DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perubahan Konseptual dan Literasi Saintifik Melalui Pembelajaran Berbasis Inkuiri dalam Program STEM pada Materi Fluida Dinamis di SMA Negeri 9 Malang

Nurbaya, C.B.

Abstrak


RINGKASAN

Nurbaya, C.B. 2019. Perubahan Konseptual dan Literasi Saintifik Melalui Pembelajaran Berbasis Inkuiri dalam Program STEM pada Materi Fluida Dinamis di SMA Negeri 9 Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Dr. Lia Yuliati, M.Pd

(II) Prof. Dr. Sutopo, M.Si.

 

Kata Kunci: pembelajaran inkuiri, STEM, perubahan konseptual, literasi saintifik, fluida dinamis

Salah satu tujuan pembelajaran fisika atau sains pada umumnya adalah meningkatkan pemahaman konsep siswa. Selain itu, siswa diharapkan memiliki keterampilan mengaplikasikan sains yang lebih dikenal dengan literasi saintifik. Peningkatan penguasaan konsep dan literasi saintifik dapat diatasi dengan pembelajaran pembelajaran berbasis inkuiri pada program STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematic), dimana siswa berpartisipasi aktif membangun pengetahuan baru. Fluida dinamis merupakan salah satu materi yang banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi dan memiliki kemampuan literasi saintifik yang masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan konseptual dan literasi saintifik siswa melalui pembelajaran inkuiri pada program STEM pada materi fluida dinamis.

Penelitian ini merupakan penelitian Mixed Methods model embedded experimental. Subyek penelitian adalah kelas XI IPA-5 SMAN 9 Malang dengan jumlah 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara dan observasi. Tes dilakukan sebanyak dua kali, yaitu saat pretest dan posttest. Jawaban siswa dikategorikan kedalam 4 kategori penguasaan konsep yang teridiri dari tidak paham, spesifik miskonsepsi, paham sebagian dan paham konsep. Literasi saintifik dikelompokkan menjadi 5 level yaitu scientific illeteracy, nominal scientific literacy, functional scientific literacy, conceptual scientific literacy, dan multidimensional scientific literacy. Jawaban siswa yang telah dikategorikan dianalisis menggunakan paired sample t-test, N-gain, effect size dan crosstabulation. Hasil wawancara dan observasi dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Perubahan kemampuan konseptual siswa mengenai materi fluida dinamis dapat dilihat melalui nilai effect size diperoleh nilai sebesar 3,037 (kategori kuat) dan nilai N-gain sebesar 0.742 (kategori tinggi). Dari hasil crosstabulation menunjukkan 88.75% siswa mengalami kenanikan perubahan konseptual. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa literasi siswa meningkat. Peningkatan tersebut ditunjukkan analisis paired sample t-test (p=0,000) yang berarti terdapat perbedaan nilai pretest dan posttest, dimana nilai rata-rata posttest lebih tinggi daripada nilai pretest.  Level paling tinggi yang dicapai adalah level FSL. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa pada umunya masih termasuk dalam pemahaman konsep dasar namun masih memiliki keterbatasan konsep, kosa kata dan pemahaman. Hasil wawancara menunjukkan bahwa adanya percobaan pada pembelajaran berbasis inkuiri dalam program STEM dapat membantu siswa lebih memahami konsep yang dipelajari.