DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Manajemen Budaya Pendisiplinan Peserta Didik Sekolah Menengah di Wilayah Indonesia Timur

Lawa, Sherly Ersinta.

Abstrak


ABSTRAK

Lawa, Sherly Ersinta. 2019. Manajemen Budaya Pendisiplinan Peserta Didik SMA

Swasta di Kabupaten Sumba Barat (Studi Multi Situs di SMA Swasta

Karanu Waikabubak dan SMA Kristen Wee Karou). Tesis, Jurusan

Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd.,

(II) Dr. H.Achmad Supriyanto, M.Pd, M.Si.

 

Kata kunci: disiplin, peserta didik, budaya sumba, budaya pendisiplinan peserta didik.

Disiplin merupakan suatu perilaku individu taat dan patuh pada aturan yang berlaku dan mengatur kehidupan sehari-hari yang disusun berdasarkan kesepakatan bersama anggota masyarakat. Disiplin memiliki peranan penting dalam kehidupan individu, sehingga sangat penting bagi peserta didik untuk memiliki disiplin dalam dirinya. Sekolah merupakan sarana yang memiliki peranan penting dalam membangun budaya disiplin peserta didik. Kepala sekolah dan guru merupakan ujung tombak pelaku penerapan disiplin peserta didik di sekolah. Penerapan budaya disiplin di tiap-tiap sekolah dan daerah tidak sama, hal tersebut disesuaikan dengan tipologi dan karekteristik masyarakat di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti manajemen budaya pendisiplinan peserta didik di sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan gambaran budaya pendesiplinan peserta didik, latar belakang dibangunnya budaya disiplin peserta didik, proses membangun budaya disiplin peserta didik, strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah dan guru dalam memebangun budaya disiplin peserta didik, kendala yang dihadapi beserta solusi yang diberikan, dan hasil dari penerapan budaya disiplin peserta didik. Hal tersebut kemudian dirangkum dalam satu tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan manajemen budaya pendisiplinan peserta didik yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru di sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif.

Rancangan penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan:

gambar budaya pendisiplinan, latar belakang sekolah membangun budaya disiplin,

proses membangun budaya disiplin, strategi yang diterapkan oleh kepala sekolah

dan guru dalam membangun budaya disiplin, kendala yang dihadapi beserta solusi

yang diberikan dalam membangun budaya disiplin, dan hasil penerapan budaya

pendisiplinan peserta didik di sekolah. Penelitian ini dilakukan di dua sekolah yang memiliki kesamaan karakteristik budaya dan peserta didiknya. Sumber data dari dua situs dalam penelitian ini ialah kepala sekolah, wakasek kesiswaan, guru

bimbingan konseling, wali kelas, dan peserta didik. Data penelitian berupa

deskripsi proses manajemen budaya pendisiplinan peserta didik yang dilakukan

oleh kepala sekolah dan guru di sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga yaitu melaui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Peneliti menggunakan pedoman wawancara, handphone untuk merekam hasil wawancara, lembar pengamatan, dan catatan lapangan, serta mengumpulkan data dokumentasi lewat foto. Peneliti bertindak sebagai alat pengumpul data utama atau instrumen penelitian, dalam penelitian ini. Untuk mengecek keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan empat kriteria berikut, yaitu kepercayaan yang di dalamnya termasuk triangulasi dan pengecekan anggota,  kebergantungan, kepastian, keteralihan. Teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

(1) budaya pendisiplinan peserta didik ditekankan pada disiplin waktu, disiplin berpakaian, dan disiplin dalam penampilan;

(2) alasan yang melatarbelakangi sekolah dalam membangun budaya disiplin peserta didik ialah agar peserta didik dapat menjadi insan yang berprestasi dan berhasil dalam kehidupannya ke depan dan kerena disiplin merupakan modal

utama dalam mencapai keberhasilan tersebut;

(3) proses membangun budaya disiplin peserta didik di sekolah yaitu melalui sosialisasi tata tertib sekolah dan sanksi-sanksi yang akan diterima oleh pelaku pelanggaran disiplin, dan menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua peserta didik;

(4) strategi yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru dalam membangun

budaya disiplin peserta didik ialah melalui pembiasaan dengan cara diberlakukannya tata tertib sekolah bagi seluruh warga sekolah, pemberian sanksi

bagi pelanggaran disiplin, melaksanakan kegiatan apel pagi setiap hari, kegiatan

kerohanian, dan kegiatan pramuka;

