DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Strategi Pendampingan Anak Korban Kekerasan dalam Perspektif Dukungan Sosial (Studi Kasus di Kota Pasuruan)

Widyaswari, Monica.

Abstrak


RINGKASAN

Widyaswari, Monica. 2019. Strategi Pendampingan Anak Korban Kekerasan dalam Perspektif Dukungan Sosial (Studi Kasus di Kota Pasuruan). Tesis,

Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Pascasarjana Universitas Negeri

Malang.

Pembimbing:

(1) Dr. Hardika, M.Pd,

(2) Dr. Umi Dayati, M.Pd

 

Kata Kunci: pendampingan, kekerasan anak, dukungan sosial

Kota Pasuruan merupakan salah satu daerah yang masih mendapat perhatian khusus terkait kasus kekerasan anak. Hal ini disebabkan adanya kasus kekerasan anak yang masih rentan terjadi, terlebih pada anak di bawah umur sebagai korban. Rerata kasus kekerasan anak di Kota Pasuruan melibatkan fisik dan psikis, tindak asusila, serta pengabaian dan kesalahan dalam pengasuhan. Berkaca dari jumlah kasus kekerasan anak tersebut menuntut berbagai upaya pendampingan dari beberapa pihak seperti orangtua, masyarakat, dan pemerintah.

Di sisi lain seringkali kekerasan anak belum mendapatkan dukungan berupa pendampingan yang tepat. Hal ini dikarenakan pemahaman yang minim, sehingga hak anak korban kekerasan belum terakomodir dengan baik. Fokus penelitian ini untuk mengungkap strategi pendampingan anak korban kekerasan dalam perspektif dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pendampingan anak korban kekerasan di Kota Pasuruan dalam perspektif dukungan sosial pada kasus

(1) fisik dan psikis;

(2) tindak asusila; serta

(3) pengabaian dan kesalahan pengasuhan.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik snowball sampling untuk memilih informan penelitian. Informan dalam penelitian ini meliputi pihak formal (pemerhati anak dari sektor pemerintah dan non-pemerintahan dibantu oleh SKPD lainnya) beserta pihak informal (keluarga anak korban kekerasan dan pihak sekolah). Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus kekerasan di Kota Pasuruan rentan terjadi di lingkungan terdekat dan melibatkan anak di bawah 18 tahun. Strategi pendampingan anak korban kekerasan di Kota Pasuruan dalam perspektif dukungan sosial didasarkan pada tiga kasus yang sering terjadi pada tahun 2016- 2018 sebagai berikut:

(1) kekerasan fisik dan psikis melalui pemberian dukungan emosional berupa pengajuan laporan pengaduan kasus ke P2TP2A, pemberian dukungan instrumental oleh P2TP2A berupa identifikasi kasus sesuai layanan yang dikehendaki, upaya penanganan dan penyelesaian kasus oleh P2TP2A, sekolah, orangtua korban dan pelaku. Dukungan emosional dan instrumental diberikan kepada anak, serta informasional bagi orangtua korban maupun pelaku, serta dukungan emosional melalui monev oleh P2TP2A, sekolah, dan orangtua;

(2) tindak asusila dilakukan melalui identifikasi kondisi korban oleh pihak sekolah bersama ibu kandung korban berupa pemeriksaan kesehatan (dukungan emosional) dibantu oleh Puskesmas melalui layanannya (dukungan instrumental), upaya tindak lanjut penanganan melalui rujukan ke P2TP2A berupa dukungan  instrumental home visit, mobilisasi sumber daya melalui kerja sama dengan kepolisian untuk penyidikan (dukungan instrumental), serta upaya penanganan dan penyelesaian kasus yang masih berlangsung dalam tahap penyidikan; dan

(3) pengabaian dan kesalahan pengasuhan berupa upaya penanganan dan penyelesaian kasus awal (dukungan instrumental) oleh pihak sekolah melalui rapat internal, upaya tindak lanjut melalui mediasi bersama Dinas Pendidikan dan psikolog untuk memberikan dukungan emosional kepada korban selaku siswa ABK sesuai peraturan pendidikan inklusi, serta implementasi hasil mediasi disertai monev oleh orangtua dan sekolah.

