DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Improving the Reading Comprehension Skills of the Students of Kanjuruhan University through Question – Answer Relationship (QAR) Strategy. (Thesis)

Teguh Sulistyo

Abstrak


Reading is one of the four language skills that should be mastered in language learning. It is usually taught in integration with one of the other language skills (listening speaking, and writing) in the new trends of language instruction. Generally, the teaching of reading as a foreign language (EFL reading) in Indonesia aims at enabling students to read and comprehend texts and other materials written in English. More specifically, students are expected to master skills in the levels of literal, inferential, and evaluational comprehension. Unfortunately, Indonesian students are still lack of skills in reading comprehension. The results of the preliminary study conducted at English Department of Kanjuruhan University Malang shows that students in this institution got difficulties in answering questions related to English texts given to them. Besides, the students' average score of reading achievements conducted in the preliminary study was 59.00.Furthermore, from informal interviews with English lecturers of the English Department, it was found that in general, students had low skills in comprehending English texts and had low participation in the teaching-learning process.

This study was conducted to overcome the students' difficulties in reading comprehension and encourage students to actively participate in the teaching-learning process through Question-Answer Relationship (QAR) strategy. This strategy offers four levels of questions (i.e., Right There, Think and Search, Author and Me, and On My Own) to help students answer each level of questions. This strategy comprises three phases: prereading, during-reading, and post reading activities. It is applicable for teaching reading comprehension since it can help and guide the students in comprehending a text well based on the levels of questions.

This study was designed for collaborative classroom action research in which the researcher (acted as the teacher) and his collaborator (acted as the observer) worked together with him on the procedures of the study, namely: preliminary study, planning, implementing the plan, observing the action, and reflecting the result of the action. The subjects of the study were 30 students of Class A of the second semester who took Reading Comprehension II class in the academic year 2009/2010 at English Department of Kanjuruhan University Malang. For data collection, this study employed observation checklist, field notes, and test. All the data were analyzed descriptively, and the results of the analysis were compared with the criteria of success determined in this study to see whether the criteria of success had been achieved or not.

The findings of the research that were conducted in two cycles showed that QAR strategy was worthy to improve the students' reading skills, especially critical and scanning skills, and activate students to participate in the teaching-learning process of reading. The students' average score developed significantly from 59.00 in the preliminary study to 71.33(equal to 20.89%) in Cycle 1. It developed to 74.33 (equal to 25.98%) in Cycle 2 in the scale of 0 - 100. The total numbers of the students who got score ≥ 70 in the preliminary study developed from 7 (equal to 23.33%) to 17 (equal to56.67%) out of 30 students in the Cycle 1. It developed to 24 (equal to 80.00%) in Cycle 2. Moreover, the findings of the study also described that this strategy improved the students' participation. The students' participation was 87.18% (equal to very good) in Cycle 1 and 87.42% (equal to very good) in Cycle 2.

On the basis of the findings, the research showed that the appropriate procedure of QAR used the following steps: (1) dividing the class in groups of three, (2) introducing the concept of QAR strategy using a short paragraph, (3) modeling and explaining each type of questions using a visual aid, (4) activating the students' schemata related to the text, (5) asking the students to read the text silently, (6) asking each group to answer the questions based on the levels of questions, (7) asking the groups to show the answers, (8) determining the correct answers with the whole class, (9) Giving feedback,  (10) giving conclusion of the benefits of QAR strategy, and (11) implementing a test.

Related to the research findings, some suggestions are addressed to English lecturers, chairperson of English department, and future researchers. For English lecturers, it is suggested that they apply QAR strategy in the teaching - learning process of reading since it is able to improve the students' skills and the level of participation in the teaching-learning process. The English teachers should also pay attention on the stages of reading: prereading, during-reading, and post reading. Last but not least, this strategy should be conducted in groups of three or small groups since the students have an opportunity to work together and help each other. For the chairperson of English department, it is suggested that he/she inform the strengths and benefits of QAR strategy in improving the reading comprehension skills of the students to the colleagues. He/she is also suggested to provide facilities to improve the students' skills in reading as, for the students of universities, proficiency in English particularly in reading skill is generally assumed to be essential for a successful study due to the reason that most of good academic textbooks in Indonesia are still written in English. For future researchers, it is suggested that they use the findings of this research as a reference in conducting similar studies in reading comprehension using different settings, such as levels of the students or difficulties of the reading materials.

