DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Cohesive Devices in Papers Written By English Department Students of State University of Malang. (Thesis)

Lilik Ulfiati

Abstrak


In creating coherent writing papers, cohesive devices have significant role because they provide not only surface evidence for the text unity but also express the continuity that exists between one part of the text and another.

  The present research aimed to investigate firstly manifestation of cohesive devices in the students' papers to construct coherent texts; secondly the students' errors in using cohesive devices made by the students in constructing coherent papers; thirdly the students' morphological errors in constructing coherent papers.

The subjects of the present research are the seventh semester students who specialize in Literature of English Department of Letters Faculty, the State University of Malang registered at the academic year 2009/2010 which consists of 10 students. They were assigned to write papers of 1500 words in length as their final project of Comparative Literary Studies course. They can choose their own topic and literary works to be analyzed. However, the lecturer will also provide several topics to help students save time thinking of the topic. These papers were used as the instruments to scrutinize the manifestation of cohesive devices in the students' papers and the errors in using cohesive devices as well as the students' morphological errors.

In analyzing the data, the researcher utilized the theory of cohesion analysis suggested by Halliday and Hasan (1984) and the theory of errors analysis recommended by Dulay et al., (1982:150) by identifying, classifying and describing the manifestation of cohesive devices, the errors in using cohesive devices and their morphological errors in English papers made by the subject.

The result showed that the students employ eleven of the sixteen types of cohesive devices described by Halliday and Hasan (1984) in the students' papers. The eleven types include lexical reiteration (LR) that reached up to 56.06%, pronominal reference (PR): 19.11%, demonstrative reference (DR) 18.01%, addictive conjunction (AddC): 1.59%, lexical collocation (LC): 1.55% , adversative conjunction (AdvC): 1.35%, causal conjunction (CC): 1.16%, comparative reference (CR) 0.75%, temporal conjunction (TC): 0.32% , nominal substitution (NS): 0.16% , and other continuative conjunction (OCC): 0.020%. Five of cohesive devices that are absent from the students' papers include verbal substitution (VS), clausal substitution (CS), nominal ellipsis (NE), verbal ellipsis (VE) and clausal ellipsis (CE). Then, the variation of cohesive devices the students use in their papers involves seven to ten types of cohesive devices. In addition, the frequency of cohesive devices in general is 4.4. It means that cohesive devices occur 4.4 times in each T-unit. The frequency of each type of cohesive is different from one to another. A particular type, that is LR, occurs very frequently. It occurs 2.48 times in each T-unit. Some other types, PR and DR, occur frequently. PR occurs 0.83 time, whereas DR occurs 0.78 time in each T-unit. Some others occur rarely, not more than 0.1 time in each T-unit.

Meanwhile, the cohesive devices errors in the students' papers included reference, conjunction, substitution and lexical. The highest error was references followed by lexical and conjunction whereas substitution formed the lowest error. This can be seen from the fact that one of cohesive devices suspected to appear in the analysis ellipsis of error is absence in this study.

Besides, based on surface strategy taxonomy category, the students tend to omit morphological items more than to add and to misform morphological items of English. The omission errors are commonly practiced to inflectional affixes such as: (-s, -ed, and -ing) in the verb inflection, as well as plural form (-s/-es) in the noun inflection. Meanwhile, the practice of addition errors commonly occurs in double marking as well as regularization and simple addition errors. Misformation takes place to regularization errors although a few practices also occur in the archi-forms.

 Hopefully, the finding of the present research is worthwhile for the English teachers especially those who teach grammar, morphology and writing, as well as the material designers and syllabus designers for the sake of the students' improvement in their target language achievement and the coming researchers as a recommendation for conducting the further study of the similar kind as well as the students, more specifically those who are preparing to write thesis at State University of Malang.

 

Abstrak:

Cohesive devices mempunyai peranan yang signifikan guna menciptakan tulisan paper yang koheren, karena hal tersebut tidak hanya memberikan bukti mendasar dan nyata terhadap keutuhan sebuah teks tetapi juga mengungkapkan kesinambungan yang ada diantara satu bagian dengan bagian lainnya dalam sebuah teks tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi yang pertama manifestasi cohesive devices yang ada dalam paper mahasiswa tersebut guna menyusun teks yang koheren; yang kedua kesalahan siswa dalam mengunakan cohesive devices yang dibuat oleh para mahasiswa tersebut untuk membuat teks yang coherent; dan yang ketiga kesalahan siswa secara morfologis untuk membuat paper yang koheren.

Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester tujuh yang berspesialisasi pada kesusasteraan di jurusan Bahasa Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang terdaftar pada tahun akademik 2009/2010 yang terdiri dari 10 mahasiswa. Para mahasiswa tersebut ditugaskan untuk menulis paper sepanjang 1500 kata yang merupakan tugas akhir mereka untuk matakuliah Comparative Literary Studies. Mereka bisa memilih topic sendiri dan tugas-tugas literary yang akan dianalisa. Akan tetapi, dosen pengampu matakuliah tersebut pun akan memberikan beberapa topic guna membantu para mahasiswa menghemat waktu berpikir mengenai topic. Paper-paper tersebut digunakan sebagai instrument untuk meneliti dengan cermat manifestasi mengenai cohesive devices dalam paper para mahasiswa tersebut dan kesalahan dalam menggunakannya juga kesalahan morpologis yang dibuat oleh para mahasiswa.

Dalam menganalisa data, peneliti menggunakan teori analisa cohesi yang disarankan oleh Halliday dan Hasan (1984) and teori analisa kesalahan yang direkomendaskan oleh Dulay dkk (1982:150) dengan mengumpulkan data penelitian tersebut, mengidentifikasi, mengelompokan dan mendeskripsikan manifestasi cohesive devices, kesalahan menggunakannya dan kesalahan morfologis dalam paper yang dilakukan oleh subjek penelitian tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwasanya para mahasiswa tersebut menggunakan sebelas dari enambelas jenis cohesive devices yang dideskripsikan oleh Halliday dan Hasan (1984) ada dalam paper para mahasiswa tersebut. Kesebelas jenis tersebut terdiri dari include lexical reiteration (LR) yang mencapai 56.06%, pronominal reference (PR): 19.11%, demonstrative reference (DR) 18.01%, addictive conjunction (AddC): 1.59%, lexical collocation (LC): 1.55% , adversative conjunction (AdvC) : 1.35%, causal conjunction (CC): 1.16%, comparative reference (CR) 0.75%, temporal conjunction (TC): 0.32% , nominal substitution (NS): 0.16% , dan other continuative conjunction (OCC): 0.020%. Lima cohesive devices yang absen dari paper para mahasiswa tersebut diantaranya verbal substitution (VS), clausal substitution (CS), nominal ellipsis (NE), verbal ellipsis (VE) dan clausal ellipsis (CE). Kemudian, variasi penggunaan cohesive devices oleh para mahasiswa dalam paper mereka meliputi tujuh sampai sepuluh jenis cohesive devices. Dengan kata lain, variasi cohesive devices yang paling sederhana didalam paper para mahasiswa tersebut adalah tujuh jenis cohesive devices dan yang paling kompleks digunakan adalah tujuh jenis cohesive devices. Dan lagi, frekwensi cohesive devices secara umum adalah 4.4. Hal ini berarti bahwasanya cohesive devices terjadi 4.4 kali dalam setiap T-unitnya. Frekwensi setiap jenis cohesive devices tersebut berbeda antara satu dengan yang lainnya. Satu contoh yang nyata yaitu LR terjadi sangat seringkali. LR terjadi 2.48 kali dalam setiap T-unit. Beberapa jenis cohesive devices lainnya seperti PR dan DR, terjadi secara sering. PR terjadi 0.83 kali, sedangkan DR terjadi 0.78 kali dalam setiap T-unit. Beberapa jenis cohesive devices lainnya jarang digunakan, tidak lebih dari 0.1 kali dalam setiap T-unit.

Sementara itu, kesalahan penggunaan cohesive devices didalam paper para mahasiswa tersebut termasuk reference, conjunction, substitution dan lexical. Kesalahan yang paling tinggi adalah references di ikuti oleh lexical dan conjunction sebaliknya substitution merupakan kesalahan yang sangat rendah. Bisa dilihat dari fakta yang ada dalam penelitian ini bahwasanya salah satu cohesive device yaitu ellipsis tidak ada dan tidak terlihat dalam studi ini.

Selain itu, berdasarkan kategori surface strategy taxonomy, para mahasiswa tersebut lebih cenderung menghilangkan (mengabaikan) hal-hal morfologis daripada menambahkan (memasukkan) dan salah membentuk aspek-aspek morfologis Bahasa Inggris. Kesalahan menghilangkan tersebut dilakukan secara umum terhadap inflectional affixes seperti: (-s, -ed, and -ing) didalam verb inflection, dan juga plural form (-s/-es) didalam noun inflection. Sementara itu, kesalahan penggunaan (penambahan) addition biasa terjadi didalam double marking, regularization dan juga kesalahan simple addition. Misformation juga biasa dilakukan pada kesalahan regularization, meskipun beberapa kesalahan juga ada didalam archi-forms.

Semoga penemuan dan kesimpulan dari penelitian ini bermanfaat untuk para pengajar Bahasa Inggris khususnya bagi yang mengajar grammar, morfologi dan juga writing, demikian pula halnya untuk para pendesain materi dan perencana silabus demi perbaikan para siswa di dalam pencapaian prestasi bahasa sasaran mereka dan untuk para peneliti yang akan datang sebagai rekomendasi untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang serupa dan juga untuk para mahasiswa khususnya bagi mereka yang mempersiapkan menulis thesis di Universitas Negeri Malang.