DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penjenjangan Kemampuan Berpikir Kritis dan Identifikasi Tahap Berpikir Kritis Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FMIPA UNNES dalam Menyelesaikan Masalah Matematika. (Tesis)

Ary Woro Kurniasih

Abstrak


Berpikir kritis merupakan suatu jenis berpikir yang penting dalam menyelesaikan masalah matematika. Tingkat kemampuan berpikir kritis setiap orang berbeda dan perbedaan tersebut dapat dipandang sebagai suatu kontinum yang dimulai dari derajat terendah sampai tertinggi. Ide tentang tingkat kemampuan berpikir kritis telah dikemukakan oleh Elder dan Paul. Tingkatan berpikir kritis Elder dan Paul ini memuat komponen karakter intelektual bernalar yang susah diukur, tidak dapat ditransfer namun harus digali dan membutuhkan waktu yang lama untuk mengamatinya. Berpikir kritis dalam matematika merupakan proses mental yang melibatkan pengetahuan, keterampilan bernalar, dan karakter intelektual bernalar untuk menyelesaikan masalah matematika. Bagian berpikir yang dinilai adalah elemen bernalar (informasi, konsep dan ide, penyimpulan, serta sudut pandang) dengan standar penilaiannya adalah standar intelektual bernalar (kejelasan, ketepatan, ketelitian, relevansi, kelogisan, kedalaman, dan keluasan).

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan penjenjangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa prodi Pendidikan Matematika FMIPA UNNES dalam menyelesaikan masalah matematika dan mendeskripsikan tahap berpikir kritis mahasiswa untuk tiap tingkat kemampuan berpikir kritis. Prosedur pengumpulan data terdiri dari validasi, pembelajaran PBL, tes tertulis dan wawancara berbasis tugas. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 1 prodi Pendidikan Matematika Jurusan Matematika FMIPA UNNES tahun akademik 2009/2010.

Tingkat kemampuan berpikir kritis mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FMIPA UNNES dalam menyelesaikan masalah matematika hanya sampai tingkat kemampuan berpikir kritis 3 (kritis) dan tidak sampai pada tingkat kemampuan berpikir kritis 4 (sangat kritis). Penjenjangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika FMIPA UNNES dalam menyelesaikan masalah matematika terdiri dari tingkat kemampuan berpikir kritis 3 (kritis), tingkat kemampuan berpikir kritis 2 (cukup kritis), tingkat kemampuan berpikir kritis 1 (kurang kritis), dan tingkat kemampuan berpikir kritis 0 (tidak kritis). Masing-masing tingkat kemampuan berpikir kritis memiliki karakteristik tertentu berkaitan dengan elemen bernalar dan standar intelektual bernalarnya.

 

Tahap berpikir kritis terdiri dari tahap klarifikasi, tahap asesmen, tahap penyimpulan dan tahap strategi/taktik. Pada tahap klarifikasi, subjek yang menempati tingkat kemampuan berpikir kritis 0 sampai tingkat kemampuan berpikir kritis 3 menunjukkan karakteristik yang sama yaitu mendapatkan informasi yang ada pada gambar, dan mampu membuat gambar untuk mendapatkan informasi tambahan. Pada tingkat kemampuan berpikir kritis 0, subjek mengidentifikasi masalah (pertanyaannya) berdasarkan apa yang tersurat dan tidak menyeluruh. Sedangkan subjek pada tingkat kemampuan berpikir kritis 1 sampai tingkat kemampuan berpikir kritis 3 mampu mengidentifikasi masalah berdasarkan pernyataan yang ada (tersurat) pada masalah secara utuh (kalimat pertanyaan dibaca) dan mengetahui makna yang tersirat pada pertanyaan. Pada tahap asesmen, subjek yang menempati tingkat kemampuan berpikir kritis 0 hanya menggali sebagian kecil informasi yang relevan sedangkan subjek yang menempati tingkat kemampuan berpikir kritis 1 sampai tingkat kemampuan berpikir kritis 3 menggali sebagian besar informasi yang relevan dengan masalah. Pada tahap penyimpulan, subjek yang menempati tingkat kemampuan berpikir kritis 0 sampai tingkat kemampuan berpikir kritis 2 hanya menggunakan berpikir induksi sedangkan pada tingkat kemampuan berpikir kritis 3 menggunakan berpikir induksi dan berpikir deduksi. Pada tahap strategi/taktik, subjek yang menempati tingkat kemampuan berpikir kritis 0 menggunakan analogi atau tidak dapat memunculkan strategi yang digunakan. Subjek yang menempati tingkat kemampuan berpikir kritis 1 dan tingkat kemampuan berpikir kritis 2 menggunakan analogi, alur berpikirnya (penalaran) ada yang tidak dapat diikuti dan tidak logis, serta menggunakan pengetahuan yang sudah ada. Subjek pada tingkat kemampuan berpikir kritis 3 menggunakan idenya sendiri dengan mencari hubungan-hubungan dalam menyelesaikan masalah, dan alur berpikirnya (penalaran) jelas serta logis.

