DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Mata Kuliah Atletik Berbasis Blended Learning di IKIP BUDI UTOMO MALANG.

Samiun, Kifli.

Abstrak


 

RINGKASAN

Samiun, Kifli. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Mata Kuliah Atletik Berbasis Blended Learning di IKIP BUDI UTOMO MALANG.Tesis, Program Studi Pendidikan Olahraga Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Dr. Supriyadi, M.Kes,

(II) Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd.

 

Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran atletik, blended learning.

Atletik adalah aktivitas jasmani atau latihan fisik yang berisikan gerakan-gerakan alamiah atau wajar seperti jalan, lari, lompat dan lempar. Atletik memegang peranan penting dalam pengembangan kondisi fisik, dan sering menjadi dasar pokok untuk pengembangan maupun peningkatan prestasi yang optimal bagi cabang olahraga yang lain. Pembelajaran mata kuliah atletik di perguruan tinggi, masih banyak yang belum memahami terkait dengan teknik dasar dalam olahraga atletik nomor lari, lompat dan lempar. Blended Learning adalah pembelajaran yang mengkombinasikan strategi penyampaian pembelajaran menggunakan tatap muka (face to face), offline, dan online.

Penelitian dilakukan dengan tujuan mengembangkan media pembelajaran mata kuliah atletik berbasis blended learning untuk mahasiswa Pendidikan Jasmani  Kesehatan dan Rekreasi PJKR  IKIP BUDI UTOMO MALANG.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan blended learning Dwiyogo.

Prosedur pengembangan meliputi 3 tahap:

(1) tahap analisis,

(2) tahap rancangan pembelajaran,

(3) tahap evaluasi.

Dari 3 tahap dijabarkan menjadi 9 langkah:

(1) analisis kebutuhan pemecahan masalah,

(2) identifikasi sumber belajar dan kendala,

(3) identifikasi karakteristik pebelajar,

(4) menetapkan tujuan pembelajaran,

(5) memilih dan menetapkan strategi pembelajaran (mengorganisasi isi, penyampaian, serta pengelolaan),

(6) mengembangkan sumber belajar (tatap muka, offline, online maupun mobile),

(7) uji coba,

(8) revisi,

(9) prototipe rancangan pembelajaran berbasis blended learning.

Sebelum melakukan uji lapangan, dilakukan uji coba produk.

(1) desain uji coba,

(2) evaluasi ahli produk,

(3) revisi rencana produk,

(4) uji coba kelompok kecil sebanyak 20 mahasiswa,

(5) revisi produk,

(6)uji coba kelompok besar sebanyak 40 mahasiswa,

(7) revisi produk akhir,

(8) uji efektivitas.

Pengembangan produk media pembelajaran mata kuliah atletik berbasis blended learning untuk mahasiswa pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi (PJKR) IKIP BUDI UTOMO MALANG yaitu tatap muka (media cetak), offline (autoplay) dan online (edmodo). Hasil dari uji efektifitas pembelajaran dengan nilai rata-rata 90,68 masuk dalam kategori “sangat tuntas”, uji efisiensi didapatkan dari waktu dosen yang dipakai dalam pembelajaran kemudian dikurangi dengan nilai rata-rata yang digunakan mahasiswa dalam satu kali pertemuan dengan menggunakan media. Maka  dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi efisiensi waktu, untuk pertemuan pertama waktu dosen 01.30.00-0.51.15 mendapatkan efisiensi waktu 00.38.51, (tiga puluh delapan menit lima pulu satu detik), pertemuan kedua waktu dosen 01.30.00-0.40.30 mendapatkan efisiensi waktu 00.49.30, (empat puluh sembilan menit tiga puluh detik) pertemuan ketiga waktu dosen 01.30.00-0.31.50 mendapatkan efisiensi waktu  00.58.10, (lima pulu delapan menit sepuluh detik) pertemuan keempat atau terakhir waktu dosen 01.30.00-0.24.29 mendapatkan efisiensi waktu  00.36.01.(tiga puluh enam menit satu detik)  Dengan kesimpulan terjadi efisiensi waktu dalam pembelajaran mata kuliah atletik. Setelah menggunakan media. Hasil uji daya tarik pembelajaran produk pengembangan diperoleh hasil rata-rata persentase, (1) 94,58% pertemuan I (tatap muka), (2) 94,52 % pertemuan II (offline), (3) 90,5% pertemuan III (online) dengan kriteria sangat menarik. Hasil uji coba kelompok kecil didapat rata-rata persentase 93,33 termasuk katergori sangat layak. Hasil uji coba kelompok besar didapat rata-rata persentase 93,22 termasuk kategori sangat layak. Maka dapat disimpulkan produk pembelajaran mata kuliah atletik berbasis blended learning sangat layak digunakan dalam pembelajaran mata kuliah atletik.

Kesimpulan hasil penelitian ini adalah

(1) produk pengembangan mata kuliah atletik berbasis blended learning hanya dapat digunakan di s1 pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi IKIP BUDI UTOMO MALANG, tapi apabila dengan penyesuaian kebutuhan dapat digunakan di tempat yang dibutuhkan,

(2) untuk penelitian kedepan nanti di lakukan analisis kebutuhan.