DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

analisis potensi soal latihan buku teks matematika Singapura dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada materi fungsi

Salahuddin, Muhammad.

Abstrak


RINGKASAN

Salahuddin, Muhammad. 2019. Analisis Potensi Buku Teks Matematika Singapura dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Fungsi. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(1) Dr. H. Abdurrahman As’ari, M.A, M.Pd.,

(2) Dr. Abd. Qohar, M.T.

 

Kata Kunci : berpikir kritis, buku teks, fungsi

Berpikir adalah kemampuan yang penting yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika. Dengan memiliki kemampuan berpikir kritis siswa dapat mengambil keputusan bedasarkan nalar yang masuk akal dan valid. Selain berpikir kritis yang dapat membantu siswa dalam pembelajaran adalah buku teks, buku teks merupakan media, alat dan sarana yang sering digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran, buku teks juga di anggap sumber belajar yang penting untuk menambah pengetahuan dan wawasan siswa dalam menemukan teori, konsep, bahan latihan dan evaluasi. Salah satu materi yang penting dalam pembelajaran adalah fungsi, fungsi merupakan materi dengan interpretasi yang luas yang dituliskan dengan banyak cara, dan fungsi berada di sekitar kehidupan kita.

Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten dengan tujuan memperoleh informasi deskripstif yang berkaitan dengan buku teks matematika Singapura silabus 1, 2, dan 3 yang terbatas pada materi fungsi menggunakan instrumen berpikir kritis dengan empat aspek yaitu interpretasi, analisis, evaluasi dan inferensi.  Data pada penelitian ini adalah latihan soal yang ada dalam buku teks matematika Singapura New Syllabus Mathematics karena buku ini salah satu buku teks yang disetujui oleh Ministry of Education (MoE) . latihan soal yang diteliti adalah latihan soal berupa Exercise. Latihan soal tersebut kemudian di analisis menggunakan aspek berpikir kritis, setelah itu dideskripsikan secara naratif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa soal latihan terdiri dari tiga tingkatan kesulitan yaitu basic level, intermedite level dan advanced level. Soal latihan tingkat basic level bentuk masalah mirip dengan bantuk masalah pada worked example dengan mengubah bentuk persamaan, koefisien, kostanta dan skala grafik. Selanjutnya soal latihan tingkat intermediate level bentuk masalah yang disajikan mengkonesikan fungsi dengan materi lain, bentuk masalah mirip dengan worked example dan mengaitkan pada kehidupan nyata. Setelah itu soal latihan tingkat advanced level bentuk masalah sama seperti intermediate level yaitu mengkoneksikan materi fungsi dengan materi lain, pengaplikasian pada kehidupan nyata, akan tetapi pada tingkat advanced level masalah yang paling sulit diantara kedua tingkatan sebelumnya. Selanjutnya soal latihan di analisis menggunakan aspek berpikir dan didapat bahwa secara keseluruhan buku silabus 1, 2 dan 3 memenuhi indikator aspek interpretasi dengan teridetifikasi informasi penting dan makna pada soal latihan berupa kalimat, pernyataan, grafik dan gambar. Pada aspek analisis juga memenuhi indikator dengan terdapat hubungan dari informasi berupa kalimat, pernyataan, grafik dan gambar. Selanjunya pada aspek evaluasi secara keseluruhan buku silabus 1, 2, dan 3 sudah memenuhi indikator dengan terdapat nilai kredibilitas dari hubungan kalimat, pernyataan. Begitu juga dengan aspek inferensi secara keseluruhan soal latihan buku silabus 1, 2 dan 3 telah memenuhi indikator dengan informasi yang mengarahkan ide pada kesimpulan dalam menyelesaikan masalah.