DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pembelajaran Perkalian Bilangan Bulat dengan Belajar Penemuan Bruner untuk Memahamkan Siswa Kelas V Sekolah Dasar. (Tesis)

Juliana M.H Nenohai

Abstrak


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa kelas V SDK Mardi Wiyata II Malang dalam memahami operasi perkalian bilangan bulat. Kekurangpahaman siswa ini terungkap dari kesulitan siswa menyelesaikan soal-soal perkalian bilangan bulat khususnya soal aplikasi. Hal ini disebabkan oleh kesulitan guru memilih alat peraga yang tepat untuk pembelajaran bilangan bulat. Akibatnya guru melaksanakan pembelajaran topik ini secara konvensional tanpa alat peraga. Selain itu penelitian tentang pembelajaran perkalian bilangan bulat juga masih jarang dilakukan. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan desain pembelajaran berdasarkan belajar penemuan Bruner yang dapat membangun pemahaman siswa kelas V SDK Mardi Wiyata II Malang terhadap konsep perkalian bilangan bulat dan untuk mengetahui keefektifan pelaksanaan pembelajaran tersebut.

Penelitian ini dilaksanakan sesuai langkah-langkah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan prosedur sebagai berikut. Kegiatan penelitian diawali dengan meran-cang pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan strategi Discovery Learning yang mengacu pada tiga tahap representasi menurut Bruner yaitu tahap enaktif, ikonik, dan simbolik. Langkah-langkah pembelajaran ini tertuang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan lembar kerja siswa (LKS) yang dilengkapi dengan alat pera-ga manik-manik bilangan bulat. Selain itu disiapkan pula instrumen penelitian berupa lembar validasi, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, tes, dan pedoman wawan-cara. Semua perangkat ini divalidasi oleh tiga orang validator sebelum digunakan. Selanjutnya kegiatan pembelajaran dilaksanakan oleh peneliti sebagai guru dan diob-servasi oleh tiga orang observer. Setelah selesai pelaksanaan pembelajaran diberikan tes dan mewawancarai subjek wawancara sebanyak 4 orang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran yang dihasilkan valid dan terlaksana dengan baik sehingga dapat memahamkan siswa kelas Vb SDK Mardi Wiyata II Malang. Keefektifan pelaksanaan pembelajaran tersebut ditandai oleh keberhasilan guru mengelola pembelajaran dengan rata-rata skor 95,33% dengan kategori sangat baik dan keaktifan siswa dengan rata-rata skor 89,17% dengan kate-gori sangat baik pula. Meningkatnya pemahaman siswa ditandai oleh kemampuan siswa: (a) menemukan hubungan antara ide-ide yang terlihat melalui manipulasi manik-manik (tahap enaktif) maupun gambar manik-manik (ikonik), (b) menkonsep-tualisasikan ide-ide yang muncul dalam kegiatan manipulasi manik-manik (tahap ikonik), (c) menulis bentuk matematik yang tepat sesuai dengan manipulasi manik-manik (tahap simbolik), (d) menemukan pola yang menunjukkan hubungan antara masing-masing faktor maupun hasil perkalian dari bentuk-bentuk perkalian yang diberikan (tahap simbolik), dan (e) menyelesaikan soal-soal aplikasi perkalian bilangan bulat. Kemampuan-kemampuan ini terwujud dari proses penyelesaian kegiatan-kegiatan dalam LKS secara kelompok dan proses penyelesaian soal tes secara perorangan. Hasil tes akhir siklus I dan II menunjukkan bahwa persentase siswa yang mampu membuat dan membaca diagram mengalami peningkatan sebagai berikut: (a) perkalian bilangan bulat positif dan negatif meningkat 42,31%; (b) perka-lian bilangan bulat negatif dan positif serta perkalian dua bilangan negatif meningkat 19,23%. Sedangkan persentase siswa yang mampu menyelesaikan soal aplikasi meningkat 23,08%.

Saran-saran yang direkomendasikan antara lain: (a) guru kelas V SDK Mardi Wiyata II Malang agar menerapkan model pembelajaran ini dengan memperhatikan alokasi waktu yang disiapkan dan memperkenalkan alat peraga manik-manik sedini mungkin secara bertahap, (b) bagi guru matematika di sekolah lain dimungkinkan untuk menerapkan model pembelajaran ini jika kondisinya relatif sama atau mirip dengan sekolah yang menjadi latar penelitian ini, (c) peneliti lain dapat merancang pembelajaran perkalian bilangan bulat dengan menggunakan alat peraga yang berva-riasi untuk lebih memperkaya pemahaman siswa serta mengembangkan model pembelajaran ini untuk topik matematika lainnya.

 

Abstract:

The background of research is laid in the difficulty of the fifth grade students in SDK Mardi Wiyata II Malang in understanding multiplication operation of integer. Lack of students understanding on multiplication operation integer was revealed from students' difficulty in solving the integer multiplication test items especially for application test items. Such condition was caused by teachers' difficulty in choosing correct teaching media for integer learning. Teachers tend to teach this material in conventional way without employing any additional teaching media. Besides, research for learning integer multiplication was seldom carried out. Therefore, the research was conducted to produce the learning design based on Bruner's discovery learning model in order to improve the understanding the fifth grade students of SDK Mardi Wiyata II Malang toward the concept of the integer number multiplication and to know the effectiveness of the implementation of such learning.

The research was carried out based on the steps of class activities analysis (PTK) with the following procedures. The first step was to design developed based on Discovery Learning strategy that refers to three representation stages according to Bruner; enactive, iconic, and symbolic. The step was presented in Lesson Plan (RPP) and Students Working Sheet (LKS) equipped with media of integer beads. The research employed four instruments namely validation sheets, teacher and students activity observation sheets, test and interview guidance. Secondly, the instruments were validated by three validators before they were used. Thirdly, teaching activities were carried out by the researcher as a teacher and observed by three observers. Test and interview were conducted after teaching and learning process. Four people are interviewed as the subjects of the interview.

The result of this research showed that the resulted teaching design was valid and run well so it can improve the understanding of the fifth grade students in SDK Mardi Wiyata II Malang. The effectiveness of teaching was indicated by the teacher's success in managing the teaching with the average score of 95, 33% which was categorized in very good category. Based on the observation on students' involvement, it had average score of 89, 17% which was in very good category. The improvement of understanding among students is indicated by the students ability in finding the correlation among seen ideas through beads manipulation (enactive stage) or through beads picture (iconic stage),conceptualizing the emerging ideas in activity of beads manipulation (iconic stage),writing the correct mathematic form according to beads manipulation (symbolic stage), finding the pattern that shows the correlation among factors and the results of multiplication from the given multiplication forms (Symbolic stage), and solving the test items of integer multiplication application. These abilities can be seen from the process of solving activities in students working sheets in group and solving test items individually. The final test results of the cycle 1 and 2 showed the better achievement of students who are able to make and read diagram as follows: (a) the ability for positive and negative integer multiplication increases 42, 31%; (b) the ability for negative and positive integer multiplication, and two negative numbers multiplication increases 19, 23%. Meanwhile, the achievement of students who are able to finish the application problems increases 23, 08%.

There are some suggestions that can be recommended. First, teacher of the fifth grade in SDK Mardi Wiyata II Malang should implement this teaching model. However, the teacher should consider time allocation in applying the model. He/she should introduce the beads as the learning media as earlier as possible in gradual ways. Second, the Bruner discovery learning model can be applied by other mathematic teachers who have similar problems. Third, future researchers should design teaching of integer multiplication by using other varied media to enrich the students' understanding and develop this teaching model for other mathematic topics.