DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pembelajaran Inquiry-Discovery Dengan Tinjauan Empirik-Teoritik (IDAET) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah (KPM) Berdasarkan Kemampuan Awal (KA) Pada Materi Fluida Statis.

Dyah, Atika Isnaining.

Abstrak


RINGKASAN

Dyah, Atika Isnaining. 2019.  Pengaruh Pembelajaran Inquiry-Discovery Dengan Tinjauan Empirik-Teoritik (IDAET) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah (KPM) Berdasarkan Kemampuan Awal (KA) Pada Materi Fluida Statis. Tesis. Jurusan Pendidikan Fisika, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Dr. Supriyono Koes Handayanto, M.Pd., M.A.,

(II) Dr. Hari Wisodo, S. Pd, M.Si.

 

Kata Kunci: pembelajaran inquiry-discovery dengan tinjauan empiris-teoritis, kemampuan pemecahan masalah, kemampuan awal

Keberhasilan pembelajaran fisika dapat dilihat salah satunya dari kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Namun beberapa penelitian menyebutkan, banyak siswa yang kesulitan dalam memecahkan masalah. Dalam proses memecahkan masalah, siswa harus mengacu pada konsep dasar sebagai dasar memecahkan masalah.  Salah satu solusi dalam mengatasi kesulitan tersebut yaitu dengan menerapkan pembelajaran Inquiry-Discovery dengan tinjauan empiris dan teoritis (IDAET). Selain itu, hal lain yang dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan awal, karena kemampuan awal dapat memprediksi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran IDAET dan kemampuan awal terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi fluida statis.

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan faktorial 2x2. Subyek penelitian yaitu siswa kelas XI SMAN 9 Malang. Sampel penelitian berjumlah 62 siswa yang berasal dari dua kelas yang diambil secara acak dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah yang berbentuk uraian sebanyak 5 soal dengan reliabilitas sebesar 0,774 dengan kriteria tinggi. Sedangkan data kemampuan awal diperoleh dari nilai ulangan sebelum materi fluida statis yaitu kesetimbangan benda tegar dan elastisitas. Data yang dikumpulkan diolah secara statistik inferensial dengan menggunakan teknik Anava dua jalur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa :

(1) Kemampuan pemecahan masalah siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry discovery dengan tinjauan empiris-teoritis lebih tinggi daripada siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada materi fluida statis;

(2) Terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi fluida statis;

(3) Kemampuan pemecahan masalah siswa dengan kemampuan awal tinggi lebih tinggi jika belajar dengan pembelajaran inquiry discovery dengan tinjauan empiris-teoritis daripada siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada materi fluida statis;

 

(4) Kemampuan pemecahan masalah siswa dengan kemampuan awal rendah lebih tinggi jika belajar dengan pembelajaran inquiry discovery dengan tinjauan empiris-teoritis daripada siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada materi fluida statis. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan menggunakan pembelajaran IDAET dalam proses pembelajaran, karena pembelajaran IDAET terbukti dapat mencapai kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional.