DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Keterampilan Sosial Siswa Kelas V SDN Jember Kidul 02 Melalui Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique)

ARDIAN . MAULANA

Abstrak


Kata Kunci: kemampuan berpikir kritis, keterampilan sosial, VCT (Value

Clarification Technique)

Sesuai hasil dari observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru

serta siswa kelas V SDN Jember Kidul 02 pada studi pendahuluan, diketahui dua

permasalahan utama dalam pembelajaran materi muatan PPKn yaitu mengenai

kemampuan berpikir kritis dan keterampilan sosial siswa yang masih rendah.

Model pembelajaran VCT (Value Clarification Techique) dinilai sebagai model

pembelajaran alternatif yang efektif untuk menyelesaikan masalah tersebut. Model

ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan

berpikir kritis dan keterampilan sosial siswa secara optimal melalui proses

pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa dalam aktivitas memilih,

menghargai, memutuskan dan mengambil nilai baik dalam proses pembelajaran

yang telah dilakukan.

Penelitian tindakan ini memiliki tujuan untuk:

(1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran VCT pada muatan PPKn;

(2) meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model pembelajaran VCT;

(3) meningkatkan keterampilan sosial siswa melalui penerapan model pembelajaran VCT. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Jember Kidul 02 dengan subjek penelitian siswa kelas V yang berjumlah 55 siswa. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dalam

penelitian ini.

Hasil analisis data penelitian sebagai berikut:

(1) model pembelajaran VCT sangat baik diterapkan oleh guru dan siswa. Persentase implementasi oleh guru pada siklus pertama adalah 93,14% dan pada siklus kedua adalah 96,41%. Demikian pula persentase implementasi oleh siswa juga meningkat dari 87,91% pada siklus pertama menjadi 93,79% pada siklus kedua;

(2) Penerapan model pembelajaran VCT meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V di

SDN Jember Kidul 02. Pada siklus pertama persentase ketuntasan klasikal mencapai 63% serta meningkat secara signifikan pada siklus kedua menjadi 81%. Selain itu, nilai rata-rata klasikal siswa juga meningkat secara signifikan. Pada

siklus pertama, nilai rata-rata klasikal adalah 73,82 dan meningkat secara

signifikan menjadi 84,36 pada siklus kedua;

(3) Penerapan model pembelajaran VCT meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas V SDN Jember Kidul 02. Nilai rata-rata berdasar hasil observasi keterampilan sosial siswa pada siklus

pertama adalah 74,37% dan meningkat secara signifikan pada siklus kedua menjadi 86,95%.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan saran untuk pihak-pihak berikut:

(1) bagi guru disarankan untuk menerapkan VCT sebagai pilihan model pembelajaran pada materi muatan PPKn, namun harus disesuaikan dengan karakteristik materi yang hendak diajarkan. Penerapan model VCT membutuhkan pengelolaan kelas, baik tempat, waktu, maupun pengelompokan siswa yang baik apabila pembelajaran ingin dibuat secara berkelompok sehingga

tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan dapat tercapai dengan baik,

(2) bagipeneliti lain, dalam melakukan penelitian tindakan kelas menggunakan model VCT sebaiknya harus mempertimbangkan hal-hal berikut;

a) menjelaskanlangkah-langkah pembelajaran secara terperinci dan jelas hingga siswa dapat

menjalankan peranannya dalam pembelajaran dengan baik,

b) media pembelajarandapat digunakan untuk mengorientasi siswa pada masalah yang hendak di

klarifikasi,

c) pertanyaan-pertanyaan klarifikasi yang diajukan kepada siswa harusmudah dipahami,

d) upayakan materi yang digunakan pada setiap siklusdikembangkan dengan baik, karena ada kecenderungan siswa merasa jenuh ketikamemberikan materi yang sama pada setiap siklus yang dilakukan.