DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Penguasaan Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Collaborative Inquiry Learning Disertai Formative E-Assessment Pada Materi Fluida Statis

SIRINGO RINGO, ERNILA.

Abstrak


RINGKASAN

Siringo Ringo, Ernila. 2019. Analisis Penguasaan Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Collaborative Inquiry Learning Disertai Formative E-Assessment pada Materi Fluida Statis. Tesis, Program Studi Pendidikan Fisika, Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(I).Dr. Sentot Kusairi, M.Si.

(II) Dr. Eny Latifah, M.Si.

 

Kata Kunci : Penguasaan Konsep, Kemampuan Pemecahan Masalah, Collaborative Inquiry Learning disertai Formative E-Assessment, Fluida Statis.

Fluida statis merupakan salah satu konsep fisika yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Beberapa penelitian menemukan kesulitan siswa pada pemecahan Tekanan Hidrostatis, Hukum Pascal, dan Hukum Archimedes karena kesalahan konsep siswa. Salah satu upaya untuk mengembangkan penguasaan konsep dan kemampuan pemecahan masalah adalah dengan menerapkan collaborative inquiry learning disertai formative e-assessment. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguasaan konsep, kemampuan pemecahan masalah, dan kesulitan-kesulitan siswa pada materi fluida statis dalam pembelajaran collaborative inquiry disertai formative e-assessment.

Penelitian ini menggunakan mixed method dengan desain embedded experimental. Subyek penelitian adalah 34 siswa SMA Negeri 4 Malang. Instrumen tes berupa 15 soal pilihan ganda beralasan untuk mengukur penguasaan konsep dan 3 soal uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik, dengan Paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan antara skor pretest dan posttest penguasaan konsep siswa. Uji non parametrik dengan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan rerata skor pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah siswa. Uji lanjut N-gain untuk menentukan peningkatan pretest dan posttest. Effect Size untuk mengetahui pengaruh pembelajaran terhadap pretest dan posttest. Data tersebut juga dianalisis secara kualitatif dengan pengkodean alasan siswa berupa alasan salah, alasan benar, dan tanpa alasan, yang akan dikategorikan sesuai kriteria pemahaman baik, miskonsepsi, dan tidak memahami untuk mengetahui perubahan konsep siswa. Selain itu, kemampuan pemecahan masalah siswa dikategorikan sesuai kriteria novice dan expert, berdasarkan proses siswa dalam memecahkan masalah pada kelima indikator pemecahan masalah.

 

Hasil penelitian menunjukkan, penguasaan konsep siswa termasuk pada kriteria sedang dan mengalami perubahan konsep yang lebih baik dengan meningkatnya persentase siswa kategori pemahaman baik pada setiap permasalahan. Kemampuan pemecahan masalah siswa yang termasuk kategori expert lebih dari 50% jumlah siswa, walaupun masih terdapat siswa pada kategori novice. Kemampuan siswa tertinggi pada indikator useful description, disusul secara berurutan pada indikator mathematical procedure, specific application of physics, physics approach, dan logical progression. Oleh karena itu, collaborative inquiry learning disertai formative e-assessment memberikan pengaruh pada keduanya, yang didukung oleh hasil effect size sebesar 3,51 dan 3,74 (kategori strong effect), serta N-gain sebesar 0,43 dan 0,63 (kategori sedang).