DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Konflik Kognitif Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika

Wyrasti, Andi Fajeriani.

Abstrak


ABSTRAK

Wyrasti, Andi Fajeriani. 2019. Proses Konflik Kognitif Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika. Disertasi, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A.,

(II) Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd, MA.,

(III) Dr.rer.nat. I Made Sulandra, M.Si.

 

Kata Kunci: Proses Konflik Kognitif, Model Proses Konflik Kognitif

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses konflik kognitif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Fokus penelitian ini menitikberatkan pada proses konflik kognitif mahasiswa yang discrepant eventnya bersumber dari mahasiswa  sendiri, ketika menyelesaikan masalah matematika. Deskripsi proses konflik kognitif ini dikembangkan dari model proses konflik kognitif Kwon (1989). Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa tingkat sarjana pada Program Studi Pendidikan Matematika berjumlah tiga mahasiswa, yang telah menempuh Matakuliah Kalkulus, Analisis Riil, dan atau Teori Bilangan. 

Hasil penelitian ini menemukan tiga hal penting terkait proses konflik kognitif mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Pertama, terdapat kesamaan tahapan yang dilalui oleh ketiga subjek dalam penelitian ini. Lima tahap dalam proses konflik kognitif yang dialami mahasiswa yang ditemui dalam penelitian ini adalah tahap pendahuluan (preliminary stage), tahap sebelum konflik (pre-conflict stage), tahap konflik (in-conflict stage), tahap setelah konflik (post-conflict stage), dan tahap akhir (final stage). Tahap pendahuluan merupakan merupakan tahap ketika mahasiswa mulai mengidentifikasi masalah hingga meyakini konsep yang digunakan dalam menyelesaikan masalah dan meyakini jawabannya. Tahap sebelum konflik merupakan tahap ketika mahasiswa mulai membuktikan keyakinannya dan berakhir ketika menemukan data bertentangan. Tahap konflik kognitif merupakan tahap ketika mahasiswa menyadari dan mengakui kehadiran data bertentangan sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan, atau pernyataan-pernyataan yeng mengindikasikan terjadinya pertentangan, kemudian muncul ketertarikan atau kecemasan saat menyadari kehadiran menyadari kehadiran data bertentangan. Tahap setelah konflik merupakan tahap ketika mahasiswa memikirkan kembali pertentangan yang terjadi, apakah konflik yang terjadi akan diselesaikan ataukah ditinggalkan tanpa penyelesaian. Tahap akhir merupakan tahap ketika mahasiswa berhasil menemukan resolusi atas konflik kognitifnya, menyadari kesalahan yang mengakibatkan terjadinya pertentangan, merubah struktur pengetahuan yang dimilikinya, serta menyelesaikan masalah matematika yang sedang diselesaikan. 

Kedua, berdasarkan frekwensi dan pola kemunculan discrepant event, terdapat perbedaan diantara ketiga subjek penelitian. Perbedaan tersebut digolongkan dalam tiga model, yaitu

(1) model tunggal, yang disebut Single Discrepant Event (SDE),

(2) model siklus, yang disebut Cycle Discrepant Event (CDE), dan

(3) model berulang, yang disebut Multiple Discrepant Event (MDE). Mahasiswa dikategorikan dalam model SDE bila ia menemukan data bertentangan (discrepant event) dan melalui proses konflik kognitif hanya satu kali saja. Mahasiswa dikategorikan dalam model CDE bila ia menemukan data bertentangan (discrepant event) beberapa kali dalam satu proses konflik kognitif. Mahasiswa dikategorikan dalam model MDE bila ia menemukan data bertentangan (discrepant event) dan melalui proses konflik kognitif beberapa (lebih dari satu) kali.

 

Ketiga, berdasarkan proses yang terjadi sebelum dan sesudah konflik kognitif, terdapat perbedaan tipe proses konflik kognitif diantara ketiga subjek, yaitu tipe mirage, tipe melioration, tipe mystification, dan tipe lost. Tipe Mirage merupakan tipe proses konflik kognitif yang diawali dari adanya kesalahan penerapan pengetahuan terdahulu (yang benar) yang kemudian berhasil direkonstruksi dengan baik, namun tidak diperoleh solusi dari tugas yang diberikan. Tipe melioration merupakan tipe proses konflik kognitif yang diawali dari adanya kesalahan penerapan pengetahuan terdahulu (yang salah) dan kemudian berhasil direkonstruksi dengan baik setelah terjadi konflik kognitif dan membantu dalam menemukan solusi dari tugas yang diberikan. Tipe mystification merupakan tipe proses konflik kognitif yang diawali dari adanya kesalahan penerapan pengetahuan terdahulu (yang salah), yang kemudian berhasil direkonstruksi dengan baik, namun tidak diperoleh solusi dari tugas yang diberikan. Tipe lost merupakan tipe proses konflik kognitif yang diawali dengan adanya kesalahan penerapan pengetahuan terdahulu (yang salah), namun tidak diiringi dengan perbaikan kesalahan pengetahuan terdahulu, juga tidak membantu mahasiswa menyelesaikan tugas yang diberikan.