DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Deskripsi Penalaran Aljabar Siswa SMP dalam Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Taksonomi SOLO

PUTRA, FIRNANDA PRADANA.

Abstrak


RINGKASAN

Putra, Firnanda Pradana. 2019. Deskripsi Penalaran Aljabar Siswa SMP dalam Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Taksonomi SOLO. Tesis, Program Studi Pendidikan Matematika, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Dr. Susiswo, M.Si, dan

(II) Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si, Ph.D.

 

Kata Kunci: deskripsi, penalaran aljabar siswa, pemecahan masalah matematika, taksonomi SOLO

Penalaran aljabar adalah proses memberikan kesimpulan yang tepat terhadap masalah yang dihadapi dengan melakukan tahapan-tahapan, antara lain:

(1) memahami masalah,

(2) melakukan generalisasi,

(3) membuat bentuk umum atau rumus, dan

(4) menyelesaikan masalah dengan menggunakan bentuk umum atau rumus. Namun, sebagian siswa tidak dapat melakukan generalisasi yang sesuai untuk membuat bentuk umum yang digunakan dalam menyelesaikan masalah. Siswa cenderung menerima bentuk umum yang sudah dipelajari di kelas dan kurang memahami konsep aljabar yang sudah dipelajari. Oleh karena itu, guru dapat memberikan pembelajaran yang lebih aktif dan tidak langsung memberikan alternatif penyelesaian masalah atau bentuk umum.

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan penalaran aljabar siswa SMP dalam pemecahan masalah matematika berdasarkan taksonomi SOLO. Penelitian yang digunakan termasuk penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di kelas VIII F SMP Negeri 2 Samarinda. Subjek penelitian yang dipilih menggunakan instrumen tes kemampuan awal yang terdiri dari empat butir soal dengan pertanyaan memuat indikator taksonomi SOLO, yaitu level unistruktural, multistruktural, relasional, dan extended abstract. Pemilihan subjek penelitian mempertimbangkan hasil pekerjaan siswa terhadap tes kemampuan awal dan saran yang diperoleh dari guru matematika. Data penelitian yang dikumpulkan berupa hasil tes materi dan wawancara yang dilakukan terhadap subjek penelitian.

Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil sebagai berikut:

(1) memahami masalah: siswa level multistruktural dapat menuliskan informasi yang sesuai dan lengkap terhadap pertanyaan, sedangkan siswa level unistruktural, relasional, dan extended abstract tidak lengkap menuliskan informasi terhadap pertanyaan,

(2) melakukan generalisasi: siswa level unistruktural dan siswa level multistruktural tidak menggunakan operasi-operasi dan sifat-sifat aljabar, sedangkan siswa level relasional dan siswa level extended abstract dapat menggunakan operasi-operasi dan sifat-sifat aljabar serta dapat memperhatikan pola yang diberikan,

(3) membuat bentuk umum atau rumus: siswa level relasional dan siswa level extended abstract dapat membuat bentuk umum yang sesuai dan bentuk sederhana pada soal ke-1 dan soal ke-3, siswa level unistruktural tidak membuat bentuk umum yang sesuai pada soal ke-3, siswa level multistruktural tidak sesuai dalam membuat bentuk umum pada soal ke-1, soal ke-2, dan soal ke-3, serta semua level siswa tidak dapat membuat bentuk umum yang sesuai pada soal ke-2, dan

 

(4) menyelesaikan masalah dengan menggunakan bentuk umum atau rumus: siswa level relasional dan siswa level extended abstract dapat menggunakan bentuk umum yang sesuai dan memberikan kesimpulan yang tepat terhadap soal yang diberikan, sedangkan siswa level unistruktural dan siswa level multistruktural tidak dapat menggunakan bentuk umum yang sesuai dalam menyelesaikan masalah.