo, M.Si

 

Kata Kunci: Pembelajaran Experiential, Literasi Saintifik, Pemecahan Masalah

Kemampuan pemecahan masalah dan literasi saintifik adalah bagian penting dalam dunia pendidikan sains, termasuk dalam pembelajaran fisika. Kemampuan pemecahan masalah dan literasi saintifik diperlukan siswa agar mampu menyelesaikan permasalahan fisika. Siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah dan literasi saintifik yang baik diyakini sudah memiliki pemahaman konsep yang baik pula sehingga miskonsepsi siswa akan berkurang. Pembelajaran experiential berbasis fenomena merupakan salah satu pembelajaran yang diyakini mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan literasi saintifik siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kemampuan pemecahan masalah dan literasi saintifik siswa SMA setelah dibelajarkan dengan pembelajaran experiential berbasis fenomena pada materi alat optik.

Penelitian ini menggunakan desain mixed methods dengan model embedded experimental. Subjek penelitian terdiri dari 27 siswa SMA Negeri 6 Kerinci, Jambi kelas XI IPA. Instrumen tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah dan literasi saintifik adalah berupa soal essay yang diadopsi dari beberapa sumber yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji wilcoxon test, N-Gain, dan effect size untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah dan literasi saintifik siswa. Tahap selanjutnya, dilakukan pula pengkodingan untuk analisis data secara kualitatif. Pengkodean digunakan untuk mengetahui strategi yang digunakan siswa pada kemampuan pemecahan masalah dan level literasi saintifik siswa.

Hasil penelitian memaparkan bahwa kemampuan pemecahan masalah dan literasi saintifik siswa mengalami peningkatan setelah diberi pembelajaran experiential berbasis fenomena. Kemampuan pemecahan masalah siswa mengalami peningkatan dari rata-rata nilai 6,08 menjadi 66,1. Sedangkan literasi saintifik siswa mengalami peningkatan  rata-rata nilai 15,56 menjadi 40,27. Literasi saintifik dikategorikan menjadi 5 level yaitu illiteracy, nominal, functional, conceptual dan multidimensional. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata level literasi saintifik siswa dari level nominal menjadi conceptual. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 1 dari 27 siswa mengalami penurunan, dan 26 lainnya mengalami peningkatan.