DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Audit Internal Manajemen untuk Penjaminan Mutu Organisasi pada Taman Kanak-Kanak di Kota Malang

Sunarni Sunarni

Abstrak


ABSTRAK

Sunarni. 2018. Pengembangan Model Audit Internal Manajemen untuk Penjaminan Mutu Organisasi pada Taman Kanak-Kanak di Kota Malang. Disertasi, Program Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing

(I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A., Ph.D.,

(II) Prof. Dr. Hj. Nurul Ulfatin, M.Pd.,

(III) Dr. H. A. Supriyanto, M.Pd.,M.Si.

Kata kunci: audit internal manajemen, penjaminan mutu, organisasi, Taman Kanak-Kanak

Mutu Taman Kanak-Kanak (TK) menjadi perhatian serius baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Secara kuantitatif perkembangan TK semakin meningkat dan persaingan semakin ketat. Peran penjaminan mutu sangat diperlukan untuk meningkatkan atau mempertahankan kualitas lembaga. Penjaminan mutu yang paling dekat dan mendasar adalah audit internal manajemen (AIMA). Selama ini model audit internal sudah banyak diterapkan di lembaga jenjang pendidikan menengah dan Perguruan, namun belum banyak dilakukan di tingkat TK.

Tujuan umum penelitian dan pengembangan ini adalah dikembangkannya model AIMA untuk penjaminan mutu organisasi TK di Kota Malang. Tujuan khusus, antara lain:

(1) diketahuinya gambaran AIMA untuk penjaminan mutu TK di Kota Malang,

(2) dihasilkan model AIMA untuk penjaminan mutu TK di Kota Malang,

(3) dihasilkan perangkat model AIMA untuk penjaminan mutu TK di Kota Malang, dan

(4) diketahuinya tingkat efektifitas dan efisiensi perangkat model AIMA untuk penjaminan mutu TK di Kota Malang.

Rancangan penelitian dan pengembangan diadaftasi dari Borg & Gall (1983:775) dengan 10 langkah.Langkah awal dilakukan need assessmentkepada  79 TK yang diambil secara acak. Analisis data awal penelitian menggunakan program Excell dan SPSS for Windows.Hasil pengembangan produk AIMA TK dikonsultasikan kepada 4 expert. Langkah selanjutnya adalah uji coba kelompok kecil terhadap 3 lembaga TK, uji coba kelompok menengah  dilaksanakan pada 5 lembaga, dan uji coba kelompok besar  pada 10 lembaga TK. Pada waktu uji coba produk, penelitian ini mengambil sampel  yang mewakili setiap kecamatan, status sekolah negeri dan swasta (umum, sekolah berbasis agama Islam, Kriten, dan Katolik),  sekolah dengan kriteria akreditasi A, B, C, dan belum terakreditasi.

Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, pada penelitian pendahuluan bahwa kegiatan penjaminan mutu di TK Kota Malang, adalah:

(a) status akreditasi dari 79 lembaga TK kebanyakan memperoleh status B, banyak yang sudah kedaluwarsa, masih menggunakan sistem lama (BAN-SM), adanya proses penjaminan mutu lembaga;

(b) adanya kemudahan dan kesulitan lembaga TK untuk mengusulkan penjaminan mutu eksternal yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal;

(c) proses penjaminan mutu internal sudah berjalan dengan baik, walupun belum mempunyai organisasi atau lembaga khusus yang menangani penjaminan mutu;

(d) dimensi/ruang lingkup meliputi: pendidik & tenaga kependidikan, manajemen dan kepemimpinan, kurikulum dan proses belajar mengajar, dan dukungan kepada anak; dan

(e) masing-masing dimensi dilengkapi dokumen untuk penjaminan mutu lembaga.

Kedua, dikembangkan perangkat model AIMA TK dijabarkan menjadi 6 bab yaitu:

(1) Bab I berisi Pendahuluan,

(2) Bab II berisi Model AIMA TK,

(3) Bab III berisi SOP,

(4) Bab IV berisi Instrumen Deteksi Mutu TK,

(5) Bab V berisi perangkat AIMA TK, dan

(6) Bab VI Penutup. Ketiga, hasil uji efektivitas perangkat AIMA TK menurut 4expert bahwaproduk dinyatakan sangat layak. Keempat, hasil uji kelompok kecil pendapat 3 responden bahwa produk dinyatakan sangat layak. Berdasarkan masukan secara tertulis masih perlu adanya revisi istilah yang lazim dipakai oleh lembaga TK.Kelima, hasil uji kelompok menengah menurut 5responden bahwa produk dinyatakan sangat layak. Masukan tertulis dari responden adalah produk dapat dipakai dan perlunya mengadakan sosialisasi sebelum penggunaan produk AIMA TK. Keenam, hasil uji kelompok besar dari 10 responden bahwa produk dinyatakan sangat layak, sudah dapat mendeteksi mutu TK,  dan dapat mendeteksi pemenuhan dokumen yang perlu disediakan. Langkah selanjutnya adalah dilakukan revisi produk akhir atau produk final.

Kekuatan produk, antara lain:

(a) produk dibuat berdasarkan 5 dasar pengembangan,

(b) kriteria responden berdasarkan pada kemajemukan,

(c) hasil maksimal akan didapat apabila lembaga TK mempunyai SDM yang memadahi,

(d) dapat digunakan oleh: kepala sekolah, guru, TU, dan komite sekolah, dan

(e) produk fleksibel.

Kelemahan produk:

(a) langkah-langkah dalam AIMA TK tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal apabila SDM kurang memadai dan kompeten,

(b) produk kurang maksimal kebermanfaatan dalam segi geografi karena lingkup hanya Kota Malang. Akan muncul permasalahan baru: personil perlu ditambah, produk kurang dipahami, karakteristik antar wilayah yang berbeda. Solusinya: dokumen yang sama/mirip dijadikan 1 dimensi, dapat mengambil langkah-langkah/format yang dibutuhkan, diadakan workshop, penelitian dilaksanakan lingkup nasional.

Saran pemanfatan:

(a) Kepala TK, produk dapat ditetapkan sebagai kebijakan internal lembaga,

(b) Guru TK dan Tenaga Administrasi, produk perlu dipelajari dan dipahami terlebih dahulu sebelum produk digunakan,

(c) Pengawas TK, produk AIMA TK dapat dijadikan rekomendasi kepada kepala sekolah untuk melaksanakan pengawasan,

(d) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, produk dijadikan model pembinaan/pengawasan/kontrol/pengendalian mutu secara internal,

(e) Ketua BAN PAUD dan PNF bahwa produk dapat dijadikan model penjaminan mutu internal, dan

(f) Peneliti lain, hasil penelitian menjadi awal penelitian pada audit internal manajemen pada satuan PAUD dan PNF.

Saran desiminasi yaitu:

(a) mengadakan seminar/workshop kepada lembaga TK di Kota Malang yang tidak digunakan untuk uji coba produk,

(b) Dinas Pendidikan Kota dan Propinsi untuk memfasilitasi seminar/workshop tentang produk AIMA TK, dan

 

(c) BAN PAUD dan PNF untuk menggunakan produk AIMA TK untuk penjaminan mutu internal lembaga TK yang selanjutnya dapat diterapkan untuk penjaminan mutu eksternal.Saran pengembangan lebih lanjut: produk berbasis software hanya sebagai pelengkap dari produk manual perlu diujicobakan ke expert dan lapangan, sebagai dasar penelitian yang sama pada sekolah atau objek, ruang lingkup, dan metode penelitian yang berbeda.