DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

TINDAK PERUNDUNGAN DI SEKOLAH DASAR DAN UPAYA MENGATASINYA (STUDI MULTISITUS DI SDN A DAN SDN B)

AMIIROHANA MAYASARI

Abstrak


ABSTRAK

Mayasari, Amiirohana. 2019. Tindak Perundungan di Sekolah Dasar dan Upaya Mengatasinya (Studi Multisitus di SDN A dan SDN B). Tesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(1) Dr. Syamsul Hadi, M.Pd, M.Ed,

(2) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd.

Kata Kunci : Perundungan, Sekolah Dasar

Perundungan di sekolah merupakan tindakan intimidasi atau tindakan menyakiti baik secara verbal maupun fisik yang dilakukan siswa yang kuat kepada siswa yang lemah  dengan tujuan menimbulkan ketidaknyamanan dan dilakukan secara berulang. Pada observasi awal telah ditemukan tindakan perundungan yang terjadi di SDN A dan SDN B. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tindak perundungan, penyebab terjadinya tindak perundungan, serta upaya-upaya yang dilakukan SDN A dan SDN B  dalam mengatasi perundungan di sekolahnya.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Prosedur dalam pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Kegiatan observasi yang dilakukan peneliti mencakup pengamatan terkait tindak perundungan yang terjadi selama di sekolah,  kondisi  lingkungan  sekolah, dan juga perilaku siswa selama berada di sekolah. Peneliti juga melakukan wawancara kepada beberapa guru dan siswa yang dianggap dapat memberikan informasi terkait fokus penelitian. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis data kualitatif yang telah dikembangkan oleh Cresswell (2018) antara lain yaitu organisasi data, pembacaan data, mendeskripsikan data menjadi kode, mengklasifikasikan kode ke dalam tema, menafsirkan data, dan menyajikan data.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain yaitu

(1) bentuk perundungan yang terjadi di SDN A maupun SDN B  dapat dikategorikan kedalam tiga jenis perundungan yaitu perundungan fisik, perundungan verbal, dan juga perundungan relasional,

(2) penyebab terjadinya tindak perundungan di kedua sekolah ini memiliki kesamaan yaitu karena adanya pengaruh negatif dari lingkungan rumah tempat tinggal siswa seperti perundungan verbal yang kemudian ditiru oleh siswa saat berada di sekolah, adanya siswa yang merasa berkuasa dan ditakuti di kelas lalu berbuat semena-mena terhadap siswa lain, adanya siswa yang merasa iri dengan kelebihan yang dimiliki oleh siswa lain, kondisi fisik siswa yang kurang menarik bagi kebanyakan siswa, dan juga kurangnya empati siswa terhadap siswa berkebutuhan khusus,

(3) upaya yang telah dilakukan oleh SDN A dan SDN B  yaitu melakukan pendekatan yang diberikan oleh guru kelas kepada siswa yang menjadi pelaku maupun menjadi korban tindak perundungan, memasang plakat di setiap kelas yang salah satu isi poinnya tentang larangan melakukan tindak perundungan, dan juga melakukan kerjasama dengan Babinkamtibmas. Terdapat perbedaan upaya yang dilakukan SDN A dan SDN B. Selain bekerjasama dengan Babinkamtibmas, SDN B juga bekerja dengan Dinas Sosial untuk mengatasi tindak perundungan yang terjadi.

 

ABSTRACT

Mayasari, Amiirohana. 2019. Bullying in Elementary Schools and Efforts to Resolve (Multisite Study at SDN A and SDN B). Thesis, Graduate Program of Elementary Education, State University of Malang.

Advisors:

(1) Dr. Syamsul Hadi, M.Pd, M.Ed,

(2) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd.

Keywords: bullying, elementary school

Bullying in school is an act of intimidation or hurtful action both verbally and physically which is done by students who are strong to students who are weak with the aim of causing discomfort and carried out repeatedly. In preliminary observations, bullying was found in SDN A and SDN B. This research was carried out with the aim to find out the acts of bullying, the causes of bullying, and efforts made by SDN A and SDN B in resolving bullying in their schools.

This study uses a type of qualitative research with a case study research approach. The procedure in retrieving data in this study using observation, interview, and document study techniques. Observation activities carried out by researchers included observations related to bullying that occurred during school, school environment conditions, and also the behavior of students while in school. The researcher also conducted interviews with several teachers and students who were considered able to provide information related to the focus of the study. Data analysis in this study used qualitative data analysis that was developed by Cresswell (2018), among others, namely data organization, reading data, describing data into code, classifying code into themes, interpreting data, and presenting data.

The results obtained from this study include

(1) the form of bullying that occurs in SDN A and SDN B can be categorized into three types of bullying that is physical bullying, verbal bullying, as well as relational bullying,

(2) causes of bullying in these two schools have similarities, that is because of the negative influence of the home environment where students live such as verbal bullying which is then imitated by students while in school, the presence of students who feel powerful and feared in the classroom and then act arbitrarily towards other, students feeling jealous of the strengths possessed by other students, the physical condition of students who are less attractive to most students, and also the lack of student empathy towards students with special needs,

(3) the efforts made by SDN A and SDN B, which approach by class teachers to students who become perpetrators or become victims of bullying act, placing placards in each class, one of which points to the prohibition of committing acts of bullying, and also cooperating with Babinkamtibmas. There are differences in efforts made by SDN A and SDN B. In addition to working with Babinkamtibmas, SDN B also worked with the Social Service Office to resolve the acts of bullying.