DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Learning Cycle 7E-STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Materi Suhu dan Kalor

Yuliana, Aulia Siska.

Abstrak


RINGKASAN

Yuliana, Aulia Siska. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Learning Cycle 7E-STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Materi Suhu dan Kalor. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Dr. Parno, M.Si.,

(II) Dr. Ahmad Taufiq, M.Si.

 

Kata Kunci: Pengembangan Bahan Ajar, Learning Cycle 7E, STEM, Kemampuan Pemecahan Masalah

Bahan ajar dibutuhkan dalam berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.Pengembangan bahan ajar harus disesuaikan dengan era sekarang yaitu era global.Era global dihadapi dengan perubahan kurikulum yang menuntut pembelajaran berpusat pada siswa.Salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa yaitu learning cycle 7E.Selain itu, era global juga dapat dihadapi dengan pendidikan STEM yang menitikberatkan pada kemampuan pemecahan masalah (KPM). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis learning cycle 7E-STEM yang layak, praktis dan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada materi suhu dan kalor.

Rancangan penelitian ini menggunakan model 4D (define, design, develop, dan disseminate). Namun dalam penelitian dan pengem¬bangan ini terdapat 1 tahap yang tidak dilakukan yaitu disseminate. Kelayakan bahan ajar diukur berdasarkan hasil validasi ahli oleh 2 dosen dan 1 guru, serta uji coba kelompok kecil (keterbacaan) oleh 10 siswa kelas XII SMAN 7 Malang. Validitas instrumen tes KPM diukur berdasarkan hasil validasi ahli dan validasi empiris.Subyek validasi empiris dilakukan terhadap 179 siswa kelas XII yang telah menempuh materi suhu dan kalor. Instrumen tes kemampuan pemecahan masalah ini memiliki reliabilitas sebesar 0,74.Kepraktisan bahan ajar diukur berdasarkan hasil skor keterlaksanaan pembelajaran dan hasil respons siswa terhadap pembelajaran. Keefektifan bahan ajar berbasis lear¬ning cycle 7E-STEM diukur dalam penelitian kuasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design terhadap skor kemampuan pemecahan masalah. Subyek uji coba terbatas (kuasi eksperimen) adalah siswa kelas XI SMAN 7 Malang dengan kelas kontol dan kelas eksperimen.Analisis data kelayakan dan kepraktisan bahan ajar menggunakan persentase (%) antara skor yang diperoleh dibandingkan dengan skor yang diharapkan.Sedangkan analisis data untuk keefektifan menggunakan uji statistik nonparametric (Mann-Whitney).

 

Hasil validasi ahli (dosen dan guru) terhadap buku siswa sebesar 81.7% (cukup valid), sedangkan hasil validasi ahli terhadap buku pedoman guru sebesar 80.6% (cukup valid). Hasil uji coba kelompok kecil sebesar 81.7% (sangat baik). Hal ini berarti bahan ajar berbasis lear¬ning cycle 7E-STEM dapat dikatakan layak digunakan. Hasil skor keterlaksanaan pembelajaran diperoleh 91,8% (sangat praktis) dan hasil skor respons siswa diperoleh 76,3% (baik). Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis lear¬ning cycle 7E-STEMpraktis dalam pembelajaran. Hasil uji Mann-Whitney skor pretest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh tidak ada perbedaan, sehingga keadaan awal kemampuan pemecahan masalah siswa pada kedua kelas tersebut sama. Hasil uji Mann-Whitney skor posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda dimana kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hal ini disebabkan karena penggunaan buku siswa dapat mengarahkan siswa dalam pembelajaran sehingga siswa menjadi fokus dan terlibat aktif selama pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu penyisipan STEM di dalam buku dapat menambah kemampuan pemecahan masalah siswa. Dengan demikian bahan ajar berbasis learning cycle 7E-STEM efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.