DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakterisasi Contoh Spontan Guru dalam Pembelajaran Matematika

Cahyaningsih, S.M.D.

Abstrak


RINGKASAN

Cahyaningsih, S.M.D. Karakterisasi Contoh Spontan Guru dalam Pembelajaran Matematika. Tesis. Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Dr. Subanji, M.Si.,

(II) Dr. rer. nat. I Made Sulandra, M.Si.

 

Kata kunci: guru berpengalaman, guru pemula, contoh spontan, siswa

Penggunaan contoh spontan dalam pembelajaran matematika di kelas merupakan bagian kelengkapan dari praktik pengajaran matematika dan memiliki pengaruh besar pada pembelajaran. Ketika dalam pembelajaran berlangsung, siswa bertanya dan guru tidak mempersiapkan contoh untuk merespon pertanyaan siswa tersebut, guru akan memunculkan contoh spontan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakterisasi contoh spontan guru pemula dan guru berpengalaman dalam materi pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru berpengalaman di kelas VIII SMP Negeri 8 Malang dan guru pemula di kelas VIII SMP Ar-Rohmah. Teknik pengambilan data terdiri dari observasi langsung dalam pembelajaran proses SPLDV dan wawancara dengan guru berpengalaman dan guru pemula. Proses pembelajaran itu juga direkam. Ketika wawancara dimulai, guru berpengalaman dan guru pemula akan diputarkan potongan video pembelajaran materi SPLDV, agar mereka mengingat kembali keadaan kelas saat pemberian contoh spontan berlangsung. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui karakterisasi contoh spontan oleh guru berpengalaman dan guru pemula. Hasil penelitian ini menemukan tiga jenis karakterisasi contoh spontan guru berpengalaman dan guru pemula dalam pembelajaran SPLDV. Karakteriasi contoh spontan tersebut terdiri dari: contoh spontan ilustratif, contoh spontan klarifikatif, dan contoh spontan konfirmatif. Contoh spontan ilustratif diberikan guru berpengalaman untuk mengilustrasikan kesulitan yang dialami siswa, yaitu dengan memberikan contoh spontan sederhana yang mirip dengan kesalahan yang dialami siswa dan bentuknya

lebih nyata. Sedangkan contoh spontan ilustratif diberikan guru pemula digunakan untuk mengilustrasikan atas pernyataan pemahaman siswa dan masalah kesulitan yang dialami siswa, yaitu dengan hanya memberikan contoh-contoh spontan sederhana yang mirip dengan kesalahan yang dialami siswa. Contoh spontan ilustratif juga diberikan guru pemula untuk mengilustrasikan materi baru yang akan dijelaskan, yaitu dengan contoh-contoh spontan lebih sederhana yang menggambarkan materi baru untuk membangun pemahaman siswa.  Contoh spontan klarifikatif diberikan guru berpengalaman untuk mengklarifikasi kesalahan siswa, yaitu dengan menggunakan contoh-contoh spontan sederhana untuk mengklarifikasi kesalahan siswa, dan membandingkan dengan konsep yang menjadi penyebab kesalahan siswa. Sedangkan contoh spontan klarifikatif pada guru pemula diberikan untuk mengklarifikasi pertanyaan atas pemahaman siswa, kesalahan dan kesulitan siswa, yaitu dengan menggunakan contoh-contoh spontan sederhana yang mirip dengan contoh kesalahan dan kesulitan siswa yang digunakan untuk mengklarifikasi konsep saja.

Contoh spontan konfirmatif pada guru berpengalaman digunakan untuk menegaskan konsep matematika pada siswa, yaitu dengan menggunakan contoh spontan yang mengilustrasikan kesalahan siswa dengan sederhana, mengklarifikasi kesalahan siswa tersebut, dan membandingkannya dengan konsep yang menjadi penyebab kesalahan siswa. Sedangkan contoh spontan konfirmatif pada guru pemula digunakan untuk menegaskan konsep matematika pada siswa yaitu dengan memberikan contoh-contoh spontan yang mengilustrasikan kesalahan siswa dengan sederhana, dan mengklarifikasi kesalahan tersebut. Contoh spontan konfirmatif juga diberikan guru pemula untuk mengkonfirmasi pemahaman materi siswa, yaitu dengan memberikan contoh-contoh spontan sederhana yang mirip dengan contoh sebelumnya.