DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemitraan Sekolah Menengah Kejuruan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri melalui Praktik Kerja Industri : Studi Multisitus di SMK Negeri 3 Malang dan SMK Cor Jesu Malang. (Tesis)

Sri Utami

Abstrak


Kemitraan dimaknai sebagai bentuk persekutuan antara dua pihak atau lebih yang membentuk suatu ikatan kerjasama atas dasar kesepakatan, saling membutuhkan dan menguntungkan kedua belah pihak dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di suatu bidang usaha tertentu sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih baik. Kebutuhan membangun dan meningkatkan kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dirasakan sebagai suatu kebutuhan mutlak bagi sekolah kejuruan dalam pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian atau kejuruan, yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program belajar melalui kegiatan bekerja langsung pada bidang pekerjaan yang relevan, terarah untuk mencapai penguasaan kemampuan keahlian tertentu.

Praktik Kerja Industri yang disingkat dengan "Prakerin" merupakan bagian dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang harus dilaksanakan oleh setiap peserta didik di dunia kerja. Prakerin merupakan salah satu bentuk kemitraan SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri. Prakerin yang baik memerlukan persiapan yang mantap dengan mempersiapkan siswa dan seluruh personil serta instansi yang terkait dengam program Prakerin siswa serta peningkatan mutu kemitraan sesuai dengan kebutuhan tengan kerja profesional yang berasal dari lulusan SMK.

Penelitian ini difokuskan pada pendeskripsian upaya meningkatkan kerjasama atau kemitraan SMK Pariwisata dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri dalam Praktik Kerja Industri. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif studi situs, karena peneliti bertujuan mendeskripsikan pengelolaan Prakerin pada dua situs yaitu di SMK Negeri 3 Malang dan SMK Cor Jesu Malang. Oleh karena sifat penelitian ini studi situs, maka tindakan penelitian bersikap praktis dalam memilih topik dan sumber data berdasarkan fokus penelitian yang menyangkut pelaksanaan Prakerin. Secara berturut-turut akan diuraikan kemitraan sekolah atau ke dua situs dengan DUDI dalam Praktik Kerja Industri (Prakerin), yaitu: (1) tahapan kemitraan, (2) manajemen Prakerin, dan (3) upaya peningkatan kemitraan.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan secara umum bahwa

Kemitraan (kerjasama) sekolah (SMK) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri dalam pelaksanaan program Praktik Kerja Industri (Prakerin) sangat mendukung peningkatan mutu lulusan SMK kelompok pariwisata sesuai dengan kompetensi keahlian yang dipilih siswa guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Dunia Usaha dan Industri. Manajemen kemitraan (kerjasama) dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri dalam Praktik Kerja Industri (Prakerin) sesuai dengan prosedur yang berlaku guna membekali siswa dengan kompetensi keahlian sesuai dengan tuntutan standar kerja nasional. Sekolah (SMK) telah mengupayakan peningkatan kemitraan (kerjasama) sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri dengan melibatkan seluruh komponen yang terkait dengan proses pembelajaran baik intern sekolah maupun instansi diluar sekolah yang terkait dan menyalurkan serta menempatkan tenaga kerja sesuai dengan bidangnya.

Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa pengolahan Prakerin sudah berjalan dengan baik, namun belum maksimal dalam memberdayakan Komite Sekolah, Organisasi Profesi, dan DUDI sesuai dengan MOU yang telah disepakati oleh sekolah dan DUDI. Berdasarkan pada kesimpulan tersebut, maka dapat dirumuskan saran-saran sebagai berikut; SMK melalui Tim Kerja Prakerin hendaknya memberdayakan stake holders dalam penyusunan program, perencana-an, dan penilaian Prakerin. Sekolah perlu meningkatkan kemampuan profesional tenaga kependidikan dengan penataran, studi lanjutan, magang di DUDI, dan mendatangkan tenaga ahli dari DUDI untuk membina dan melatih siswa, serta melaksanakan workshop terpadu antara SMK dengan DUDI yang difasilitasi oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) bekerjasama dengan departemen yang terkait. Selain itu SMK perlu meningkatkan upaya pemasaran dengan memanfaatkan Komite Sekolah, Bursa Kerja sekolah, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pariwisata Kota maupun Provinsi agar terjadi keselarasan antara kebutuhan tenaga kerja dengan lulusan yang dihasilkan oleh SMK.

Abstract:

Partnership is interpreted as a form of relationship between two or more parties that form a bond of cooperation on the basis of consensus, mutual need and benefit of both parties in order to increase the capacity and capability in a particular business field in order to obtain better results. The need to build and enhance partnerships with the World of Business and Industry (DUDI) perceived as an absolute necessity for vocational schools in the implementation of the Dual System Education (PSG). Dual System Education (PSG) is a form of education or vocational skills, which combines a systematic and synchronous between educational programs in schools and learning programs through direct work activities in the relevant field of work, targeted to achieve mastery of certain skills capability.

Industry Employment Practices abbreviated as "Prakerin" is part of the Dual System Education (PSG) to be implemented by every student in the world of work. Prakerin is one form of vocational partnership with the World Business and Industry. Good Prakerin requires solid preparation to prepare students, all personnel, and agencies related to Prakerin program in order to improve the quality of the partnership in accordance with the needs of medial professionals working from vocational school graduates.

This study focuses on the description of efforts to increase cooperation or partnership between the Tourism Vocational School and Tourism Industry in the real business environment. This study uses a qualitative approach to the study site, because the researcher aims to describe Prakerin management at two sites at SMK Negeri 3 Malang and SMK Cor Jesu Malang. Because the nature of this research is a study site, the research is then being practical in choosing research topics and data sources based on the focus of research concerning the implementation of Prakerin. Orderly, the Consecutive schools partnerships with DUDI in Industry Employment Practices (Prakerin), will be described as follows: (a) stages of building partnerships, (2) management of partnerships, and (3) efforts to increase partnerships.

The result showed a general conclusion that Partnership (partnership) school (SMK) and the World of Business and Industry in implementing the Industrial Employment Practices (Prakerin) strongly supports the improvement of the quality of vocational school graduates in accordance with the selected students' skill competencies to meet the needs of the tourism industry. The partnership management (cooperation) with the related tourism industry in the Industrial Employment Practices (Prakerin) is in accordance with the applicable procedures in order to equip students with skills competencies required by the national employment standards. School (SMK) has made efforts in enhancing partnerships (cooperation) schools with the World Business and Industry by involving all the components associated with the school learning process, both internally and outside of school-related agencies and channels as well as placing workers according to their roles.

The results of this study suggest that the Prakerin process has been running well. But it is not optimal in empowering the School Committee, Professional Organizations, and DUDI accordance with the MOU that has been agreed by the school and DUDI. Based on these conclusions, there are some suggestions that can be formulated as follows: SMK through Prakerin Task Team should empower the stake holders in preparing the program, planning and assessing the Prakerin. Schools need to improve the educational staff with professional skills upgrading courses, advanced studies, internships in DUDI, and bring experts from DUDI to train students and conduct integrated workshops between SMK with DUDI, facilitated by the Directorate of Vocational High School (PSMK) in collaboration with related departments. In addition, SMK needs to increase marketing efforts by utilizing the School Committee, School Job Fair, Labor Department, City and Provincial Tourism Office in order to create harmony between the tourism industry's need with graduates from the SMK.