DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persepsi Siswa tentang Keefektifan Guru dalam Membelajari Matematika yang Disajikan dalam Bahasa Portugis

Tome, Agosto Olo.

Abstrak


RINGKASAN

Tomé, Agosto Olo. 2019. Persepsi Siswa tentang Keefektifan Guru dalam Membelajari Matematika yang Disajikan dalam Bahasa Portugis. Tesis, Program studi pendidikan matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(1) Prof. Drs. Purwanto, Ph.D.,

(2) Prof. Dr. Cholis Sa’dijah, M.Pd, M.A.

 

Kata kunci: persepsi siswa, keefektifan guru, bahasa Portugis

Bahasa Portugis merupakan bahasa yang telah ditetapkan untuk digunakan dalam proses pembelajaran pada semua tingkat pendidikan di Timor-Leste. Begitupun dalam pembelajaran matematika, namun yang menjadi masalah adalah bahasa ini masih sulit untuk dipahami oleh siswa-siswa. Untuk membantu siswa dalam menghadapi masalah tersebut, peran aktif dari seorang guru sangatlah diharapkan melalui keefektifannya dalam mengelolah kegiatan pembelajaran. Efektif atau tidaknya seorang guru itu dapat diketahui melalui persepsi dari siswa-siswa yang diajarinya. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa tentang keefektifan guru dalam mengajarkan matematika dalam bahasa Portugis dan juga untuk mendeskripsikan persepsi siswa tentang bahasa Portugis yang diterapkan dalam proses pembelajaran matematika.

Rancangan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan mixed methoddengan model Concurrent Embedded Strategy, dimana penelitian ini akan mendeskripsikan persepsi siswa tentang keefektifan guru dan penerapan bahasa Portugis dalam proses pembelajaran. Untuk mendapatkan data yang diharapkan, maka metode yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan angket, sedangkan instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan panduan wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan tentang masalah yang akan dikaji. Penelitian ini menggunakan siswa kelas IX Ensino Básico 30 Cíclo de Cristal sebagai subjek dan yang menjadi narasumbernya adalah siswa kelas C yang berjumlah 28 orang siswa dan informannya adalah sala satu siswa. Teknik yang digunakan untuk mendapatkan data adalah non probability sampling dan subjek yang ditetapkan dipilih secara purposive.

Data tentang persepsi siswa terhadap guru pada kegiatan pendahuluan tergolong baik, sebab dari hasil jawaban siswa menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini guru sering mengucapkan salam kepada siswa ketika memasuki kelas, selalu mengajak siswa untuk berdoa, menyampaikan pokok bahasan, melakukan apersepsi, dan menjelaskan tujuan dari pembelajaran. Pada kegiatan inti, persepsi siswa tergolong baik, karena guru selalu memberi kesempatan pada siswa saling bertanya jawab, selain itu guru juga memberikan kata kunci agar siswa dapat bertanya serta menjawab pertanyaan siswa, membimbing, berdiskusi serta memotivasi siswa, melakukan penjelasan dengan baik, menggunakan media nyata serta memberikan contoh dan menerapkan metode-metode pengajaran. Dalam kegiatan ini siswa juga menunjukkan persepsi sangat tidak baik karena guru tidak pernah memanfaatkan media-media elektronik, dan juga tidak pernah menerapkan model-model pembelajaran. Pada kegiatan penutup, persepsi siswa tergolong sangat baik, karena guru selalu menyimpulkan materi baik sendiri maupun bersama siswa, menginformasikan tentang materi berikutnya, memberikan PR, menutup kegiatan dengan doa, dan tepat waktu.

Hasil analisis dari segi penggunaan bahasa oleh guru, menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi yang baik, karena guru sering memberikan penjelasan dan berkomunikasi dengan siswa menggunakan bahasa Portugis, dan selalu menjelaskan istilah atau konsep matematika dengan bahasa Portugis. Meskipun dalam kegiatan pembelajaran siswa sering mengalami kesulitan untuk memahami materi tapi siswa selalu berkonsultasi dengan guru, namun dalam aspek ini siswa tetap memiliki persepsi yang sangat baik tentang bahasa Portugis yang digunakan dalam buku pelajaran, karena materi dan bahasa yang digunakan selalu dipahami. 

Persepsi siswa tentang bahasa yang digunakan dalam proses pembelajaran tergolong baik, karena bahasa yang diterapkan selalu memudahkan siswa untuk belajar, siswa selalu senang belajar dengan bahasa tersebut, dan selalu menggunakan bahasa Portugis sebagai bahasa utama. Selain itu, siswa juga selalu bertanya ketika tidak mengerti. Walapun dalam aspek ini terdapat banyak kegiatan yang selalu dijalankan, namun siswa juga masih menunjukkan persepsi yang tidak baik, sebab dalam proses pembelajaran siswa tidak berkomunikasi dengan bahasa Portugis baik dengan guru maupun sesama siswa. Berdasarkan hasil-hasil yang telah dijelaskan, secara keseluruhan persepsi siswa tentang keefektifan guru dalam membelajari matematika yang disajikan dalam bahasa Portugis berkategori baik.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini, bahwa persepsi siswa tentang keefektifan guru dalam membelajari matematika tergolong baik, meskipun ada beberapa aspek yang menurut siswa sangat tidak baik karena tidak pernah diterapkan. Meskipun terdapat persepsi siswa yang tidak baik tentang proses komunikasi dengan bahasa Portugis antara sesama siswa dan dengan guru, namun secara umum persepsi siswa tentang bahasa yang digunakan tergolong baik.

 

Dari beberapa masalah yang ditemukan dalam penelitian ini sehingga mengakibatkan munculnya persepsi yang buruk dari siswa, maka peneliti ingin menyarankan kepada pihak-pihak yang bersangkutan seperti Ensino Basico 30Cíclo de Cristal, danpara gurudisekolah tersebut untuk melihat masalah ini dan melakukan pembenahan guna meningkatkan kualitas dalam pembelajaran matematika dan dalam proses pembelajaran pada umumnya.