Abstrak:

Membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang seharusnya dikuasai dalam pembelajaran bahasa. Membaca biasanya tidak dapat dipisahkan  dengan salah satu dari tiga keterampilan lainnya (menyimak, berbicara, dan menulis) dalam kecenderungan pengajaran bahasa dewasa ini. Pada umumnya, tujuan pengajaran membaca bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) di Indonesia adalah agar siswa dapat membaca dan memahami teks-teks dan bahan ajar lain yang ditulis dalam bahasa Inggris. Untuk lebih spesifik, siswa diharapkan memiliki kemampuan memahami bacaan secara tersurat, tersirat, dan evaluatif. Namun demikian, siswa belum mempunyai kemampuan yang memadai dalam membaca. Hasil studi awal yang dilakukan di Jurusan Bahasa Inggris pada Universitas Kanjuruhan Malang menunjukkan bahwa banyak siswa pada jurusan tersebut yang mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan. Nilai rata - rata mereka di studi awal adalah 59.00. Selanjutnya, dari hasil wawancara informal dengan dosen - dosen bahasa Inggris di universitas tersebut juga menunjukkan bahwa siswa kurang memiliki kemampuan membaca dan kurang berpartisipasi aktiv selama proses belajar mengajar.

Penelitian ini dirancang untuk memecahkan permasalahan membaca mahasiswa dan mendorong mereka agar lebih berpartisipasi dalam proses belajar mengajar  dengan menggunakan strategi QAR sehingga kemampuan membaca mereka dapat ditingkatkan. Strategi ini memiliki empat tingkat dalam memahami pertanyaan (Right There, Think and Search, Author and Me, dan On My Own) untuk membantu siswa menjawab setiap pertanyaan yang diberikan. Strategi ini diterapkan pada tiga fase: prabaca, saat baca, dan pasca baca.  Strategi ini sesuai untuk pengajaran membaca karena dapat membantu siswa dalam memahami bacaan melalui empat tingkatan dalam pertanyaan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas berkolaborasi di mana peneliti yang bertindak selaku pengajar dan kolaborator yang bertindak selaku pemantau bekerja sama dalam hal menjalankan prosedur penelitian yang mencakup beberapa hal, seperti; studi awal, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah 30 siswa kelas A pada semester kedua yang mengambil mata kuliah Reading II tahun akademik 2009/2010 pada jurusan Bahasa Inggris Universitas Kanjuruhan Malang. Penelitian ini menggunakan instrumen ceklis observasi, catatan lapangan, dan tes membaca. Seluruh data yang terkumpul dianalisa dan dideskripsikan, dan hasilnya dibandingkan dengan criteria keberhasilan yang telah ditetapkan untuk menentukan apakah kriteria tersebut tercapai atau tidak.

Berdasarkan penemuan dari penelian yang dilakukan dalam dua siklus

tersebut menunjukkan bahwa strategi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa, khususnya membaca kritis dan scaning, dan merangsang mereka agar lebih aktiv selama proses belajar mengajar. Kemampuan membaca siswa juga meningkat dari 59,00 pada studi awal menjadi 71,33 (20,89%) pada Siklus 1 dan meningkat menjadi 74,33(25,98%) pada akhir Siklus 2 pada skala 0 - 100. Sementara itu, dari 30 siswa yang mendapatkat nilai ≥ 70 pada studi awal berjumlah 7 (23,33%)  meningkat menjadi 17 (56,67%) pada Siklus 1 dan terus meningkat menjadi 24 (80,00%) pada akhir Siklus 2. Sementara itu, partisipasi aktiv siswa adalah 87,18% pada Siklus 1 dan 87.42% pada akhir Siklus 2 yang berarti kriteria sangat bagus.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur strategi QAR mengikuti langkah - langkah sebagai berikut: (1) membentuk grup - grup yang terdiri dari 3 siswa pergrup, (2) mengenalkan startegi QAR menggunakan teks pendek, (3) memberi contoh dan menjelaskan tingkat - tingkat pertanyaan menggunakan media gambar, (4) menggali pengetahuan siswa mengenai topic yang akan dibahas, (5) menyuruh siswa membaca teks dalam hati, (6) menyuruh siswa menjawab pertanyaan berdasarkan tingkat pertanyaan, (7) mengajak masing - masing grup melaporkan hasil jawaban, (8) menentukan jawaban yang benar bersama-sama, (9) memberikan umpan balik, (10) memberikan ringkasan pentingnya strategi QAR, (11) memberikan tes membaca.

Beberapa saran ditujukan kepada guru bahasa Inggris, ketua jurusan bahasa Inggris, dan peneliti di masa mendatang. Bagi guru bahasa, mereka disarankan menerapkan strategi ini dalam pembelajaran membaca mengingat strategi ini efektif untuk meningkatkan ketrampilan membaca siswa serta meningkatkan partisipasi aktif siswa. Guru diharapkan pula memperhatikan tiga tahap pembelajaran membaca, yaitu: prabaca, saat baca, dan pasca baca yang dilaksanakan melalui pembentukan grup - grup kecil yang terdiri dari 3 siswa. Sementara itu, ketua jurusan bahasa Inggris disarankan agar menginformasikan kelebihan srategi ini kepada bawahan atau teman sejawat dan perlunya menyediakan fasilitas yang memadai untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa mengingat banyaknya materi pelajaran yang masih ditulis dalam bahasa Inggris. Bagi peneliti di masa mendatang, mereka diharapkan menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi dalam penelitian yang serupa dengan seting yang berbeda, seperti tingkat siswa maupun jenis teks yang digunakan.