DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Argument-Driven Inquiry (ADI) Berkonteks Socioscientific Issues (SSI) terhadap Kualitas Keterampilan Argumentasi dan Kepercayaan Diri (Self Efficacy) Siswa SMA pada Materi Kesetimbangan Kimia

Fassenda, Nensa.

Abstrak


RINGKASAN

Fassenda, Nensa. 2019. Pengaruh Model Argument-Driven Inquiry (ADI) Berkonteks Socioscientific Issues (SSI) terhadap Kualitas Keterampilan Argumentasi dan Kepercayaan Diri (Self Efficacy) Siswa SMA pada Materi Kesetimbangan Kimia. Tesis, Program Studi Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang,

Pembimbing:

(I).Prof. Dra. Sri Rahayu., M.Ed., Ph.D.,

(II) Dr. H. Yahmin., S.Pd., M.Si.

 

Kata Kunci: Argument-Driven Inquiry, Socioscientific Issues, keterampilan argumentasi, self efficacy, kesetimbangan kimia.

Literasi sains merupakan suatu kemampuan yang diperlukan pebelajar untuk menghadapi tantangan di abad 21. Salah satu cara untuk meningkatkan literasi sains adalah dengan mengembangkan aspek-aspek penunjang literasi sains, beberapa diantaranya adalah keterampilan argumentasi dan self-efficacy (kepercayaan diri). Fakta di Indonesia membuktikan bahwa keterampilan siswa dalam berargumentasi ilmiah masih rendah, dimana pembelajaran kimia di kelas pada umumnya masih menggunakan pembelajaran verifikasi sehingga belum mampu memfasilitasi siswa untuk mengembangkan self efficacy. Keterampilan argumentasi dan self efficacy diyakini dapat dikembangkan melalui pelaksanaan model pembelajaran Argument-Driven Inquiry (ADI) yang diintegrasikan dengan konteks pembelajaran isu-isu sosiosaintifik (SSI). ADI yang dapat diterapkan dalam pembelajaran sains mampu mendukung pengalaman beragumentasi siswa menjadi lebih saintifik, autentik dan mendidik. Materi kesetimbangan kimia merupakan salah satu topik yang dianggap sulit bagi siswa, namun melalui integrasi SSI dalam materi kesetimbangan kimia berpotensi untuk mendorong partisipasi aktif dan mengembangkan keterampilan argumentasi siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada pembelajaran kesetimbangan kimia dengan tujuan untuk:

1) mengetahui perbedaan keterampilan argumentasi siswa yang dibelajarkan menggunakan model ADI berkonteks SSI, model ADI, dan pembelajaran verifikasi,

2) mengetahui perbedaan self-efficacy siswa yang dibelajarkan menggunakan model ADI berkonteks SSI, model ADI, dan pembelajaran verifikasi, dan

3) mengetahui kualitas argumentasi siswa yang dibelajarkan menggunakan model ADI berkonteks SSI, model ADI, dan pembelajaran verifikasi.

Metode campuran (mixed-method) dengan embedded design  dilakukan dalam penelitian ini, dimana proses pengumpulan data kuantitatif dan data kualitatif dilakukan secara simultan. Rancangan penelitian eksperimental yang digunakan yaitu quasi experiment posttest only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIA SMA Negeri 8 Malang pada tahun ajaran 2018-2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik convenience sampling, sehingga diperoleh tiga kelas yaitu siswa kelas XI MIA 1 (N=34) sebagai kelas eksperimen II, siswa kelas XI MIA 3 (N=34) sebagai kelas eksperimen I, dan siswa kelas XI MIA 5 (N=32) sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari:

1) instrumen perlakuan (silabus, RPP, LKS) dan

2) instrumen pengukuran (soal tes keterampilan argumentasi dan angket self-efficacy). Tes keterampilan argumentasi yang digunakan terdiri dari 5 soal uraian yang telah valid dengan reliabilitas tes sebesar 0,709. Self-efficacy  siswa diukur menggunakan angket yang telah valid dengan reliabilitas sebesar 0,959 untuk item pertanyaan self-efficacy dalam konten kimia (SEKK) dan 0,926 untuk pertanyaan self-efficacy  dalam kinerja pembelajaran (SEKP). Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara setelah delapan kali pertemuan pembelajaran. Data penelitian keterampilan argumentasi berupa jawaban tertulis kemudian dikategorikan berdasarkan komponen Toulmin’s Argument Pattern (TAP). Penentuan kualitas argumen siswa dilakukan oleh dua orang penilai, dimana diperoleh analisis inter-rater reliability menggunakan uji Kappa sebesar 0,923 dengan kategori sangat tinggi. Selanjutnya dilakukan analisis statistik menggunakan uji ANOVA satu jalur (One way ANOVA) dengan bantuan program SPSS 23 for windows untuk mengetahui adanya perbedaan keterampilan argumentasi dan self-efficacy siswa antara ketiga kelas penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa

1) keterampilan argumentasi siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ADI berkonteks SSI lebih tinggi dibanding siswa pada kelas ADI dan kelas kontrol,

2) self efficacy siswa baik dalam aspek konten kimia maupun aspek kinerja pembelajaran pada kelas ADI berkonteks SSI lebih tinggi dibanding kelas ADI dan kelas kontrol, dan

3) kelompok siswa yang dibelajarkan model ADI berkonteks SSI mencapai kualitas keterampilan argumentasi baik sosiosaintifik maupun saintifik dengan level tertinggi dibanding kedua kelompok kalinya.