DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Terstruktur Berdasarkan KTSP Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Tentang Lingkaran Di Kelas VIII SMP Negeri 5 Kepanjen Kabupaten Malang. (Tesis)

Sujoko Purnomo

Abstrak


Dari hasil observasi pendahuluan di lapangan, diperoleh data mengenai situasi dan kondisi pembelajaran matematika di obyek penelitian yaitu di SMP Negeri 5 Kepanjen. Temuan penulis adalah mengenai kurangnya minat dan motivasi siswa untuk belajar menggunakan buku paket pembelajaran yang dijadikan rujukan, khususnya pada mata pelajaran matematika kelas VIII. Akibat dari kurangnya minat dan motivasi siswa tersebut, kemampuan pemahaman konsep khususnya pada materi Lingkaran sangat kurang. Kurangnya pemahaman konsep materi Lingkaran terlihat dari hasil wawancara guru bidang studi matematika kelas IX yang memberi materi tambahan untuk persiapan UN. Demikian juga ketergantungan dari sumber belajar yang berupa buku paket yang dijadikan sebagai rujukan oleh guru dan siswa masih kurang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa di SMP Negeri 5 Kepanjen, sehingga siswa mengalami kesulitan. Kesulitan-kesulitan siswa dalam mempelajari buku paket disebabkan materinya terlalu rumit (complicated) dan masih asing bagi siswa sehingga siswa tidak paham jika membaca sendiri, desain teks yang berupa tulisan dan gambar kurang bagus (kurang menarik). Demikian juga berdasarkan pengamatan penulis dan wawancara terhadap beberapa guru matematika serta beberapa siswa SMP Negeri 5 Kepanjen Kabupaten Malang, selama ini pembelajaran matematika khususnya siswa kelas VIII belum pernah menggunakan modul sebagai bahan ajar. Oleh karena itu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:"Belum tersedianya modul terstruktur berdasarkan KTSP untuk meningkatkan pemahaman konsep tentang lingkaran di kelas VIII SMP Negeri 5 Kepanjen Kabupaten Malang.

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah: "Menghasilkan produk modul terstruktur berdasarkan KTSP untuk meningkatkan pemahaman konsep tentang lingkaran di kelas VIII SMP Negeri 5 Kepanjen Kabupaten Malang" yang dilengkapi dengan panduan guru. Selain itu, modul pembelajaran yang dihasilkan ini diharapkan dapat mengatasi minimnya sumber belajar yang tersedia di SMP Negeri 5 Kepanjen.

Model pengembangan yang digunakan dalam pengembangan modul pembelajaran ini adalah model pengembangan Dick dan Carey (2001). Pemilihan model ini didasarkan atas pertimbangan bahwa model ini dikembangkan secara sistematis berdasarkan landasan teoritis desain pembelajaran. Model ini di susun secara terprogram dengan urutan-urutan kegiatan yang sistematis dalam upaya memecahkan masalah pembelajaran, khususnya masalah ketersediaan sumber belajar yang sesui dengan kebutuhan dan karakteristik siswa.

Produk pengembangan yang terdiri dari modul pembelajaran dan panduan guru selanjutnya diuji cobakan melalui beberapa tahap, yakni : (1) review oleh ahli isi (materi modul), (2) review oleh ahli rancangan pembelajaran, (3) uji perorangan, (4) uji coba kelompok kecil, dan (5) uji coba lapangan. Data hasil evaluasi tersebut yang berupa saran, tanggapan dan penilaian dari subyek uji coba digunakan sebagai masukan untuk merevisi dan menyempurnakan modul pembelajaran.

Berdasarkan analisis data dari uji ahli isi mata pelajaran terhadap produk pengembangan berupa modul pembelajaran 96,4 % dan panduan guru 97,2 %. Berdasarkan semua presentase nilai dari uji ahli isi mata pelajaran modul pembelajaran ini berada pada kualifikasi sangat baik, dan tidak perlu direvisi.

Hasil dari uji ahli rancangan pembelajaran terhadap modul pembelajaran yaitu: (1) berdasarkan tampilan modul (100%), (2) berdasarkan isi modul (93%), (3) berdasarkan bahasa yang digunakan (100%). Semua persentase tersebut berada pada kualifikasi sangat baik tidak perlu direvisi. Hasil uji untuk panduan guru (91,7 %) berada pada kualifikasi sangat baik,

Dari hasil uji coba perorangan yang menggunakan angket, pengembang mendapatkan cukup banyak masukan dan setelah direvisi dilanjutkan dengan uji kelompok kecil melalui angket. Diperoleh rerata dari uji kelompok kecil modul pembelajaran, yaitu sebesar 82,05%, menunjukkan bahwa modul pembelajaran berada dalam kualifikasi baik.

Rerata persentase angket penilaian siswa terhadap modul pembelajaran dalam uji lapangan adalah 80,85 % yang berarti modul pembelajaran berada pada kualifikasi baik. Penilaian guru terhadap modul pembelajaran (89%) berada pada kualifikasi baik dan penilaian terhadap panduan guru 82% berada pada kualifikasi baik.

Hasil analisis terhadap pretes dan postes diperoleh harga t hitung 21,415, harga t tabel 1,69 yang berarti t hitung > t table (sangat signifikan). Dengan demikian pembelajaran dengan menggunakan modul dapat meningkatkan pemahaman konsep lingkaran.

