DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Berbasis Kearifan Lokal Tentang Bangunan Hindu-Buddha Berbahan Batu Bata Kuno di Delta Brantas Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa

Viona, Gebi Krista.

Abstrak


RINGKASAN

Viona, Gebi Krista. 2019. Pengembangan Modul Berbasis Kearifan Lokal Tentang Bangunan Hindu-Buddha Berbahan Batu Bata Kuno di Delta Brantas Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa. Tesis, Program Studi Pendidikan Sejarah, Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing

(I).Dr. Ari Sapto, M.Hum.,

(II) Dr. Blasius Suprapta, M. Hum.

 

Kata Kunci : Modul, Kearifan Lokal, Delta Brantas, Motivasi, Hasil Belajar

Pembelajaran sejarah sering mengalami kekurangan materi yang menarik, padahal dilingkungan sekitar terdapat peninggalan-peninggalan sejarah yang dapat mendukung proses pembelajaran. Smk Krian 1 Sidoarjo terletak di sekitar Delta Brantas yang terdapat banyak peninggalan masa Hindu-Buddha, sehingga pembelajaran sejarah dengan tema kearifan lokal akan memulai pembelajaran sejarah dari lingkungan siswa.

Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D Thiaragajan, dkk (1977 ) karena langkah-langkah yang sistematis yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan sedangkan untuk penyebaran tidak dilakukan karena kendala waktu. Penelitian pengembangan modul bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Penelitian pengembangan  mendapatkan hasil dari validasi ahli materi, validasi ahli bahasa, tanggapan guru, uji kelompok kecil dan uji lapangan. Pada tahap validasi memperoleh skor 78,5% yang menunjukkan kriteria “sangat valid“. Data hasil tanggapan guru mata pelajaran yaitu kemenarikan modul memperoleh skor 94% menunjukkan kriteria “sangat menarik“ dan hasil kepraktisan modul berdasarkan guru mata pelajaran sejarah memproleh skor 90% menunjukkan kriteria “sangat praktis“. Pada uji coba kelompok kecil terdiri dari 7 siswa,  diperoleh data kemenarikan modul yaitu skor 85% menunjukkan kriteria “sangat menarik“ dan hasil kepraktisan memperoleh skor 81,42% menunjukkan kriteria “sangat praktis “. Uji coba lapangan terdiri dari 30 siswa,  diperoleh data kemenarikan modul yaitu skor 87,7% menunjukkan kriteria “sangat menarik“ dan hasil kepraktisan memperoleh skor 84,58% menunjukkan kriteria “sangat praktis“.

Hasil dari penelitian pengembangan ini menunjukkkan bahwa modul sejarah berbasis kearifan lokal tentang bangunan Hindu-Buddha berbahan batu bata kuno di Delta Brantas valid, menarik dan praktis. Hal ini juga didukung dengan hasil keefektifan modul yang mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X Rekayasa Perangkat Lunak 1 di SMK Krian 1 Sidoarjo. Keefektifan modul kearifan lokal diperoleh dari hasil motivasi dan hasil belajar siswa. Indikator motivasi siswa yaitu Attention  (Perhatian) memperoleh skor 91,66%, Relevance  (Hubungan/ keterkaitan) memperoleh skor 91,38%,  Convidance  (Rasa Percaya Diri) memperoleh skor 92,08% dan Satisfication (Kepuasan) memperoleh 92,08%. Hasil belajar siswa yaitu kognitif dan psikomotor, dilihat dari ketuntasan nilai siswa. Hasil belajar kognitif siswa memperoleh skor 93%, dan hasil belajar psikomotorik siswa memperoleh 100%.