(5) kendala yang dihadapi dalam penerapa budaya pendisiplinan peserta didik berasal dari pribadi peserta didik yang masih sulit untuk menerima perubahan dan juga dari pihak orang tua dan keluarga yang lebih mengutamakan adat dari pada pendidikan, dari kendala-kendala yang ada pihak sekolah mengambil tindakan untuk membina peserta didik bahkan bila perlu memberikan hukuman dan bagi pihak orang tua dan keluarga sekolah melakukan pendekatan berupa memberikan arahan dan menjalin kerja sama yang baik;

(6) hasil penerapan budaya pendisiplinan peserta didik berjalan dengan baik, hal ini menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru dalam menanamkan dan membiasakan disiplin pada diri individu cukup berhasil.

Saran-saran dari penelitian ini ditujukan kepada:

(a) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia agar pengelolaan budaya pendisiplinan peserta didik perlu digiatkan kembali dan sekolah yang masih berusaha untuk mempertahankan budaya pendisiplinan perlu diapresiasi oleh pemerintah, dikarenakan akhir-akhir ini semakin banyak guru dan peserta didik yang tidak bermoral, sekolah menganggap bahwa penerapan budaya pendisiplinan hanya akan merugikan pihak sekolah dan juga peserta didik;

(b) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT agar lebih memperhatikan dan mendukung sekolah-sekolah yang masih menjunjung tinggi

nilai kedisiplinan:

(c) kepala sekolah hendaknya memberikan motivasi dan terobosan baru pada guru-guru guna membenahi manajemen budaya disiplin di sekolah;

(d) guru hendaknya lebih intens dalam memonitor perilaku dan

perkembangan peserta didik;

 (e) peserta didik hendaknya dapat memahami tugasnya sebagai seorang pelajar, mematuhi peraturan yang berlaku, serta berusaha untuk menghindari segala bentuk perbuatan yang dapat menyebabkan pelanggaran disiplin di sekolah dan di mana pun berada;

(f) orang tua peserta didik hendaknya dapat menyadari akan pentingnya pendidikan dan disiplin bagi anak dan dapat mulai mengajarkan serta membiasakan hal tersebut dari dalam lingkungan keluarga;

(g) masyarakat yang ada di luar Pulau Sumba hendaknya tidak menyama ratakan cara pendisiplinan di semua daerah sehingga penelitian ini dapat menjadi bahan informasi mengenai cara pendisiplinan peserta didik yang diterapkan di Pulau Sumba namun tidak dapat diterapkan di daerah lainnya; dan

(h) peneliti lainnya dapat memakai hasil penelitan ini sebagai bahan referensi dan informasi tambahan untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai hal-hal yang belum  diteliti pada penelitian ini, dapat memperluas penelitian ini, dan dapat melakukan penelitian dengan pendekatan lain seperti kuantitatif atau mix methods.

ABSTRACT

Lawa, Sherly Ersinta. 2019. Disciplinary Culture Management Private High School

Students in West Sumba District (Multi Site Study in Karanu Waikabubak

Private High School and Wee Karou Christian High School West SumbaNTT). Thesis, Education Management Department, Postgraduate Program,

Malang State University.

Advisor:

(I).Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono, M.Pd.,

(II) Dr. H. Achmad Supriyanto, M.Pd, M.Si.

 

Keywords: discipline, students, sumba culture, discipline culture for students.

Discipline is an individual behavior that obeys and adheres to the rules that

apply and regulates daily life which are arranged based on agreements with

community members. Discipline has an important role in the lives of individuals,

so it is very important for students to have discipline in themselves. School is a tool that has an important role in building a culture of discipline of students. The

principal and teacher are the spearhead of the discipline of students in the school.

The application of disciplinary culture in each school and region is not the same, it

is adjusted to the typology and characteristics of the people in the area. This research was conducted to examine the management of disciplinary cultures of

students in school. This research was conducted to describe the cultural picture of student discipline, the background of the culture of discipline of students, the process of building a culture of disciplinary students, strategies applied by principals and teachers in developing a culture of disciplinary students, constraints faced and solutions given, and the result of applying a culture of disciplinary learners. This is then summarized in one purpose of this study, which is to describe the management of disciplinary culture of students conducted by principals and teachers in schools. This study uses a descriptive qualitative research design. Descriptive