DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Konsep Mean Melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Intuitif Manipulatif di Kelas IX SMP Negeri 6 Pamekasan. (Tesis)

Muhammad Baidawi

Abstrak


Matematika sebagai wahana pendidikan mempunyai tujuan mencerdaskan siswa, membentuk kepribadian siswa, serta mengembangkan keterampilan tertentu sehingga dapat mengarahkan siswa pada pembelajaran nilai-nilai dalam kehidupan melalui matematika. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa beberapa lembaga pendidikan (sekolah) belum menjadi sarana pendidikan yang menyenangkan dan memberikan pengetahuan yang bermakna bagi peserta didik. Saat ini, beberapa sekolah lebih menekankan pada tuntasnya materi dari pada kebermaknaan materi tersebut. Sekolah lebih menekankan pada tuntasnya materi karena menyesuaikan dengan kurikulum.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah telah melakukan beberapa upaya, seperti meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru dengan program sertifikasi guru, meningkatkan sarana dan prasarana sekolah dengan bantuan operasional sekolah (BOS), dan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan penyempurnaan kurikulum dari kurikulum berbasis kompetensi (KBK) menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Melalui sertifikasi guru, pemerintah juga menuntut guru mempunyai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional. Dengan demikian guru dituntut agar tidak selalu mengajar dengan pendekatan konvensional, artinya guru dalam mengajar matematika memerlukan pendekatan yang dapat melibatkan siswa berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar matematika. Alternatif pendekatan yaitu dengan pendekatan intuitif manipulatif.

 Kata intuitif menurut kamus bahasa Indonesia berasal dari kata intuisi. Intuisi adalah suatu sarana untuk mengetahui secara langsung berdasarkan pengalaman seseorang yang kebenarannya bersifat relatif. Untuk membantu siswa memahami materi yang abstrak atau mengenalkan konsep yang baru diperlukan suatu pendekatan manipulatif, yaitu pendekatan yang menggunakan bahan manipulatif sebagai media pembelajaran. Dengan bahan manipulatif, siswa dapat merepresentasikan secara konkret dari sesuatu yang abstrak atau konsep yang baru. Dengan demikian pendekatan intuitif manipulatif merupakan pendekatan yang menggunakan intuisi dan bahan manipulatif untuk mencari suatu kebenaran dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran ini peneliti bermaksud ingin mengarahkan siswa mengkonstruk pemahamannya bahwa mean dapat dikatakan sebagai titik setimbang.

Konsep mean merupakan bagian terpenting dalam statistik, akan tetapi menurut penelitian, siswa mengalami kesulitan dalam memahami rumus dan menghafal simbol mean. Pada saat pembelajaran siswa sering menjawab ragu-ragu karena takut, dan siswa jika ditanya satu persatu sering gemetar tetapi jika bersama-sama tidak demikian. Dari hasil wawancara dengan guru SMP Negeri 6 Pamekasan minat belajar dan keaktifan siswa belum optimal, kemampuan siswa dalam memahami konsep kurang dari 50%, dalam pembelajaran guru menggunakan metode ekspositori dan belum pernah menggunakan pendekatan intuitif manipulatif.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan intuitif manipulatif sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep mean. Subyek dari penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 6 Pamekasan. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas.

Pembelajaran mean dengan pendekatan intuitif manipulatif terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep mean dengan langkah pembelajaran yaitu, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, siswa diberikan tes awal untuk mengetahui kemampuan prasyarat yang harus dimiliki siswa dalam belajar konsep mean. Hasil tes awal menunjukkan bahwa siswa belum memahami materi prasyarat yang harus dimiliki siswa. Pada tahap pelaksanaan terdiri dari tiga tahap yaitu tahap awal, tahap inti dan tahap akhir. Pada tahap awal peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran, memotivasi siswa, memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi prasyarat dan meminta siswa membentuk kelompok sesuai kelompok yang sudah ditentukan. Pada tahap inti kelompok diminta mengerjakan LKS dengan langkah 1) menentukan titik setimbang, 2) menentukan jarak posisi benda terhadap titik setimbang, 3) menentukan syarat kesetimbangan dan menemukan rumus mean, 4) memaknai mean sebagai titik setimbang, (5) menghitung mean setelah dimodifikasi. Tahap inti diakhiri dengan peresentasi dari perwakilan kelas. Pada tahap akhir peneliti bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. Pada tahap evaluasi, peneliti memberikan tes akhir untuk mengukur pemahaman siswa terhadap konsep mean.

Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I dan II meningkat 7.7 % dan termasuk pada kategori sangat baik. Pemahaman siswa terhadap konsep mean meningkat, terbukti dari hasil refleksi pada siklus I, 4 dari 7 kelompok dapat menentukan titik setimbang, 3 dari 7 kelompok dapat menemukan rumus mean, 2 dari 7 kelompok dapat memaknai mean sebagai titik setimbang, 1 dari 7 kelompok dapat menghitung mean setelah dimodifikasi. Pada siklus II semua kelompok dapat menentukan titik setimbang, 6 dari 7 kelompok dapat menentukan syarat kesetimbangan, semua dapat menemukan rumus mean, semua kelompok dapat memaknai mean, dan 6 dari 7 kelompok dapat menghitung mean setelah dimodifikasi. Hasil tes akhir siswa yaitu 79,4 lebih dari standar ketuntasan minimal (SKM) yaitu 65.

