DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektivitas Model Pelatihan On-In-On-In pada Guru Sekolah Menengah Kejuruan dalam Memperoleh Keahlian Ganda

Wahyudi, Dian J.

Abstrak


ABSTRAK

Wahyudi, Dian J. 2019. Efektivitas Model Pelatihan On-In-On-In pada Guru

Sekolah Menengah Kejuruan dalam Memperoleh Keahlian Ganda. Tesis,

Program Studi Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana Universitas Negeri

Malang.

Pembimbing:

(1) Dr. Purnomo, S.T, M.Pd.,

(2) Dr. Yoto, S.T.,M.M., M.Pd.

 

Kata kunci: Efektivitas, On-Service Training, In-Service Training, Guru, SMK, Keahlian Ganda.

Program keahlian ganda merupakan pemindahan fungsi guru dari jenis guru

tertentu ke jenis guru lainnya (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016:74).

Program keahlian ganda dilaksanakan selama 12 bulan menggunakan model

pembelajaran “On-In-On-In”. Sasaran dari program keahlian ganda ini adalah guru

adaptif dan guru normatif. Perbandingan guru produktif dengan guru normatifadaptif di SMK adalah 22% dengan 78%. Hal ini akan menjadi tantangan bagi guru

yang dialihfungsikan menjadi guru produktif, karena guru tersebut memiliki

disiplin ilmu yang berbeda sebelumnya. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait

ketercapaian kompetensi dan seberapa efektif program keahlian ganda ini.

Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian

studi kasus. Rancangan penelitian studi multi kasus, merupakan pengembangan dari

rancangan penelitian studi kasus tunggal istilah yang digunakan adalah Multiple

Case Studies.

Hasil penelitian :

(1) Motivasi peserta mengikuti program sertifikasi

keahlian dan sertifikasi pendidik bagi guru SMK (keahlian ganda) adalah

mendapatkan sertifikat pendidik dan mengantisipasi kekurangan jam bagi guru

mata pelajaran normatif, adaptif akibat perubahan kurikulum 2013;

(2) Efektivitas

On-Service Training 1 (On-1) Modul cukup memberikan pengetahuan tentang

kompetensi yang dipilih, modul mudah dipelajari, susunan modul sudah sistematis

dan mengajarkan materi mulai dari dasar, konsultasi pada pendamping sesuai

dengan jadwal yang dibuat;

(3) Efektivitas In Service Training 1 (In-1) Penguatan

cukup menambah pemahaman terhadap materi sehingga dapat menjadi dasar untuk

modul di In-1, seluruh Intruktur baik dari pusat belajar maupun PPPPTK mampu

menjelaskan materi sesuai kompetensinya, alat-alat praktik yang ada di pusat

belajar lengkap, laboratoriumnya bagus, sehingga pembelajaran sangat terdukung.

kunjungan industri dilakukan di tempat yang sesuai dengan kompetensi keahlian

yang dipilih;

(4) Efektivitas On Service Training 2 (On-2) Magang mengajar

memberi gambaran tentang prospek kompetensi keahlian yang dipilih, Sesuai

antara tempat praktik kerja industri dengan kompetensi keahlian yang dipilih oleh

peserta, sehingga dapat diaplikasikan untuk mengajar;

(5) Efektivitas In Service

Training 2 (In-2) Secara umum pelatihan On-In-On-In cukup efektif, Model ini

mengharuskan peserta menguasai teknologi dan informasi. Bagaimana harus

upload tugas, ada proses mandiri ketika On, ada diklat ketika In, sesuai dengan

kondisi saat ini; dan

(6) kompetensi guru keahlian ganda pasca pelatihan On-In-OnIn, penguasaan pedagogik, penguasaan keterampilan, penguasaan dalam membuat

alat peraga baik, penguasaan dalam metode pembelajaran cukup baik.