DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Pembelajaran Matakuliah Sosio Antropologi Olahraga BerbasisBlended LearningUntuk Mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Negeri Malang

Gusdiyanto, Hafidz.

Abstrak


RINGKASAN

Gusdiyanto, Hafidz. 2018. Pengembangan Pembelajaran Matakuliah Sosio

Antropologi Olahraga Berbasis Blended Learning Untuk Mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Negeri Malang. Tesis. Pendidikan Olahraga Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing

(I).Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd,

(II) Dr. Sapto Adi, M.Kes.

 

Kata Kunci: pembelajaran, sosio antropologi olahraga, blended learning

Sosio antropologi olahraga adalah salah satu ilmu yang diajarkan di perguruan tinggi Fakultas Ilmu Keolahragaan yang mempelajari budaya dan sejarah awal mula terjadinya interaksi-interaksi di dalam dunia olahraga. Kurangnya sumber belajar cetak yang ada dan kurangnya penggunaan alternatif media pembelajaran yang menarik menjadi beberapa masalah yang ada di dalam proses pembelajaran.  Penggunaan pembelajaran berbasis blended learning dalam pembelajaran mata kuliah sosio antropologi olahraga dapat membantu pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran dalam penyampaian materi dengan berbagai media pembelajaran yang menarik.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini yaitu:

(1) menghasilkan sebuah produk pembelajaran berbasis blended learning (tatap muka, offline, online) pada mata kuliah sosio antropologi olahraga dan

(2) menguji efektifitas, efisiensi, dan daya tarik produk pengembangan yang dihasilkan pada hasil belajar.

Metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini menggunakan model konseptual yang mengacu pada pengembangan model rancangan berbasis blended learning (Dwiyogo, 2014:267-268). Subjek penelitian 50 mahasiswa pendidikan jasmani dan kesehatan dan 3 ahli validasi yang meliputi ahli pembelajaran, ahli materi dan ahli media.

Langkah-langkah rancangan tersebut adalah

(1) analisis kebutuhan pemecahan masalah,

(2) identifikasi sumber belajar dan kendala,

(3) identifikasi karakteristik pebelajar. Tahap rancangan meliputi

(4) menetapkan tujuan pembelajaran,

(5) memilih dan menetapkan strategi pembelajaran (mengorganisasi isi, penyampaian, serta pengelolaan),

(6) mengembangkan sumber belajar (tatap muka, offline, online maupun mobile). Tahap evaluasi meliputi

(7) uji coba,

(8) revisi,

(9) prototipe rancangan bahan ajar mata kuliah sosio antropologi olahraga menggunakan blended learning. Kemudian dilakukan uji efektifitas untuk mengetahui tingkat keefektifan, efisiensi, serta daya tarik model pembelajaran sosio antropologi olahraga berbasis blended learning.

Hasil dari penelitian dan pengembangan pembelajaran mata kuliah sosio antropologi olahraga berbasis blended learning menghasilkan spesifikasi produk sebagai berikut:

(1) metode tatap muka dengan menggunakan buku cetak sebagai sumber belajar,

(2) metode pembelajaran offline dengan menggunakan aplikasi autoplay media studio 8.0 yang berisi materi, foto, dan video untuk mendukung kejelasan pada materi,

(3) metode pembelajaran online dengan memanfaatkan kelas virtual edmodo yang dapat digunakan untuk berbagi materi dan evaluasi/kuis secara online. Hasil yang diperoleh dari uji efektivitas yang telah dilakukan oleh peneliti selama 3 kali pertemuan dengan 35 subjek penelitian diperoleh beberapa hasil.

Pada pertemuan pertama menggunakan metode tatap muka dengan materi pada bab 2, bab 3 dan bab 4 diperoleh rata-rata nilai, yaitu:

(1) nilai terendah 70 kredit B,

(2) nilai tertinggi 100 kredit A, dan

(3) keseluruhan nilai diperoleh rata-rata 82,38 kredit A-.

Pertemuan kedua menggunakan metode offline melalui multimedia interaktif autoplay dengan materi pada bab 5, bab 6, dan bab 7 diperoleh hasil rata-rata nilai, yaitu:

(1) nilai terendah 70 kredit B,

(2) nilai tertinggi 100 kredit A, dan

(3) keseluruhan nilai diperoleh rata-rata 83,90 kredit A-.

Pertemuan ketiga menggunakan metode online dengan materi bab  8 dan bab 9 diperoleh rata-rata nilai, yaitu:

(1) nilai terendah 75 kredit B+,

(2) nilai tertinggi 100 kredit A, dan (

3) keseluruhan nilai diperoleh rata-rata 85 kredit A. Keseluruhan nilai rata-rata termasuk dalam kategori “sangat tuntas”.

Hasil uji efisiensi diperoleh dari total waktu yang digunakan mahasiswa pada saat belajar dan mengerjakan soal evaluasi. Pertemuan pertama menggunakan metode tatap muka dengan rata-rata waktu pada bab 2, bab 3 dan bab 4 diperoleh waktu rata-rata 01.09.47 atau satu jam sembilan menit empat puluh tujuh detik jika dibandingkan dengan waktu yang digunakan oleh dosen pengampu sebesar 2x50 menit maka diperoleh efisiensi waktu 00:30:13 atau tiga puluh menit tiga belas detik.  Pertemuan kedua menggunakan metode offline  dengan materi pada bab 5, bab 6 dan bab 7 diperoleh rata-rata waktu 01:04:39 atau satu jam empat menit tiga puluh sembilan detik jika dibandingkan dengan waktu yang digunakan oleh dosen pengampu sebesar 2x50 menit maka diperoleh efisiensi waktu 00:35:21 atau tiga puluh lima menit dua puluh satu detik. Pertemuan ketiga melalui metode online dengan rata-rata waktu 00:56:37 atau lima puluh enam menit tiga puluh tujuh detik jika dibandingkan dengan waktu yang digunakan oleh dosen pengampu sebesar 2x50 menit maka diperoleh efisiensi waktu 00:43:24 atau empat puluh tiga menit dua puluh empat detik. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi efisiensi waktu pada saat menggunakan metode blended learning. Hasil uji daya tarik pembelajaran produk pengembangan diperoleh hasil rata-rata presentase, (1) 92,29% pertemuan I (tatap muka), (2) 93,14% pertemuan II (offline), (3) 94,43% pertemuan III (online). Keseluruhan rata-rata uji daya tarik produk diperoleh hasil sebesar 93,29% dengan kriteria sangat menarik.

 

Dari hasil penelitian dan pengembangan yang sudah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan pembelajaran mata kuliah sosio antropologi olahraga berbasis blended learning dinyatakan layak dan dapat digunakan oleh pengajar maupun pebelajar (mahasiswa) untuk menunjang serta sebagai referensi pada proses pembelajaran mata kuliah sosio antropologi olahraga. Dengan produk pembelajaran berbasis blended learning dapat menambah efisiensi waktu yang sebelumnya harus dilakukan dengan 8 kali pertemuan, dengan blended learning waktu yang dibutuhkan relatif singkat 3 kali pertemuan. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini yaitu produk pengembangan pembelajaran mata kuliah sosio antropologi olahraga berbasis blended learning hanya dapat digunakan di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Negeri Malang, namun tidak menutup kemungkinan digunakan di tempat lain dengan jurusan yang sama jika dilakukan analisis kebutuhan terlebih dahulu.