DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Pemecahan Masalah melalui Learning Cycle pada Materi Garis Singgung Lingkaran di Kelas VIII SMP Laboratorium UM. (Tesis)

Vita Kusumasari

Abstrak


Salah satu standart isi matematika menurut NCTM adalah geometri. Oleh karena itu, geometri merupakan cabang matematika yang menempati posisi penting untuk dipelajari karena geometri digunakan oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, garis singgung lingkaran merupakan materi yang masuk dalam ruang lingkup geometri. Namun, berdasarkan observasi awal di SMP Laboratorium UM, didapatkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi garis singgung lingkaran. Kemampuan siswa masih terbatas pada menghafal rumus. Kesulitan siswa juga ditemui dalam hal pemahaman konsep. Salah satu penyebabnya adalah siswa tidak memahami bagaimana proses untuk mendapatkan rumus tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemecahan masalah melalui learning cycle yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi garis singgung lingkaran. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian ini terbagi dalam tiga pertemuan. Data penelitian meliputi: (1) tes, (2) pengamatan aktivitas siswa, (3) wawancara, dan (4) validasi instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VIII-D SMP Laboratorium UM. Dari pelaksanaan tindakan diperoleh bahwa tes siswa tuntas secara klasikal. Sedangkan hasil pengamatan aktivitas siswa pada pertemuan I dalam kriteria sangat baik, pada pertemuan II dalam kriteria sangat baik, dan pada pertemuan III dalam kriteria sangat baik.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa proses pemecahan masa-lah melalui learning cycle yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi garis singgung lingkaran dilakukan dalam lima tahap, yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Proses pemecahan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada fase exploration. Proses pemecahan masalah dimulai dengan mengajukan masalah dengan menggunakan gambar. Siswa mema-hami masalah dengan menunjukkan garis yang merupakan garis singgung ling-karan. Selanjutnya, menyusun rencana untuk menentukan panjang garis singgung lingkaran dengan mengidentifikasi segitiga siku-siku yang terbentuk dan menen-tukan sisi yang harus ditentukan panjangnya. Dengan menggunakan teorema Pythagoras, siswa melaksanakan rencana untuk menentukan panjang sisi segitiga siku-siku yang ditanyakan. Untuk memeriksa kembali, siswa mengecek hasil yang diperoleh dengan menggunakan gambar dan membandingkan dengan hasil perhi-tungan. Bagi peneliti lain yang berminat mengadakan penelitian serupa hendaknya dapat mengembangkan pembelajaran ini pada materi matematika yang lain.

 

Abstract:

Salah satu standart isi matematika menurut NCTM adalah geometri. Oleh karena itu, geometri merupakan cabang matematika yang menempati posisi penting untuk dipelajari karena geometri digunakan oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, garis singgung lingkaran merupakan materi yang masuk dalam ruang lingkup geometri. Namun, berdasarkan observasi awal di SMP Laboratorium UM, didapatkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari materi garis singgung lingkaran. Kemampuan siswa masih terbatas pada menghafal rumus. Kesulitan siswa juga ditemui dalam hal pemahaman konsep. Salah satu penyebabnya adalah siswa tidak memahami bagaimana proses untuk mendapatkan rumus tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemecahan masalah melalui learning cycle yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi garis singgung lingkaran. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan penelitian ini terbagi dalam tiga pertemuan. Data penelitian meliputi: (1) tes, (2) pengamatan aktivitas siswa, (3) wawancara, dan (4) validasi instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VIII-D SMP Laboratorium UM. Dari pelaksanaan tindakan diperoleh bahwa tes siswa tuntas secara klasikal. Sedangkan hasil pengamatan aktivitas siswa pada pertemuan I dalam kriteria sangat baik, pada pertemuan II dalam kriteria sangat baik, dan pada pertemuan III dalam kriteria sangat baik.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa proses pemecahan masa-lah melalui learning cycle yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi garis singgung lingkaran dilakukan dalam lima tahap, yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation. Proses pemecahan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada fase exploration. Proses pemecahan masalah dimulai dengan mengajukan masalah dengan menggunakan gambar. Siswa mema-hami masalah dengan menunjukkan garis yang merupakan garis singgung ling-karan. Selanjutnya, menyusun rencana untuk menentukan panjang garis singgung lingkaran dengan mengidentifikasi segitiga siku-siku yang terbentuk dan menen-tukan sisi yang harus ditentukan panjangnya. Dengan menggunakan teorema Pythagoras, siswa melaksanakan rencana untuk menentukan panjang sisi segitiga siku-siku yang ditanyakan. Untuk memeriksa kembali, siswa mengecek hasil yang diperoleh dengan menggunakan gambar dan membandingkan dengan hasil perhi-tungan. Bagi peneliti lain yang berminat mengadakan penelitian serupa hendaknya dapat mengembangkan pembelajaran ini pada materi matematika yang lain.