Berdasarkan hasil dari serangkaian uji coba yang dilakukan dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan dari pengembangan modul pembelajaran (1) Pengembangan modul pembelajaran matematika ini dirancang/didesain berdasarkan karakteristik dan kebutuhan siswa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa pada mata pelajaran Matematika (2) Pengembangan ini menggunakan model pengembangan Dick & Carrey (2001), (3) Pengembangan ini hanya pada lingkup SMP Negeri 5 Kepanjen yang dikembangkan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan belajar siswa, maka hasilnya tidak dapat memenuhi kebutuhan diluar SMP Negeri 5 Kepanjen, (4) Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini hanya sesuai untuk penelitian ini saja.

Saran untuk pengembangan selanjutnya adalah sebaiknya dikembangkan lebih lanjut dengan materi-materi lain terutama materi yang ada di kelas VIII semester dua sehingga modul pengembangan akan lengkap meliputi seluruh materi yang ada di semester 2. Bila perlu guru-guru SMPN 5 kepanjen dapat mengembangkan modul untuk semua materi pelajaran matematika sesuai dengan kelas yang diajarnya. 

 

Abstract:

Keywords: Learning Module Development, Circle form, Dick and Carey Model.

The first field observation result, taken data of Mathematics learning situation and condition at the object of research, it is SMPN 5 Kepanjen. The writer finding is about uninterested and motivated enough of the students to learn using the recommended text book, especially toward Mathematics subject at VIII Class. As a result of it, the students' ability about the concept especially toward circle form material is very poor. It is known from the teacher IX Class interview result that give additional material as UN preparation. Thus, the dependence from the learning source in form of the recommended text book that used as reference by teacher and student is still not appropriate with the students of SMPN 5 Kepanjen needed and characteristics, so the students had difficulty. The students' difficulties when they are learning the text book are caused by its complicated and unfamiliar material, so they don't understand if they read by themselves, the text design in form of its writing and picture isn't quite good (not interested enough). Likewise based on the writer observation and interview toward some of mathematics teachers as well as the students of State Junior High School 5 Kepanjen Malang Regency, all this time Mathematics learning especially the students at VIII class never use module as learning material. Therefore the research problem of this study is formulated " There is not structural module based on KTSP to improve understanding concept of circle form at VIII class of State Junior High School 5 Kepanjen Malang Regency.

The objective of the research "Producing structural module product based on KTSP to improve understanding concept of circle form at VIII class of State Junior High School 5 Kepanjen Malang Regency" that is completed with teacher's guidance. In addition, the product of this learning module is supposed to able to solve the minimum of learning source available at State Junior High School 5 Kepanjen.

The development model used in learning module development is Dick and Carey (2001). The selection to this model is based on consideration that this model is developed systematically based on theoretical background of learning design. This model is arranged well organized in a series of events systematically to solve learning problem, especially the learning source availability problem that is suitable with the students' characteristics and needed.

The development product including learning module and teacher guidance then furthermore tested through several steps: they are; (1). Review by the expert of content (Module material). (2). Review by the expert of learning design. (3). Individual test. (4). Small group test. (5). Field test. The data of evaluation result in form of suggestion, opinion and evaluation from the subject test is used as input to revise and to make learning module completed.

Based on the data analysis from the test by expert of subject content toward the development product in form of learning module is 96, 4% and teacher guidance is 97, 2%. Based on the entire score percentage from the test by expert of subject content, this module is categorized as a very good qualification, and it isn't necessary to revise.

The results of the expert learning design toward the learning module are (1). based on module performance (100%), (2). based on module content (93%). (3). Based on language used (100%). All of them are categorized as a very good qualification and it isn't important to revise. The result of test from teacher guidance is (91, 7%), it is on a very good categorization.

From the result of individual test by questionnaire, the developer gets much enough suggestion and after it is revised, then continued by small group test through questionnaire. Taken the average from learning module to the small group, it is 82, 05% showed that learning module on a good qualification.

The average students' questionnaire evaluation percentage toward learning module on field test is 80, 85%, it means the learning module is on a good qualification. The teachers' assessment toward learning module is 89%, it means on a good qualification and the assessment toward teachers' guidance is 82%, it is on a good qualification.

The analysis results toward pre-test and post-test, taken value of t hitung 21,415 and (t table) 1, 69, it means t hitung > t table (is very significant). So that, the learning uses module can increase understanding of circle form concept.

Based on the result of previous experiment, it is known the excellent and limitation from learning module development. (1) This Mathematics learning module development is designed based on students' need and characteristics. So, it is supposed to increase students' skill toward Mathematics subject. (2). This development uses Dick and Carey development Model (2001). (3). This development only on the scope of SMPN 5 Kepanjen based on students' learning needed and characteristics, so the result can't fulfill the outside of SMPN5 Kepanjen needed. (4). The research instrument used in this research only suitable for this research only.

For the next research, it is suggested to develop other materials, especially in VIII class at second semester, so the development will be perfect with all the materials at second semester. If it is important all the teachers of SMPN 5 Kepanjen can develop the module for all mathematics materials that appropriate to their own class.