DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis Multimedia Interaktif untuk Siswa Cerebral Palsy Kelas X SMALB

Elis Dwi Wulandari

Abstrak


Pembelajaran Matematika merupakan proses pemahaman dan penguasaan permasalahan sosial, ekonomi serta alam. Kompetensi dasar dapat dicapai dengan kegiatan pembelajaran yang mengimplikasikan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dan guru, lingkungan serta sumber belajar lainnya. Dalam mengkonkretkan pembelajaran matematika diperlukan adanya media pembelajaran, sehingga guru dituntut untuk menggunakan berbagai media dalam pembelajaran yang dapat membangkitkan semangat atau keaktifan siswa.

Kondisi tiap individu yang memiliki keterbatasan akan mempengaruhi proses belajar dan  proses pembelajaran yang terjadi akan berbeda dari sekolah untuk siswa normal. Perbedaan yang terjadi akan mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran, sehingga dibutuhkan komponen khusus dalam pembelajaran, salah satunya adalah media pembelajaran. Siswa berkebutuhan khusus salah satunya adalah siswa Cerebral Palsy (CP). Cerebral Palsy yaitu kondisi abnormalitas fungsi gerak, koordinasi, psikologis dan kognitif yang dipicu oleh kerusakan otak dan berimbas pada kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil wawancara serta studi terdahulu, selama ini belum ada media yang dapat memfasilitasi siswa CP untuk belajar dan mengembangkan kemampuan bergerak, padahal media tersebut sangat dibutuhkan. Media pembelajaran matematika berbasis multimedia interaktif dapat memberi kesempatan siswa dan tidak dipungkiri kebutuhan siswa CP dalam belajar dapat terjawab.

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu media pembelajaran matematika berbasis multimedia interaktif sebagai media pembelajaran yang menarik, valid, efektif dan praktis untuk siswa Cerebral Palsy kelas X SMALB. Multimedia interaktif dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE memiliki kesederhanaan dan struktur yang sistematis sehingga dapat digunakan dalam pengembangan media pembelajaran apapun. Tahapan yang dilakukan dalam mengembangkan media pembelajaran adalah:

(1) Analysis,

(2) Design,

(3) Development,

(4) Implementation dan

(5) Evaluation. Terdapat proses evaluasi di setiap tahapan, sehingga pada proses evaluasi, produk selalu mendapat perlakuan perbaikan agar memperoleh hasil yang lebih maksimal.

Multimedia interaktif dikembangkan dengan Adobe Flash CS4 dan menghasilkan multimedia berbentuk aplikasi. Pada tahap development, multimedia divalidasi oleh ahli materi dan media dengan hasil 77% (valid) serta oleh ahli materi terhadap pembelajaran dengan hasil 86,25% (sangat valid). Multimedia yang telah divalidasi selanjutnya diuji coba pada tiga siswa CP kelas X SMALB. Pada uji coba praktisi lapangan (guru dan siswa) diperoleh hasil uji kepraktisan 95,96% (sangat praktis) serta pada uji keefektifan diperoleh 100% yang menunjukkan media pembelajaran masuk kriteria efektif.

Berdasarkan hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa produk multimedia interaktif untuk siswa Cerebral Palsy kelas X SMALB yang telah dikembangkan adalah valid, praktis, dan efektif serta layak digunakan dalam proses pembelajaran.