DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Perbedaan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VII dalam Pemecahan Masalah Bangun Datar

RASIDI, MUHAMMAD.

Abstrak


RINGKASAN

Rasidi, Muhammad. 2019. Analisis Perbedaan Kemampuan Berpikir Kreatif

Siswa Kelas VII dalam Pemecahan Masalah Bangun Datar. Tesis,

Jurusan Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas

Negeri Malang.

Pembimbing:

(I) Prof. Drs. H. Gatot Muhsetyo, M.Sc.

(II) Dr. Erry Hidayanto, M.Si.

 

Kata Kunci: perbedaan kemampuan, berpikir kreatif, pemecahan masalah,

bangun datar

Berpikir kreatif harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi era

informasi yang semakin modern dan persaingan yang begitu ketat. Berpikir kreatif

adalah kompetensi abad ke-21 yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik, sebab

dengan adanya berpikir kreatif, akan mudah dan bisa menyesuaikan diri dengan

keadaan situasi yang semakin berkembang. Kemampuan berpikir kreatif siswa

dalam pemecahan masalah matematika masih rendah dan perlu dikembangkan

dalam pembelajaran di sekolah.

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan

matematika siswa ditinjau dari tingkat kemampuan siswa yaitu tinggi, sedang dan

rendah dengan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah

bangun datar. Kriteria berpikir kreatif yaitu

(1) kefasihan,

(2) keluwesan, dan

(3) kebaruan, kemudian dilanjutkan dengan mengklasifikasikan kamampuan berpikir

kreatif menjadi lima level yaitu level 0 (tidak memiliki ketiga kriteria berpikir

kreatif), level 1 (kefasihan), level 2 (kriteria keluwesan dan kebaruan, tanpa

kefasihan), level 3 (kriteria kefasihan dan keluwesan atau kefasihan dan kebaruan)

dan level 4 (memiliki ketiga kriteria berpikir kreatif).

Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan deskriptif kualitatif untuk

menggambarkan secara alamiah dan mengeksplorasi dengan melakukan

wawancara untuk mengkaji lebih jauh hasil pekerjaan siswa agar lebih jelas.

Kriteria berpikir kreatif yaitu

(1) kefasihan,

(2) keluwesan, dan

(3) kebaruan,

kemudian dilanjutkan dengan mengklasifikasikan dengan lima level kemampuan

berpikir kreatif. Pemilihan responden pada penelitian ini ada 5 langkah, yaitu

(1) Memberikan kepada siswa tes soal materi bangun datar yang biasa (rutin);

(2) memberikan nilai dari hasil tes pekerjaan siswa;

(3) Mengelompokkan nilai dari hasil tes berdasarkan batas-batas klasfikasi yang meliputi kategori kemampuan siswa tinggi, sedang dan rendah;

(4) Nilai paling tinggi dari masing-masing kategori kemampuan siswa diambil 2 siswa sebagai responden, sehingga jumlah menjadi 6 responden; dan

(5) jika ada nilai tes yang sama, peneliti meminta guru

kelas untuk memilih mana yang paling tepat (cerdas) diantara mereka. Instrumen

yang digunakan adalah instrumen utama yaitu peneliti sendiri, instrumen tertulis

yaitu tes soal pemecahan masalah matematika dalam bentuk open middle,

wawancara dan dokumentasi (rekaman audio) untuk sebagai instrumen

pendukung.

Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa responden yang memiliki

kemampuan matematika tinggi yaitu,

(1) mampu memberikan jawaban yang benar;

(2) mampu menunjukkan kefasihannya dalam menyelesaikan suatu masalah tanpa mengalami hambatan; dan

(3) kedua responden berada dilevel 4

(sangat kreatif). Responden yang memiliki kemampuan matematika sedang yaitu,

(1) mampu memberikan jawaban yang benar;

(2) berada ditengah-tengah level kemampuan berpikir kreatif; dan

(3) responden pertama berada dilevel 4 (sangat kreatif) dan kedua berada dilevel 2 (cukup kreatif). Responden yang memiliki kemampuan rendah yaitu

(1) cenderung tidak mampu memberikan jawaban yang benar;

(2) mengalami banyak kesulitan dalam penyelesaian sebab kurangnya pengetahuan dan pemahaman pada materi yang diberikan; dan

(3) responden pertama berada dilevel 1 (hampir tidak kreatif) dan kedua berada dilevel 0 (tidak kreatif).

 

SUMMARY

Rasidi, Muhammad. 2019. The Analysis of Differences in ability Creative thinking

Students' Class VII in Problem Solving of Plane. Thesis, Department of

Mathematics Education, Program magister, Universitas Negeri Malang.

