DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

TINDAK TUTUR GURU DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS

ANDI ANITA LESTARI DWI SAPUTRI

Abstrak


RINGKASAN

Andi Anita Lestari Dwi Saputri, 2019. Tindak Tutur Guru dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia PascasarjanaUniversitasNegeri Malang.

Pembimbing:

(I).Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd, dan

(II) Dr. Nurchasanah, M.Pd.

 

Kata Kunci: wujud tindak tutur, fungsi tindak tutur, interaksi pembelajaran

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud dan fungsi tindak tutur guru dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di kelas. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan pendekatan kualitatif disebabkan oleh konteks penelitian yang berlatar alamiah yaitu di kelas sebagai tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Data penelitian ini berupa tuturan yang digunakan guru dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di kelas. Pada penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan catat. Analisis data yang digunakan yaitu hasil modifikasi dari model analisis data oleh Miles dan Huberman meliputi empat tahap yaitu

(1) reduksi data,

(2) penyajian data,

(3) analisis data, dan

(4) penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan dalam kegiatan pembelajaran terdapat beberapa konteks-konteks petuturan. Konteks pada tahap pembelajaran yaitu

(1) pendahuluan meliputi konteks menyiapkan kondisi kelas, melakukan kegiatan apersepsi, dan pemberian informasi terkait pembelajaran;

(2) inti pembelajaran meliputi konteks pemberian tugas, menggali atau mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan menyajikan informasi dan evaluasi; dan

(3) penutup pembelajaran meliputi konteks melakukan refleksi pembelajaran, meringkas atau merangkum pokok inti pelajaran, dan memberikan tugas tambahan atau pekerjaan rumah (PR). Adapun wujud dan fungsi tuturan guru dalam proses pembelajaran diuraikan sebagai berikut.

Wujud tindak tutur guru pada tahap pendahuluan pembelajaran meliputi salam,perintah, penanda, pemancingan, ajakan, bujukan, penunjukan, membuka, penilaian, menantang, pujian, kesimpulan, memeriksa, dan informasi.Wujud tindak tutur guru tahap inti pembelajaran meliputi tindak tutur komentar, mengarahkan, dorongan, suruhan, petunjuk, penanda, persetujuan, larangan, perintah, memberi penawaran, pemancingan, penunjukkan, ajakan, balasan, persetujuan, penilaian, kesimpulan, pujian, penerimaan, memeriksa, dan diluar topik pembahasan. Pada tahap penutup pembelajaran wujud tindak tutur guru meliputi tindak tutur penanda, memeriksa, pemancingan, penunjukkan, penilaian, persilaan, komentar, kesimpulan, pembukaan/ prawacana, suruhan, penunjukkan, perintah, informasi, salam, dan permohonan maaf.

 

Adapun fungsi tindak tutur yang digunakan guru pada dalam proses pembelajaran di kelas meliputi sebagai bentuk sapaan dan sarana menjalin kedekatan, memastikan kesiapan belajar siswa, memberikan perhatian, membangkitkan semangat belajar siswa, mengawali percakapan yang menekankan pada klausa berikutnya, mencari/menggali informasi (bertanya), memerintah, memberi informasi, menandai akhir pembelajaran, melegakan hati, menyimpulkan, bertanya, pembatas pada klausa berikutnya, menyuruh, mengecek, menguji pemahaman dan penguasaan materi siswa, mengembalikan fokus siswa, melakukan evaluasi, memberi izin, menegur/ menyindir, memberi persetujuan, melakukan evaluasi, merangkum/ menyimpulkan informasi, memberi apresiasi, memaafkan, memerintah, meminta, mencairkan suasana, meminta penjelasan, memberi petunjuk, memberi tanggapan, menegur, memberi penegasan ulang, mendapatkan kesepakatan, mendesak, memberi arahan, memberi tanggapan, memberi apresiasi, memberi kesimpulan, menguji penguasaan materi siswa, melakukan pengecekan, dan mengarahkan.