DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Proses Berpikir Reflektif-Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Bangun Datar

FLAVIA AURELIA HIDAJAT

Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses berpikir reflektif-kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah bangun datar. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif eksplorasi. Subjek dalam penelitian ini adalah sebelas siswa SMP kelas VII yang mengalami proses berpikir reflektif-kreatif ketika menyelesaikan masalah bangun datar. Pemilihan subjek dalam penelitian ini dilakukan dengan dua tahapan. Pada tahap pertama, peneliti bertanya kepada guru kelas terkait siswa yang berpotensi mengalami proses berpikir reflektif-kreatif dalam menyelesaikan masalah bangun datar. Berdasarkan informasi dari guru kelas, peneliti memberikan soal tes bangun datar kepada 28 siswa SMP kelas VII E untuk mengetahui proses berpikir yang dialami siswa. Siswa diminta untuk mengucapkan penyelesaian masalah secara lisan (think out loud) dan menuliskan ucapannya tersebut pada lembar jawaban. Pada akhir penyelesaian masalah, peneliti melakukan wawacara secara mendalam kepada siswa. Berdasarkan hasil pemilihan subjek dari tahap pertama, peneliti menemukan empat orang subjek yang mengalami proses berpikir reflektif-kreatif dengan tiga kelompok karakteristik berbeda berdasarkan strategi penyelesaiannya. 

Pada tahap kedua, peneliti menambah subjek penelitian dengan bertanya kembali kepada guru kelas terkait siswa lain yang berpotensi besar mengalami proses berpikir reflektif-kreatif dalam menyelesaikan masalah bangun datar. Guru kelas menginformasikan bahwa sepuluh siswa dari kelas Olimpiade berpotensi besar mengalami proses berpikir reflektif-kreatif. Hasil pemilihan subjek dari tahap kedua menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh siswa yang dipilih menjadi subjek penelitian mengalami proses berpikir reflektif-kreatif dengan tiga karakteristik yang sama dengan ketiga karakteristik dari hasil pemilihan subjek pertama. Oleh karena itu, jumlah subjek dalam penelitian ini adalah sebelas siswa. Proses pemilihan subjek ini bertujuan untuk mencapai saturasi dan memperkuat temuan terkait eksplorasi proses berpikir reflektif-kreatif pada siswa dengan kelompok karakteristik tertentu. 

Penelitian ini dianalisis melalui tujuh tahap, yaitu

(1) mentranskripsikan rekaman wawancara, think out louds, dan hasil perekaman video;

(2) menelaah data jawaban tertulis siswa, transkrip wawancara, think out loud, serta data pengamatan dari video;

(3) melakukan reduksi data dengan membuat abstrak;

(4) melakukan kategorisasi/coding;

(5) menggambarkan proses berpikir reflektif-kreatif siswa;

(6) menganalisis hal-hal yang menarik, dan

(7) memberikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan kejenuhan data berupa proses berpikir reflektif-kreatif yang mencakup enam tahapan dalam tiga kelompok karakteristik, yaitu proses berpikir reflektif-kreatif modifikatif, proses berpikir reflektif-kreatif konektif, proses berpikir reflektif-kreatif kombinatif. Keenam tahapan tersebut adalah:

(1) siswa mengidentifikasi masalah;

(2) siswa mengalami kondisi bingung dalam menentukan luas daerah segienam karena panjang sisi-sisi dan rumusnya tidak diketahui;

(3) melakukan upaya penyelidikan untuk menentukan luas daerah segienam dengan cara

(a) memodifikasi bangun segienam menjadi bangun persegi dan menerapkan rumus luas daerah persegi untuk menentukan luas daerah segienam; atau

(b) mengoneksikan satu ide dari konsep dasar luas daerah segitiga dengan masalah, menggabungkan dua segitiga satuan menjadi satu persegi satuan, dan menghitung banyak persegi satuan dalam segienam untuk menentukan luas daerah segienam;

(c) mengombinasikan ide dari “konsep dasar luas daerah segitiga” dan ide dari “rumus luas daerah persegi” untuk menentukan luas daerah segienam, sehingga luas daerah segienam ditentukan dengan menghitung banyak persegi satuan yang setiap luas daerahnya adalah satu satuan luas;

(4) mengaitkan luas daerah segienam (hasil berpikir reflektif sebelumnya) tersebut dengan pertanyaan masalah;

(5) membangun ide baru dengan merencanakan untuk membuat beragam bangun datar yang baru (original) yakni

(a) merencanakan untuk memodifikasi pecahan bangun segienam (persegi satuan); memotong dan memindahkan letak empat persegi satuan untuk membuat beragam bangun datar baru (original);

(b) merencanakan untuk membuat beragam bangun datar baru (original) berdasarkan banyak persegi satuan (yakni 4 persegi satuan);

(c) merencanakan untuk membuat beragam bangun datar baru (original) berdasarkan 4 persegi satuan yang setiap persegi satuan mempunyai luas daerah 1 satuan luas;

(6) menerapkan ide tersebut ke dalam lembar jawaban.

Subjek yang cenderung mengalami enam tahapan dalam proses berpikir reflektif-kreatif dengan cara memodifikasi bentuk bangun datar untuk membuat beragam bangun datar baru (original) dikatakan bahwa subjek mengalami proses berpikir reflektif-kreatif modifikatif. Subjek yang cenderung mengalami enam tahapan dalam proses berpikir reflektif-kreatif dengan cara mengoneksikan ide dari konsep dasar luas daerah segitiga dengan masalah untuk membuat beragam bangun datar baru (original) dikatakan bahwa subjek mengalami proses berpikir reflektif-kreatif konektif. Subjek yang cenderung mengalami enam tahapan dalam proses berpikir reflektif-kreatif dengan cara mengombinasikan ide dari konsep dasar segitiga dan ide dari rumus luas daerah bangun datar untuk membuat beragam bangun datar baru (original) dikatakan bahwa subjek mengalami proses berpikir reflektif-kreatif kombinatif.