Berdasar hasil penelitian direkomendasikan adanya penelitian lanjutan yang membahas upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dan penelitian lanjutan untuk memantapkan hasil penjenjangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika di Jurusan Matematika FMIPA UNNES.

Abstract:

Critical thinking is an important type of thinking in solving mathematics problems. Level of critical thinking skills of each person is different and these differences can be viewed as a continuum that starts from the lowest to the highest degree. The idea of the level of critical thinking skills have been put forward by the Elder and Paul. Levels of critical thinking Elder and Paul have component that is character of intellectual reasoning that difficult to measure, can not be transferred but must be dug out and take a long time to observe it. Critical thinking in mathematics is a mental process that involves knowledge, reasoning skills, and character of intellectual reasoning to solve mathematics problems. The part of thinking that is assessed are reasoning elements (information, concepts and ideas, inference, and point of view) with its evaluation standard is the standard of intellectual reasoning (clarity, accuracy, precision, relevance, kelogisan, depth, and breadth).

This research is qualitative research that aims to describe arrangement of the level of students' critical thinking skills in Mathematics Education Study Program FMIPA UNNES for solving mathematics problems and describe the stages of critical thinking students for each level of critical thinking skills. The procedure consists of the validation data collection, learning with PBL, a written test and interview-based task. Subjects for this research were first semester students in Mathematics Education Study Program, Department of Mathematics FMIPA UNNES with academic year 2009/2010.

Level of critical thinking ability of students in Mathematics Education Study Program FMIPA UNNES for solving mathematics problems just to the third level critical thinking skills (critical) and have not reached the fourth level of critical thinking skills (very critical). Arrangement of the level of students' critical thinking abilities in Mathematics Education Study Program FMIPA UNNES in solving mathematics problems consists of critical thinking skills level 3 (critical), critical thinking skills level 2 (critical enough), critical thinking skills level 1 (less critical), and critical thinking skills level 0 (not critical). Each level of critical thinking ability has certain characteristics associated with the elements of reasoning and intellectual standards.

Critical thinking stage consists of clarification stage, assessment stage, inference stage and strategies /tactics stage. In the clarification stage, a subject that occupies critical thinking skills level 0 until level 3 showed the same characteristic that is getting the information in the picture, and be able to create images to get additional information. At the critical thinking skills level 0, subjects identified the problem (question) based on what scripture says and not exhaustive. While the subject at critical thinking skills level 1 until critical thinking skill level 3 is able to identify existing problems based on a statement (written) on the issue as a whole (the sentence reads question) and know the meaning implicit in the question. In the assessment phase, subjects who occupy critical thinking skill level 0 just dig a small portion of relevant information while the subject which occupies critical thinking skills level 1 until level 3 dig most of the information relevant to the problem. At the stage of inference, a subject that occupies a critical thinking skill level 0 to level 2 only using inductive thinking while subject that occupies a critical thinking skills level 3 using deductive thinking. At this stage the strategy / tactics, a subject that occupies the level of critical thinking skills 0 using the analogy or not can come up with strategies employed. Subject that occupies critical thinking skills level 1 and critical thinking skills level 2 using the analogy, some of the flow of thinking (reasoning) can not be followed and illogical, and using existing knowledge. Subject to the third level of critical thinking skills using his own ideas by looking for relationships in solving problems, and the flow of thinking (reasoning) is clear and logical.

Based on the results of the research recommended that further research will discuss efforts to improve students' critical thinking skills and there is a following research to strengthen students' critical thinking skills in solving mathematics problems in the Department of Mathematics, UNNES.