DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEMAMPUAN ARGUMENTASI ILMIAH DAN PENGUASAAN KONSEP USAHA DAN ENERGI PADA PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE DISERTAI WEB-BASED FORMATIVE ASSESSMENT

Indina, Zulfa.

Abstrak


ABSTRAK

Zulfa, Indina. 2019. Kemampuan Argumentasi Ilmiah dan Penguasaan Konsep Usaha dan Energi pada Pembelajaran Learning Cycle Disertai Web-Based Formative Assessment. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:

(I).Dr. Sentot Kusairi, M.Si.

(II) Dr. Eny Latifah, M. Si.

 

Kata Kunci: Learning cycle, web based formative assessment, kemampuan argumentasi ilmiah, penguasaan konsep.

Kemampuan argumentasi ilmiah merupakan kompetensi penting yang perlu dilatihkan kepada siswa. Ketika terlibat dalam argumentasi, siswa memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya, kegiatan tersebut memungkinkan siswa untuk menghubungkan pengetahuan dan menguraikan penguasaan konsep pada tingkat abstraksi yang relatif tinggi. Penguasaan konsep yang baik diprediksi akan berdampak pada peningkatan kualitas argumentasi ilmiah siswa. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan argumentasi ilmiah dan penguasaan konsep siswa masih relatif rendah. Kemampuan argumentasi ilmiah dan penguasaan konsep siswa dapat meningkat apabila siswa dilibatkan dalam proses pengkonstruksian konsep dalam pikirannya, salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dilakukan pembelajaran dengan model learning cycle 5E, untuk mendukung solusi yang telah disampaikan pembelajaran learning cycle 5E dilaksanakan dengan disertai web-based formative assessment. Pelaksanaan learning cycle 5E disertai web-based formative assessment ini memungkinkan siswa untuk mengetahui kesulitan yang dialami dan mendapatkan feedback yang tepat tanpa terkendala waktu.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan argumentasi ilmiah dan penguasaan konsep siswa setelah pembelajaran learning cycle 5E disertai web-based formative assessment pada materi usaha dan energi.

Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods dengan desain embedded experimental. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Pamekasan dengan subjek penelitian terdiri dari 35 siswa kelas X tahun ajaran 2018/2019. Penguasaan konsep diukur menggunakan 10 butir soal pilihan ganda dengan alasan terbuka, sementara kemampuan argumentasi ilmiah diukur menggunakan 2 butir soal essay. Data kualitatif penguasaan konsep siswa diperoleh dari alasan yang diberikan siswa pada setiap jawaban, untuk data kualitatif kemampuan argumentasi ilmiah diperoleh dari analisis kualitas dan level argumentasi tertulis siswa serta pola argumentasi jawaban siswa. Wawancara juga dilakukan untuk memperkuat data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari nilai pretest dan posttest yang dianalisis dengan uji-t berpasangan, N-gain dan effect size.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan argumentasi ilmiah siswa setelah pembelajaran learning cycle 5E disertai web-based formative assessment termasuk pada level 1, 2, dan 3, sementara penguasaan konsep siswa termasuk pada kategori sedang. Analisis uji-t berpasangan menunjukkan adanya perbedaan kemampuan argumentasi ilmiah dan penguasaan konsep siswa pada saat pretest dan posttest. Analisis N-gain dan effect size menunjukkan peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah dan penguasaan konsep siswa termasuk pada kategori sedang dan memiliki pengaruh yang cukup. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran learning cycle 5E disertai web-based formative assessment dapat meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah dan penguasaan konsep siswa. Akan tetapi, analisis secara kualitatif menunjukkan bahwa pembelajaran learning cycle 5E disertai web-based formative assessment belum memberikan dampak yang maksimal dalam meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah siswa. Siswa dapat memiliki kemampuan argumentasi ilmiah yang baik dengan cara latihan berkelanjutan,saran untuk penelitian selanjutnya adalah perlu dilakukan kegiatan yang memungkinkan siswa dapat melatih argumentasinya, diantaranya dengan memaksimalkan fase explanation pada tahap learning cycle 5E serta memaksimalkan forum diskusi dalam web-based formative assessment, karena kedua komponen tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk terus melatih nalar dan argumentasi siswa sehingga berdampak pada peningkatan kemampuan argumentasi ilmiahnya.

ABSTRACT

Zulfa, Indina. 2019. Scientific Argumentation and Conceptual Understanding on Work and Energy in Learning Cycle with Web-Based Formative Assessment. Thesis, Physics Education Study Program, Postgraduate, Malang State University.

Advisor:

(I).Dr. Sentot Kusairi, M.Sc.

(II) Dr. Eny Latifah, M. Si.

 

Key word: Learning cycle, web based formative assessment, Scientific argumentation, conceptual understanding.

Scientific argumentation is important competency that needs to be trained by students. When involved in argumentation, students take advantage of the experience and knowledge previously possessed, the activity allows students to relate knowledge and describe conceptual understanding at relatively high levels of abstraction. Having good conceptual understanding is predicted to have an impact on improving the quality of students' scientific argumentation. Some research show that the students’ scientific argumentation and conceptual understanding are still relatively low. Scientific argumentation and conceptual understanding can increase if students are involved in the concept construction process in their mind, one effort to overcome this is to learn with the 5E learning cycle, to support the solutions that have been delivered based formative assessment. The 5E learning cycle with web-based formative assessment allows students to know the difficulties experienced and get the right feedback without time constraints. The aims of this study to determine the scientific argumentation and conceptual understanding after 5E learning cycle along with web-based formative assessment on work and energy.

This is a mixed methods research with embedded experimental design. The study was conducted at SMAN 1 Pamekasan with subjects consisting of 35 X grade students in the 2018/2019 academic year. Students’ conceptual understanding is measured using 10 multiple choice questions with open reasons, while the students’ scientific argumentation is measured using 2 items essay. Qualitative data of students’ conceptual understanding is obtained from the reasons given by students on each answer, for qualitative data the ability of scientific argumentation is obtained from the analysis of the quality and level of students’ written argumentation and argumentations pattern of student answers. Interviews were also conducted to strengthen qualitative data. Quantitative data obtained from the pretest and posttest were analyzed by paired t-test, N-gain and effect size.

The results of this analysis show that the students’ scientific argumentation after the 5E learning cycle with web-based formative assessment is included at levels 1, 2, and 3, while students conceptual understanding is in the medium category. Paired t-test analysis showed differences in the scientific argumentation and conceptual understanding at the pretest and posttest. N-gain analysis and effect size show an increase in the scientific argumentation and conceptual understanding included in the medium category and have sufficient influence. It can be concluded that 5E learning cycle learning with web-based formative assessment can improve the students’ scientific argumentation and conceptual understanding. However, qualitative analysis shows that 5E learning cycle learning with web-based formative assessment has not had a maximum impact on improving students' scientific argumentation skills. Students can have good scientific argumentation skills through continuous practice, the suggestion for next research is that activities need to be carried out that enable students to practice their arguments. based formative assessment, because both components provide opportunities for students to continue to train reasoning and argumentation of students so that it has an impact on increasing the scientific argumentation.