Respon siswa terhadap pembelajaran mean dengan pendekatan intuitif manipulatif berdasarkan rekap angket umpan balik siswa menunjukkan respon yang positif, baik pada aspek sikap, aspek kemenarikan, dan aspek kemudahan pembelajaran. Skor rata-rata angket umpan balik siswa pada aspek sikap, kemenarikan, dan kemudahan berturut-turut 4.01 (masuk pada kategori setuju), 2.69 (masuk pada kategori menarik), dan 2.95 (masuk pada kategori mudah).

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka guru matemátika khususnya guru SMP Negeri 6 Pamekasan disarankan melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan intuitif manipulatif sebagai pembelajaran alternatif pada materi mean dan guru memantapkan pengetahuan prasyarat siswa sebelum materi mean dipelajari.

Abstract:

Keywords: Mean, Manipulative Intuitive Approach.

Mathematics education as a vehicle for educating students has purpose, shape the personality of students, as well as develop specific skills that can lead students in the instruction of values in life through the math. The fact the field indicate that some educational institutions (school) have not become a fun and educational tool to provide knowledge that is meaningful for learners. Currently, some schools put more emphasis on the completion of the significance material such materials. More emphasis on school completion by adjusting the curriculum materials.

To improve the quality of education, the government has launched several efforts, such as improving the competence and the welfare of teachers with teacher certification programs, improving school facilities and infrastructure with the School Operational Assistance (SOA), and improve the quality of learning by improving the curriculum of competency-based curriculum (CBC) to unit level education curricula (ULEC). Through the certification of teachers, the government also demanded that teachers have the pedagogical competence, competence personality, social competence, and professional competence. Thus, teachers are required in order not always taught with the conventional approach, which means that teachers in teaching mathematics requires an approach that can involve students actively involved in mathematics teaching and learning activities. Alternative approaches, with an manipulative intuitive approach.

 Intuitive word according to Indonesian dictionary derived from the word intuition. Intuition is a means to find out directly based on the experience of someone whose truth is relative. To help students understand abstract material or introduce new concepts that required a manipulative approach, the approach using manipulative materials as a medium of learning. With manipulative materials, students are able to represent in concrete terms of something abstract or new concepts. Thus, manipulative intuitive approach is an approach that uses intuition and manipulative materials to find some truth in learning. In this study the researcher intends to lead students to construct understanding that the mean can be said as a point of equilibrium.

The concept of the mean is the most important part in the statistics, but according to the study, students have difficulties in understanding formulas and memorize the symbols mean. At the time of students are often hesitant to answer for fear, and students if asked one by one is often shaky, but if it is not the case together. From interviews with teachers SMP Negeri 6 Pamekasan interest in learning and students' activeness is not optimal, the instruction ability of students in understanding the concept of less than 50%, in instruction and teachers use expository methods have not used an manipulative intuitive approach.

This study aims to describe the execution of manipulative learning with an intuitive approach that can enhance students' understanding of the concept of the mean. The subjects of the study were students of class IX SMP Negeri 6 Pamekasan. Qualitative research approach with the design of classroom action research.

 Mean instruction with the manipulative intuitive approach proven to improve students' understanding of the concept of the mean with the instruction step that is, preparation, implementation, and evaluation. In the preparation stage, students are given initial tests to determine the ability of prerequisites that must be owned by students in learning the concept of the mean. Results of initial tests show that students do not understand the material prerequisites that must be owned by students. At the implementation stage consists of three phases: initial, core stage and final stage. At the early stage researchers convey learning goals, motivate students, provide a question related to the prerequisite items and asks students to form groups according to the group that had been determined. At the core stage of the group are asked to do worksheets with step 1) determine the equilibrium point, 2) determine the distance of the object's position to the point of equilibrium, 3) determine the conditions of equilibrium and find the formula of the mean, 4) interpret the mean as a point of equilibrium, (5) calculate the mean after modified . Stage ends with presentation core of the class representatives. In the final step concludes the researcher with the student learning outcomes. In the evaluation phase, the researchers gave the final test to measure students' understanding of the concept of the mean.

Results of observation of student activity in the cycle I and II increased by 7.7% and included in the excellent category. Students understanding of the concept of the mean increases, as evidenced from the result of reflection on the first cycle, four of the seven groups can determine the equilibrium point, three of the seven groups can find a formula of the mean, two of the seven groups may interpret the mean as a point of equilibrium, one can calculate from the seven groups the mean after modified. In the second cycle of all the group can determine the equilibrium point, six of the seven groups can determine the equilibrium conditions, can all find the formula of the mean, all groups can interpret the mean, and six of the seven groups can calculate the mean after modified. Final test results of students is 79.4 more than the minimum standards of completeness (MSC) is 65.

The mean response of students towards learning with manipulative intuitive approach based on student feedback questionnaire recap show a positive response, both in the aspect of attitude, aspects of attractiveness, and convenience aspects of learning. The average score of the feedback questionnaire on aspects of students attitudes, attractiveness, and convenience in a row 4.01 (signed at disagree categories), 2.69 (entrance on interesting category), and 2.95 (go easy on the category).

Based on these results, the teachers, especially teachers of mathematics at SMP Negeri 6 Pamekasan suggested implementing with an manipulative intuitive approach to as an alternative instruction materials and teacher mean strengthening students prerequisite knowledge prior to the mean material studied.