Advisor:

(I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc.

(II) Dr. Erry Hidayanto, M.Si.

 

Key Words: differences in ability, creative thinking, problem solving, planeCreative thinking must be possessed by students in the face of anincreasingly modern information era and intense competition. Creative thinking isa 21st century competency that must be possessed by every student, because byhaving creative thinking, it will be easy and can adapt to the situation of anincreasingly developing situation. Students' creative thinking skills in

mathematical problem solving are still low and need to be developed in learningat school.

The objective of the study was to describe the differences in students'

mathematical abilities in terms of the level of students' abilities, namely high,

medium and low with in ability Creative thinking in problem solving of plane.

Creative thinking criteria are

(1) fluency,

(2) flexibility, and

(3) novelty, then

proceed by classifying our creative thinking skills into five levels, level 0 (not

having all three creative thinking criteria), level 1 (fluency), level 2 (criteria for

flexibility and novelty, without fluency), level 3 (criteria for fluency and

flexibility or fluency and novelty) and level 4 (having three criteria for creative

thinking).

The approach taken is a qualitative descriptive approach to describe

naturally and explore by conducting interviews to further examine the results of

student work to be clearer. Creative thinking criteria are

(1) fluency,

(2) flexibility, and

(3) novelty, then proceed with classifying with five levels of

creative thinking ability. The selection of respondents in this study has 5 steps,

namely

(1) Providing students with tests of ordinary flat-up material questions;

(2) giving values from the results of student work tests;

(3) Grouping the values of the test results based on classifications which include the categories of high, medium and low students' abilities;

(4) The highest value of each student's ability category is taken by 2 students as respondents, so that the number becomes 6 respondents; and

(5) if there is the same test score, the researcher asks the class teacher to

choose which one is the most (smart) among them. The instrument used is the

main instrument, namely the researcher himself, the written instrument is the test

of mathematical problem solving questions in the form of open middle, interviews

and documentation (audio recording) for supporting instruments.

The results of this study indicate that respondents who have high

mathematical abilities are,

(1) able to give the right answers;

(2) able to show his fluency in solving a problem without experiencing obstacles; and

(3) the two respondents are at level 4 (very creative). Respondents who have moderate

mathematical abilities are,

(1) able to give the right answer;

(2) are in the middle of the level of ability to think creatively; and

(3) the first respondent is at level 4 (very creative) and the second is in level 2 (quite creative). Respondents who have  low abilities are

(1) tend to be unable to give the right answer;

(2) experience many difficulties in solving because of lack of knowledge and understanding of the material provided; and

(3) the first respondent is at level 1 (almost not creative) and the second is at level 0 (not creative).

RINGKASAN

Rasidi, Muhammad. 2019. Analisis Perbedaan Kemampuan Berpikir Kreatif

Siswa Kelas VII dalam Pemecahan Masalah Bangun Datar. Tesis,

Jurusan Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana Universitas

Negeri Malang.

Pembimbing:

(I) Prof. Drs. H. Gatot Muhsetyo, M.Sc.

(II) Dr. Erry Hidayanto, M.Si.

 

Kata Kunci: perbedaan kemampuan, berpikir kreatif, pemecahan masalah,

bangun datar

Berpikir kreatif harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi era

informasi yang semakin modern dan persaingan yang begitu ketat. Berpikir kreatif

adalah kompetensi abad ke-21 yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik, sebab

dengan adanya berpikir kreatif, akan mudah dan bisa menyesuaikan diri dengan

keadaan situasi yang semakin berkembang. Kemampuan berpikir kreatif siswa

dalam pemecahan masalah matematika masih rendah dan perlu dikembangkan

dalam pembelajaran di sekolah.

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan

matematika siswa ditinjau dari tingkat kemampuan siswa yaitu tinggi, sedang dan

rendah dengan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah

bangun datar. Kriteria berpikir kreatif yaitu

(1) kefasihan,

(2) keluwesan, dan

(3) kebaruan, kemudian dilanjutkan dengan mengklasifikasikan kamampuan berpikir

kreatif menjadi lima level yaitu level 0 (tidak memiliki ketiga kriteria berpikir

kreatif), level 1 (kefasihan), level 2 (kriteria keluwesan dan kebaruan, tanpa

kefasihan), level 3 (kriteria kefasihan dan keluwesan atau kefasihan dan kebaruan)

dan level 4 (memiliki ketiga kriteria berpikir kreatif).

Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan deskriptif kualitatif untuk

menggambarkan secara alamiah dan mengeksplorasi dengan melakukan

wawancara untuk mengkaji lebih jauh hasil pekerjaan siswa agar lebih jelas.

Kriteria berpikir kreatif yaitu

(1) kefasihan,

(2) keluwesan, dan

(3) kebaruan,

kemudian dilanjutkan dengan mengklasifikasikan dengan lima level kemampuan

berpikir kreatif. Pemilihan responden pada penelitian ini ada 5 langkah, yaitu

(1) Memberikan kepada siswa tes soal materi bangun datar yang biasa (rutin);

(2) memberikan nilai dari hasil tes pekerjaan siswa;

(3) Mengelompokkan nilai dari hasil tes berdasarkan batas-batas klasfikasi yang meliputi kategori kemampuan siswa tinggi, sedang dan rendah;

(4) Nilai paling tinggi dari masing-masing kategori kemampuan siswa diambil 2 siswa sebagai responden, sehingga jumlah menjadi 6 responden; dan

(5) jika ada nilai tes yang sama, peneliti meminta guru

kelas untuk memilih mana yang paling tepat (cerdas) diantara mereka. Instrumen

yang digunakan adalah instrumen utama yaitu peneliti sendiri, instrumen tertulis

yaitu tes soal pemecahan masalah matematika dalam bentuk open middle,

wawancara dan dokumentasi (rekaman audio) untuk sebagai instrumen

pendukung.

Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa responden yang memiliki

kemampuan matematika tinggi yaitu,

(1) mampu memberikan jawaban yang benar;

(2) mampu menunjukkan kefasihannya dalam menyelesaikan suatu masalah tanpa mengalami hambatan; dan

(3) kedua responden berada dilevel 4

(sangat kreatif). Responden yang memiliki kemampuan matematika sedang yaitu,

(1) mampu memberikan jawaban yang benar;

(2) berada ditengah-tengah level kemampuan berpikir kreatif; dan

(3) responden pertama berada dilevel 4 (sangat kreatif) dan kedua berada dilevel 2 (cukup kreatif). Responden yang memiliki kemampuan rendah yaitu

(1) cenderung tidak mampu memberikan jawaban yang benar;

(2) mengalami banyak kesulitan dalam penyelesaian sebab kurangnya pengetahuan dan pemahaman pada materi yang diberikan; dan

(3) responden pertama berada dilevel 1 (hampir tidak kreatif) dan kedua berada dilevel 0 (tidak kreatif).

 

SUMMARY

Rasidi, Muhammad. 2019. The Analysis of Differences in ability Creative thinking

Students' Class VII in Problem Solving of Plane. Thesis, Department of

Mathematics Education, Program magister, Universitas Negeri Malang.

Advisor:

(I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc.

(II) Dr. Erry Hidayanto, M.Si.

 

Key Words: differences in ability, creative thinking, problem solving, planeCreative thinking must be possessed by students in the face of anincreasingly modern information era and intense competition. Creative thinking isa 21st century competency that must be possessed by every student, because byhaving creative thinking, it will be easy and can adapt to the situation of anincreasingly developing situation. Students' creative thinking skills in

mathematical problem solving are still low and need to be developed in learningat school.

The objective of the study was to describe the differences in students'

mathematical abilities in terms of the level of students' abilities, namely high,

medium and low with in ability Creative thinking in problem solving of plane.

Creative thinking criteria are

(1) fluency,

(2) flexibility, and

(3) novelty, then

proceed by classifying our creative thinking skills into five levels, level 0 (not

having all three creative thinking criteria), level 1 (fluency), level 2 (criteria for

flexibility and novelty, without fluency), level 3 (criteria for fluency and

flexibility or fluency and novelty) and level 4 (having three criteria for creative

thinking).

The approach taken is a qualitative descriptive approach to describe

naturally and explore by conducting interviews to further examine the results of

student work to be clearer. Creative thinking criteria are

(1) fluency,

(2) flexibility, and

(3) novelty, then proceed with classifying with five levels of

creative thinking ability. The selection of respondents in this study has 5 steps,

namely

(1) Providing students with tests of ordinary flat-up material questions;

(2) giving values from the results of student work tests;

(3) Grouping the values of the test results based on classifications which include the categories of high, medium and low students' abilities;

(4) The highest value of each student's ability category is taken by 2 students as respondents, so that the number becomes 6 respondents; and

(5) if there is the same test score, the researcher asks the class teacher to

choose which one is the most (smart) among them. The instrument used is the

main instrument, namely the researcher himself, the written instrument is the test

of mathematical problem solving questions in the form of open middle, interviews

and documentation (audio recording) for supporting instruments.