DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

The Use of Video to Improve the Speaking Skill of the Fourth Semester Students of State Institute for Islamic Studies (IAIN) Cirebon. (Thesis)

Nana Priajana

Abstrak


The teaching of English as a Foreign Language (EFL) speaking is necessary for university students to have basic skills of oral communication. Using teaching media in the teaching of EFL speaking might be beneficial to help students improve their speaking skills. As teaching media, video can offer audio and visual model of target language as complete stimuli. The aim of this research was to investigate the use of video as teaching media to improve the speaking skill of the fourth semester students of IAIN Cirebon. Based on the data of preliminary study, it was found that the students encountered many problems in their speaking class such as; the students had low motivation and reticence to speak, poor grammar and vocabulary, and had some errors in pronunciation.

With regard to the problem, this classroom action research was conducted to solve those problems occurring in the speaking class. This research was a collaborative action research in which a collaborator assisted the researcher to collect the data using speaking scoring rubric, questionnaire and field notes. This research was conducted in two cycles focusing on the improvement of the students' speaking performance and their positive attitude to the implementation of the use of video as teaching media in the speaking class.

After the implementation of the use of video as teaching media in the speaking class for two cycles, it revealed that the use of video could improve the students' speaking performance and give them positive attitude to the implementation activities. The findings showed that the average score of the students' speaking performance could achieve 81.54 from the determined score 75. In addition, it was also found that 82.22 % of the students had positive attitude to the implementation of the use of video in the speaking class.

The implementation of the use of video as teaching media in speaking class can cover a procedure of three main phases: The first phase is pre-viewing, (1) eliciting the target vocabulary to be used in the video and writing them down on the board , (2) elaborating the target vocabulary with the target expressions used of the video, (3) telling the students on what they are going to study about and setting up the classroom so that they will be ready to watch video. The second phase is whilst-viewing (1) assigning the students to watch the video (without the sound) and asking the students to predict things (place, actions, expressions), (2) playing the video (with the sound) and letting students check their own prediction, (3) giving students three chances to watch the video with sound, (4) having students do rehearsal focusing on vocabulary, pronunciation and expressions used in the video. The third phase is post-viewing, (1) providing another dialog/conversation and asking the students to identify typical expressions relevant to the topic, (2) assigning the students to act out or doing role play with similar topic of the video in pairs or group, (3) giving the feedback and corrections from the students performances.      

Based on the findings, it is concluded that the use of video as teaching media can be one of the solutions to improve not only the students' speaking skills but also the their' positive attitude in the teaching of speaking. Therefore, English teachers are suggested to use the video as teaching media to teach their students in speaking class and it is also possible to teach other language skills or components. The limitation of this research was about the kind of video. Since in this research the researcher used the instructional video, for other researchers are suggested to use other kinds of videos which are not used for instructional objectives.

 

Abstrak:

Pengajaran berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa asing perlu bagi mahasiswa untuk memiliki kemampuan dasar komunikasi lisan. Penggunaan media pengajaran dalam mengajar berbicara bahasa inggris mungkin bermanfaat dapat membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan berbicaranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan video sebagai media pengajaran dalam meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa semester empat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cirebon. Berdasarkan data penelitian pendahuluan, ditemukan bahwa mahasiswa menghadapi beberapa masalah dalam kelas speaking seperti, mahasiswa memiliki motivasi yang rendah, keengganan untuk berbicara, kosakata dan tatabahasa yang lemah serta kesalahan pengucapan dalam berbicara bahasa inggris.

Berkaitan dengan permasalahan tersebut, penelitian tindakan kelas dilakukan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada kelas speaking. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif dimana kolaborator membantu peneliti untuk memperoleh data dengan menggunakan instrumen rubric penilaian berbicara, angket, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang berfokus pada peningkatan kemampuan berbicara mahasiswa dan sikap positive mereka terhadap penggunaan video sebagai media pengajaran dalam kelas speaking.

Setelah penerapan penggunaan video dalam dua siklus, hasilnya menunjukan bahwa penggunaan video dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa dan juga memberikan respon positive kepada mereka. Hasilnya nilai rata-rata kemampuan berbicara siswa dapat mencapai 81.54 dari nilai yang telah ditentukan 75. Selain itu, 82.22 % mahasiswa memiliki respon positif terhadap penggunaan video dalam kelas speaking.

Penerapan penggunaan video sebagai media pengajaran dalam kelas speaking bisa dilakukan dengan tiga tahap: tahap pertama, (1) mestimulus kosakata yang akan digunakan dan menuliskannya di papan tulis, (2) mengelaborasi target kosakata dengan ungkapan-ungkapan yang dipakai dalam video, (3) menjelaskan kepada mahasiswa apa yang akan mereka pelajari dan mengatur kelas, supaya mereka siap menyaksikan video. Tahap kedua: (1) menugaskan mahasiswa menonton video (tanpa suara) dan meminta mereka untuk memprediksi (tempat, tindakan, ungkapan), (2) memutarkan kembali video (dengan suara) dan mengecek prediksi mereka, (3) memberikan tiga kesempatan untuk menonton video, (4) melatih mahasiswa kosakata, pengucapan dan ungkapan yang digunakan dalam video. Tahap ketiga, (1) memberikan text percakapan lainnya dan meminta mahasiswa untuk mengidentifikasi ungkapan yang relevant dengan topic, (2) menugaskan mahasiswa untuk bermain peran dengan topic yang mirip dengan video berpasangan atau kelompok, (3) memberikan feedback dan koreksi kepada penampilan mahasiswa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan video sebagai media pengajaran bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa dan juga sikap positif dalam pengajaran berbicara. Oleh karena itu, guru bahasa inggris disarankan menggunakan video sebagai media pengajaran dalam kelas speaking dan mungkin juga untuk pengajaran komponen dan keterampilan bahasa yang lain. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah pada penggunaan jenis video. Karena dalam penelitian ini, peneliti menggunakan video pengajaran, para peneliti lainnya disarankan untuk menggunakan jenis video yang digunakan bukan untuk pengajaran.