DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Kasus Keterampilan Self-Directed Learning (SDL) Siswa SMA dalam Pembelajaran Fluida

Sulasiwi, Intan Febry.

Abstrak


RINGKASAN

Sulasiwi, Intan Febry. 2019. Studi Kasus Keterampilan Self-Directed Learning (SDL) Siswa SMA dalam Pembelajaran Fluida.

Pembimbing:

(1) Dr. Supriyono Koes Handayanto, M.Pd, M.A.

(2) Dr. Sunaryono, S.Pd, M.Si.

 

Kata kunci: keterampilan self-directed learning, studi kasus, fluida

Keterampilan self-directed learning (SDL) merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan siswa selama belajar fisika yang kompleks. Pada studi awal ditemukan kasus tunggal mengenai kemampuan siswa dalam menilai keterampilan SDL mereka sendiri. Hal ini berimbas pada ketidak sesuaian temuan tingkat keterampilan SDL di lapangan antara hasil survei dengan hasil observasi dan wawancara singkat. Penelitian ini memiliki fokus untuk mengeksplorasi karakteristik keterampilan SDL siswa pada masing-masing tingkat selama belajar fluida.

Penelitian studi kasus ini dilaksanakan di SMAN 8 Malang. Subjek penelitian yang dieksplorasi terdiri dari empat siswa kelas XI MIPA, pemilihan partisipan ini disesuaikan dengan tujuan penelitian secara purposive. Keempat partisipan (CAF, AS, YR, DP) dipilih berdasarkan instrumen self-rating scale of self-directed learning of physics learning (SRSSDLPL) yang dilanjutkan dengan observasi dan wawancara singkat. Keempat partisipan diobservasi selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas dan di lakukan wawancara lanjutan. Dokumentasi yang dilakukan selama penelitian melalui catatan lapangan, perekaman suara dan dokumentasi foto. Proses pengumpulan data tersebut menghasilkan dokumentasi gambar dan transkrip aktivitas partisipan selama belajar di kelas dan saat wawancara.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat karakter yang mewakili masing-masing tingkat keterampilan SDL. Perbedaan karakteristik pada masing-masing tingkat keterampilan SDL ditinjau berdasarkan lima aspek. Aspek tersebut adalah kesadaran, strategi belajar, kegiatan belajar, evaluasi, dan, kemampuan interpersonal. Siswa tingkat empat memiliki kesadaran belajar yang tinggi namun kurang dalam hal strategi dan evaluasi belajar. Siswa tingkat tiga cakap secara interpersonal dan rendah untuk strategi belajar. Siswa tingkat dua memiliki interpersonal yang cukup namun memiliki kesadaran belajar yang rendah. Sedangkan siswa tingkat satu adalah siswa yang kurang berminat untuk belajar sehingga kelima aspek belajar rendah.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan keterampilan SDL siswa dengan desain pembelajaran natural. Serta pembiasaan terhadap keterampilan SDL dan peran guru untuk memfasilitasi. Selain itu, terdapat beberapa catatan yang perlu diperhatikan peneliti kualitatif sebagai instrumen penelitian di lapangan.