DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Blended Learning terhadap Pemahaman Konsep dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Suhu dan Kalor

Anggraeni, Anggian.

Abstrak


RINGKASAN

Anggraeni, Anggian. 2019. Pengaruh Blended Learning terhadap Pemahaman Konsep dan Kemampuan Berpikir kritis Siswa SMA pada Materi Suhu dan Kalor. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:

(I).Dr. Edi Supriana, M. Si,

(II) Prof. Dr. Arif Hidayat, M. Si.

 

Kata Kunci: Blended learning, pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, suhu dan kalor

Pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan yang menjadi tujuan utama dari proses pembelajaran fisika yang dilakukan di sekolah. Pada kenyataannya, pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa masih belum mencapai hasil yang maksimal. Kurang maksimalnya hasil tersebut dikarenakan oleh kesulitan siswa dalam mempelajari suatu materi fisika. Materi suhu dan kalor merupakan salah satu materi di mana fenomenanya dapat dilihat di lingkungan sehari-hari. Penelitian menunjukkan bahwa siswa masih merasakan kesulitan dalam mempelajari materi tersebut. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan kesulitan-kesulitan siswa dalam mempelajari suhu dan kalor. Guru harus dapat menanamkan konsep dan membantu siswa dalam berpikir kritis terhadap suatu permasalahan yang diberikan. Oleh karena itu, guru membutuhkan suatu teknik pembelajaran untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran, salah satunya adalah menggunakan teknik blended learning. Penggunaan blended learning ini diharapkan dapat membantu siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran fisika yaitu siswa dapat memahami konsep pembelajaran dan dapat berpikir kritis pada suatu permasalahan yang diberikan.

Desain yang digunakan dalam penelitian adalah quasy experimental model. Rancangan dalam penelitian yang dilakukan ini adalah pretest – posttest control group design dengan sampel penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 5 Malang kelas XI H-3 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas XI G-3 sebagai kelas kontrol. Pemahaman konsep siswa diukur menggunakan instrumen tes pilihan ganda yang terdiri dari 20 butir soal dan kemampuan berpikir kritis siswa yang diukur dengan menggunakan instrumen tes essay sebanyak 5 butir soal. Nilai reliabitas pada instrumen pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa berturut-turut adalah 0,636 dan 0,828. Hasil perolehan data penelitian kemudian diuji analisis dengan menggunakan uji Manova.

Hasil uji deskriptif data menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas control. Nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen juga lebih tinggi dibandingkan dengan kelas control. Hasil uji analisis inferensial pada hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan uji manova. Hasil uji manova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan blended learning dapat mempengaruhi pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa.