DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Classroom Interaction in the Speaking Class at IAI Ibrahimy Situbondo. (Thesis)

Ukhtul Iffah

Abstrak


Interaction has an important role in conducting the teaching learning process, especially in promoting successful the teaching and learning process in the Speaking class The present research was carried out in order to investigate the classroom interaction that occurs in the Speaking class. The objectives of this present research are 1) to describe ways the teacher stimulates and encourages the students to interact in the classroom; 2) to identify the patterns of interactions that occur in the classroom interaction in the speaking class; 3) to describe the communication strategies the teacher and the students employ during the classroom interaction in the process of teaching and learning speaking skill in the classroom.

Descriptive-qualitative research design was adopted to answer those questions. In this case, the researcher herself was as the main instrument of the study. The data of the study were the utterances produced by the teacher and the students during the classroom interaction in Speaking class at IAI Ibrahimy Situbondo. In collecting the data, the researcher used a video recorder, an interview guide, observation sheets, and field notes. In this study, a triangulation of the source, the data, the theory, and the methodology was employed to check the trustworthiness of the study.

The findings of the study in general can be stated that the classroom interaction that occurred in the Speaking class was adequate. It means that the teacher and the students interacted in the classroom interactively and communicatively. The teacher employed most aspects of existing theories of FLINT model proposed by Flanders and Moskowitz in the teaching learning process to make her talk comprehensible to the students, i.e, 1) giving information, 2) giving direction, and 3) criticizing students' response, 4) praising or encouraging and joking, 5) using ideas of the students, and 6) asking questions. By applying the various interaction, the teacher can stimulate and encourage the students to interact in the Speaking class. It also created a good atmosphere in the classroom in order that the students were not bored and finally they did not hesitate to deliver their idea. Meanwhile, the patterns that occurred during the classroom interaction are 1) the teacher to whole class, 2) the individual student to the individual student, and 3) the teacher to the individual student. The first pattern always happened in the beginning as an opening and as the giving feedback in the teaching learning process. The second pattern mostly occurred whenever the students were in a small group discussion. The last pattern was employed by the teacher when she gave further questions to the students who delivered their opinion in the free Speaking activity. To overcome the communication problems during the classroom interaction, the teacher applied four strategies, namely paraphrasing, restructuring, miming and repetition. While the students used the six communicating strategies, they were message abandonment, code switching, restructuring, appealing, miming, and repetition.

Based on the result of the findings, some suggestions are proposed to the teachers, both the English and Arabic teachers of Intensive Foreign Language Programs, and also for all teachers in general, and also to the Institution namely IAI Ibrahimy Situbondo. For the teachers in general, 1) she should give a chance to the students to ask personally in order that they have self confidence, bravery to deliver their problems to the teacher. It is the application of the individual student to the teacher pattern that did not occur during the study, 2) in giving correction, the teacher should ask the students who make some mistakes to identify their error as the stimulation for them to be aware about their error and asked them to correct by themselves before the teacher informed the correct one or the teacher ask them to make peer correction, 3) the topic should be in line with the student's interest. Meanwhile, for the Institution of Intensive Foreign Language Programs namely IAI Ibrahimy Situbondo: it is expected to support and facilitate as well as possible to make classroom interaction interactive.

 

Abstract:

Interaksi memiliki peranan penting dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, terutama dalam menentukan kesuksesan proses belajar mengajar di kelas Speaking.Penelitian ini dilaksanakan untuk meneliti interaksi kelas yang terjadi di kelas Speaking. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan cara-cara yang digunakan oleh pengajar untuk merangsang dan mendorong mahasiswa untuk berinteraksi dalam kelas; 2) mengetahui pola-pola interaksi kelas; dan 3) mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh para mahasiswa dan pengajar ketika melakukan interaksi kelas dalam proses belajar mengajar di kelas.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif untuk menjawab pertanyaan di atas. Dalam hal ini, peneliti adalah sebagai instrument utama. Data penelitian ini adalah ujaran-ujaran yang dihasilkan oleh pengajar dan mahasiswa selama interaksi di dalam kelas Speaking. Dalam mengumpulkan data melalui observasi, peneliti menggunakan video recorder, pedoman wawancara, lembar pengamatan, dan catatan lapangan. Dalam penelitian ini, trianggulasi sumber data, data, teori, dan metodologi diterapkan untuk mengecek keabsahan data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum interaksi yang terjadi di dalam kelas cukup memuakan. Hal ini berarti pengajar dan mahasiswa berinteraksi secara interaktif dan komunikatif. Pengajar menerapkan sebagian besar aspek teori model FLINT yang dikemukakan oleh Flander dan Moskowitz dalam proses belajar mengajar agar supaya bahasanya mudah dipahami oleh mahasiswa. Aspek-aspek tersebut adalah 1) memberikan informasi, 2) memberikan perintah, 3) mengkritik respon mahasiswa, 4)memberikan pujian/dorongan dan bercanda, 5) menggunakan gagasan mahasiswa, dan 6) bertanya. Dengan menerapkan interaksi yang bervariasi, pengajar dapat menstimilus dan mendorong mahasiswa untuk berinteraksi di kelas Speaking. Hal ini juga dapat menciptakan atmosfir yang nyaman di dalam kelas agar supaya mahasiswa tidak merasa jenuh dan tidak segan dalam menyampaikan gagasannya. Sementara itu, pola-pola interaksi yang muncul selama interaksi di dalam kelas adalah 1) interaksi antar pengajar dengan seluruh mahasiswa di dalam kelas, 2) interaksi antar mahasiswa secara perorangan, dan 3) interaksi antar pengajar dengan mahasiswa perorangan. Pola yang pertama selalu muncul di awal sebagai pembukaan dan di akhir sebagai feedback di setiap proses belajar mengajar. Sedangkan pola interaksi yang kedua seringkali terjadi ketika mahasiswa berada di kelompok-kelompok diskusi kecil. Pola interaksi yang terakhir diterapkan oleh pengajar ketika dia memberi pertanyaan lebih jauh pada mahasiswa yang mengungkapkan pendapatnya di aktifitas ‘Free Speaking'. Dalam memecahkan masalah-masalah komunikasi selama interaksi dalam kelas, pengajar menerapkan empat strategi yaitu paraphrase, restructuring, mime dan repetition. Sementara strategi yang digunakan mahasiswa ada enam yaitu message abandonment, code switching, restructuring, appeal, mime, dan repetition.

Berdasarkan hasil temuan penelitian ini, beberapa saran diajukan pada pengajar baik pengajar bahasa Inggris dan pengajar bahasa Arab di lingkungan Lembaga Bahasa Asing IAI Ibrahimy, dan juga pada para guru secara umum, dan juga diperuntukkan untuk Institusinya dalam hal ini IAI Ibrahimy Situbondo. Untuk para guru disarankan agar supaya 1) memberikan kesempatan atau waktu pada mahasiswa untuk bertanya secara perorangan agar supaya mereka percaya diri, berani dalam menyampaikan masalah-masalahnya kepada pengajar dan hal ini merupakan aktifitas pola interaksi antar mahasiswa perorangan dengan pengajar yang tidak muncul selama penelitian ini , 2) dalam memberikan koreksi, pengajar seharusnya meminta mahasiswa itu sendiri untuk mengidenitifikasi kesalahannya sendiri dan meminta dia sendiri untuk memperbaiki kesalahnnya tersebut hal ini agar supaya mahasiswa bisa lebih mandiri (self correction)dalam menyelesaikan permasalahannya atau pengajar meminta mereka untuk melakukan koreksi rekan (peer correction), dan 3) topic diskusi disarankan sesuai dengan minat dari mahasiswa juga. Sedangkan untuk Institusi dalam hal ini IAI Ibrahimy Situbondo disarankan agar supaya mendukung dan memfasilitasi terciptanya interaksi dalam kelas yang interaktif.