Saran penelitian ini ditujukan kepada

(1) DP3AKB bidang perlindungan anak untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan pendampingan anak di lapangan, serta melaksanakan program perlindungan atau pendampingan anak korban kekerasan secara berkelanjutan;

(2) P2TP2A Kota Pasuruan agar memperkuat sinergitas antar SKPD lain dan sektor non-pemerintahan, meningkatkan SDM yang memenuhi agar pendampingan berjalan efektif dan efisien, meningkatkan fasilitas di Sekretariat Advokasi Kota Layak Anak P2TP2A, serta mengadakan penyuluhan secara luas terkait pencegahan kekerasan anak;

(3) LPA Kota Pasuruan agar memperkuat koordinasi dengan sektor pemerintahan, mampu memanfaatkan fasilitas dengan baik seperti kantor yang telah disediakan untuk mendukung perlindungan anak, melaksanakan dan meningkatkan program pendampingan anak sesuai tugas pokok dan fungsi, melakukan pengadaan atau rekruitmen SDM, serta meningkatkan pelayanan pendampingan secara berkelanjutan; dan

(4) peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian selanjutnya atau sebagai bahan pertimbangan terkait strategi khusus pendampingan anak korban kekerasan pada jenis kasus atau lokasi penelitian lain sesuai dengan perkembangan.

 

SUMMARY

Widyaswari, Monica. 2019. The Strategy for Mentoring to Child Victims of

Violence in a Social Support Perspective (Case Study in Pasuruan).

Thesis, Non-formal Education, Graduate Program, State University of

Malang.

Advisors:

(1) Dr. Hardika, M.Pd,

(2) Dr. Umi Dayati, M.Pd

 

Keywords: mentoring, child abuse, social support

Pasuruan is one of the areas that still gets special attention to the case of

child violence because it is still vulnerable to occurring and involving children as

victims. The average case of child abuse in the Pasuruan includes the physical and

psychological, immoral, neglect and mistakes in parenting. Based on the number

of cases of the children of violence requires assistance from parents, the

community, and the government. On the other hand, often violence against

children has not received appropriate support from the environment because they

do not understand so that the rights of children as victims of violence have not

been well-accommodated. The focus of the research is the strategies for mentoring to child victims in the perspective of social support. The aim of this research is reviewing and

analyzing the strategies for mentoring to child victims in the perspective of social

support includes

(1) the physical and psychological,

(2) immoral,

(3) neglect and

mistakes in parenting.

This research used a qualitative approach and case study methods. The technique used to select informants is snowball sampling. The informants were the formal sector (government and non-government) and the informal sector (the family of child victims of violence). Data collection used an interview technique, observation, and documentation. Data analysis in this research used Spradley’s models. The results of this research are in this study, cases that occurred include the physical and psychological, immoral, neglect and mistakes in parenting. All three cases occur in the nearest environment and involve children under 18 years. The trategy for mentoring to child victims of violence from the three cases are as

follows:

(1) physical and psychological violence through the provision oemotional support in the form of filing complaint reports to P2TP2A, identification according to desired services by P2TP2A (instrumental support), handling and resolution of cases by P2TP2A, school, and parents.

(2) immoral is carried out through identification of the client's condition by the school and the victim's mother in the form of a health examination (emotional support) assisted by the health center through its services (instrumental support), follow-up through referral to P2TP2A with instrumental support for home visits, the mobilization of resource through cooperation with the police for investigation (instrumental support), and handle and resolve cases during the investigation phase; and

(3) neglect and mistakes in parenting in the form of efforts to handle and resolve

initial cases (instrumental support) by the school through internal meetings, follow-up through mediation with the institution of education and psychologists to  provide emotional support to victims based on inclusive education regulations, and the implementation and monitoring and evaluation by parents and schools. Suggestions of this research are

(1) DP3AKB in the field of child protection to carry out periodic monitoring and evaluation of the implementation of child mentoring, and implementing programs to protect or mentoring to child victims of violence in a sustainable;

(2) P2TP2A in order to strengthen the synergy between other institution and non-government parties, improve human resources that fulfill effective and efficient assistance, improve facilities in Sekretariat Advokasi Kota Layak Anak P2TP2A, and conduct broad counseling on prevention of child violence;

(3) LPA in order to strengthen coordination with the government sector, utilize facilities properly such as offices that have been provided to support child protection, implement and improve child assistance programs in accordance with basic tasks and functions, recruit human resources, and improve mentoring services sustainably; and

(4) the next researcher can develop this topic with different perspectives as material and adapted to social development.