DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Mahasiswa S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri MalangHubungan Tekanan Politik, Pembelajaran Organisasi, Budaya Organisasi, dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Perubahan Organisasi pada SMPN di Madura

ABD QADIR MUSLIM

Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antar variabel yang mempengaruhi terjadinya perubahan organisasi pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Madura yaitu; hubungan multivariat perubahan organisasi dengan kepemimpinan kepala sekolah, tekanan politik, pembelajaran organisasi, dan budaya organisasi; hubungan tekanan politik, pembelajaran organisasi, dan budaya organisasi terhadap kepemimpinan kepala sekolah sebagai variabel perantara terhadap perubahan organisasi; hubungan budaya organisasi dengan politik di sekolah.

Pendekatan penelitian menggunakan kuantitatif, rancangan penelitian ini menggunakan penelitian explanatory dan survey. Populasi penelitian ini adalah seluruh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Madura yang berjumlah 186 dengan sampel 130 sekolah yang diwakili 650 responden. Responden penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, ketua komite sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa sebagai perwakilan dari setiap sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan menggunakan teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan software SPSS dan LISREL.

Hasil penelitian menunjukkan, pertama diperoleh hubungan langsung tekanan politik dengan perubahan organisasi signifian, hubungan langsung kepemimpinan kepala sekolah dengan perubahan organisasi signifikan. Namun, hubungan langsung pembelajaran organisasi dan budaya organisasi dengan perubahan organisasi tidak signifikan.Hubungan tidak langsung pembelajaran organisasi dengan perubahan organisasi melalui variabel perantara kepemimpinan kepala sekolah signifikan, hubungan tidak langsung budaya organisasi dengan perubahan organisasi melalui variabel perantara kepemimpinan kepala sekolah signifikan, dan pengaruh tidak langsung tekanan politik terhadap perubahan organisasi melalui variabel perantara kepemimpinan kepala sekolah tidak signifikan. Kedua, hubungan pembelajaran organisasi dengan kepemimpinan kepala sekolah signifikan, hubungan budaya organisasi dengan kepemimpinan kepala sekolah signifikan  dan hubungan tekanan politik  dengan kepemimpinan kepala sekolah tidak siginifikan. Ketiga,hubungan budaya organisasi dengan tekanan politik signifikan. Uji kecocokan model yang ditawarkan pada penelitian ini yang penilaiannya berdasarkan kriteria Goodness of Fit hasilnya menunjukkan bahwa model yang diuji disimpulkan cocok.

 

Kesimpulan pada penelitian ini adalah perubahan organisasi akan tercapai dan terjadi dengan pengaruh tekanan politik dan kepemimpinan kepala sekolah yang dilandasi oleh budaya organisasi dan pembelajaran organisasi. Dari hasil tersebut menghasilkan beberapa saran. Pertama, saran bagi para akademisi dan peneliti perlu dilakukan penelitian yaitu mengidentifikasi variabel lain seperti motivasi, kinerja personel dan organisasi, serta model kepemimpinan  yang dapat menyukseskan perubahan organisasi dan membuktikan hasil penelitian ini dengan melakukan penelitian di tempat populasi yang lebih luas lagi seperti SMPN atau SMAN di Jawa Timur. Kedua, saran untuk kepala dinas pendidikan dan pembuat kebijakan pendidikan yaitu perlu mengoptimalkan komponen atau faktor kepemimpinan kepala sekolah sebagai agent of change dengan cara diberikan pelatihan dan pendampingan, serta selalu dilakukan evaluasi kinerja kepala sekolah karena pelatihan dapat meningkat kompetensi kepala sekolah dan evaluasi kinerja dapat melihat perkembangan kinerja kepemimpinan kepala sekolah, sehingga perubahan organisasi yang baik dapat terwujud.