DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Makna Konservasi Hutan pada Masyarakat Adat Karampuang sebagai Bahan Buku Suplemen Mata Kuliah Ekologi Lingkungan dan Pembangunan

Yusuf, Muhammad.

Abstrak


RINGKASAN

Yusuf, Muhammad. 2018. Makna Konservasi Hutan pada Masyarakat Adat

Karampuang sebagai Bahan Buku Suplemen Mata Kuliah Ekologi

Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Disertasi, Program Studi Pendidikan

Geografi, Program Doktor Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(1) Prof. Dr. Sugeng Utaya M.Si.,

(2) I Komang Astina,M.S.,Ph.D.,

(3) Dr. I Nyoman Ruja S.U.

 

Kata Kunci: Makna Konservasi, Hutan adat, dan Adat Karampuang

Terjadinya penurunan kualitas hutan disebabkan oleh alih fungsi lahanhutan yang masih berlangsung sampai saat ini. Masyarakat diharapkan menyadaribahwa masalah tersebut dapat diatasi melalui kearifan lokal. Kearifan lokal yangdimiliki oleh masyarakat adat Karampuang telah diwujudkan pengetahuan merekadalam konsep konservasi hutan.

Fokus penelitian ini adalah Konteks geografis, makna, dan nilai-nilaikonservasi oleh masyarakat adat Karampuang yang dapat dijadikan sebagai bukuSuplemen Mata kuliah Ekologi Lingkungan dan Pembangunan. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif perpektif fenomenologi oleh Alfred Schutz, yangmenyatakan bahwa makna tidak terlepas dari ‘because motives’ dan ‘in order tomotives’. Sebagai subjek penelitian adalah masyrakat adat Karampuang.Pengumpulan data melalui tahap observsi, observasi partisipasi, dokumentasi, danwawancara mendalam. Subjek penelitian yang diwawancarai secara mendalamberjumlah empat belas orang.Hasil penelitian sebagai berikut: Konteks geografis yang melatarbelakangimasyarakat adat Karampuang dalam konservasi hutan, berupa kondisi fisik wilayahdan kondisi sosial (setting social) yang membentuk masyarakat Karampuangberprilaku konservatif. Makna Konservasi Hutan bagi Masyarakat Adat

Karampuang bahwa hutan tidak boleh dirusak karena merupakan tempat ritual adat

dan kayu hutan tidak boleh ditebang tanpa seizin pemangku adat karena telah

dicadangkan untuk kepentingan rumah adat. Nilai-nilai konservasi masyarakat adat

Karampuang yaitu;

(1) keyakinan kepada tuhan;

(2) kejujuran;

(3) tidak membedabedakan;

(4) saling memperhatikan

(4) saling menghormati;

(5)keberanian;

(6) konsisten;

(7) menyembunyikan aib sesama manusia;

(8) tidaksaling menjerumuskan;

(9) rasa malu;

(10) pengendalian diri;

(11) nilai ekologis(cara-cara organisme beradaptasi dengan lingkungannya);

(12) memanusiakanhutan (Cara pandang masyarakat adat yang menganggap hutan harus dihormatilayaknya manusia);

(13) saling kasih sayang dan kepedulian; dan

(14) gotongroyong.Proposisi penelitian ini menghasilkan tesis berikut: Perilaku konservasi

 

hutan oleh masyarakat adat tidak dibangun oleh subjektif individu tetapi ditentukanoleh konteks geografis terutama orientasi masa lalu/setting social (because motif)yang beragam. Selain itu, Perilaku konservasi hutan ditentukan oleh orientasi masadepan/orientasi tujuan (in order to motives) yang dikembangkan oleh konteksgeografis terutama setting social yang melatarbelakangi individu. Setting socialtersebut berupa nilai-nilai kearifan lokal dalam konservasi hutan.