DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Ekstrak Kulit Durian (Durio zibethinus Murr) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Sebagai Materi Penunjang Praktikum Mikrobiologi. (Tesis)

Amelia Amelia

Abstrak


Durian (Durio zibethinus Murr) merupakan salah satu jenis tanaman berkhasiat obat yang berpotensi sebagai bahan yang bersifat antimikroba. Kulit durian diketahui mengandung senyawa flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan sekaligus membunuh Candida albicans. Candida albicans merupakan salah satu spesies jamur patogen penyebab penyakit kulit pada manusia. Walaupun sudah ditemukan sejumlah obat penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur, namun harganya masih mahal, masih ada sejumlah daerah yang belum terjangkau oleh sejumlah obat, dan dapat menimbulkan berbagai efek samping. Apalagi jamur Candida albicans penyebab penyakit kulit cenderung meningkat daya resistensinya terhadap antibiotik. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian-penelitian untuk menghasilkan obat-obatan atau antibiotik alternatif sebagai solusi terhadap masalah tersebut.

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui keefektifan ekstrak kulit durian dalam membunuh Candida albicans; (2) untuk mengetahui konsentrasi ekstrak kulit durian yang efektif untuk membunuh Candida albicans; dan (3) untuk mengetahui standar penyusunan serta pengembangan materi praktikum mikrobiologi sebagai materi penunjang dalam praktikum tentang uji daya antimikroba ekstrak kulit durian.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang pada bulan Maret 2010. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratoris. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Sampel dari kulit durian yang digunakan adalah 500 g. Metode ekstraksi dari kulit durian ini adalah metode ekstraksi dingin. Ekstraksi kulit durian dilakukan menggunakan pelarut etanol. Konsentrasi daya bunuh minimal yang efektif dari ekstrak kulit durian dalam membunuh Candida albicans dapat dilihat dari tumbuh atau tidak tumbuh Candida albicans di media Sabouraud agar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian daya antimikroba ekstrak kulit durian dalam berbagai konsentrasi dengan menggunakan Tube Dilution Method mempengaruhi pertumbuhan Candida albicans secara in vitro dengan konsentrasi bunuh minimal pada konsentrasi 25% dan konsentrasi bunuh minimal daya antimikroba ekstrak kulit durian antara perlakuan terbaik dengan perlakuan kontrol menggunakan Griseofulvin memiliki pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans secara in vitro.

Implikasi penelitian ini berupa penuntun praktikum mikrobiologi yang sistematis, runtun, taat azas, sehingga layak digunakan, dengan tujuan dapat membentuk situasi pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan dalam pola pembelajaran kontekstual di tingkat perguruan tinggi, khususnya dalam mata kuliah mikrobiologi.

 

Abstract:

Durian (Durio zibethinus Murr) is one of virtual plants which potentially useful as anti-microbe material. Durian bark is known to contain flavonoid compound which is able to impede the growth and at the same time to terminate the Candida albicans. Candida albicans is one of pathogenic fungus produces skin disease to human. In spite of the various inventions on medicines for skin diseases those caused by fungus, the expensive price, numbers of inaccessible areas for some medicine, and sides effect make the medicines ineffective. In addition, Candida albicans tends to be resistance to antibiotic. Therefore, it is necessary to conduct research in order to produce medicines or alternative antibiotic as the solution to the problem.

The purposes of this study are (1) to know the effectiveness of durian bark extract in terminating the Candida albicans; (2) to know the effective concentrate of durian bark extract to terminate the Candida albicans; and (3) to know the standard of construction and development of material for the supporting material microbiology practicum, particularly on the effect of durian bark extract anti-microbe.

This study was conducted in the Microbiology Laboratory of Biology Study Program of Malang State University in March 2010. This is a laboratory experiment. There were three repetitions for each treatment. The concentrate extracts used in the study are 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%. The sample of durian bark used is 500 gram. The method of extraction of the durian bark is the cold extraction method. The extraction of the durian bark was conducted by using ethanol solution. The effective concentrate of minimum terminate power of durian bark extract in terminating the Candida albicans can be seen when the Candida albicans is growing on the Sabouraud seaweed media or not.

The result of the study shows that the giving of durian bark extract anti-microbe in various concentrate using Tube Dilution Method affects the growth of Candida albicans by in vitro with the minimum terminate power concentrate 25%. In addition, the minimum terminate power of durian bark extract among the best treatment and control treatment using Griseofulfin result in similar effect toward the growth of Candida albicans by in vitro.

The implication of this study is in the form of systematic, harmonious, and worth-using microbiology practicum manuals aiming at forming significant and enjoyable teaching and learning activities by using contextual approach in the tertiary level (university), especially those dealing with microbiology course.