DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGINTEGRASIAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SDN KLOJEN KOTA MALANG

WILIS WIJANARTI

Abstrak


Kata Kunci: Pengintegrasian, PPK, PembelajaranTematik, SD

Indonesia saat ini sedang menata kembali sistem pendidikannya tidak hanya memikirkan kognitifnya, tetapi juga menempatkan Pendidikan karakter sebaga ijiwa Pendidikan Nasional. Pendidikan karakter yang tangguh, unggul, danmemilikikompetensi yang tinggi akan mampu manjawab tantangan dan tuntutan abad XXI. Observasi awal di SDN Klojen Kota Malang diketemukan pelaksanaan pendidikan karakter di SD tersebut sudah cukup baik hal itu terlihat siswa yang sudah memiliki karakter baik, serta memiliki program-program pengembangan karakter religius dan nasionalis yang sudah tertata. Berdasarkan temuan tersebut peneliti bertujuan mendeskripsikan Pengintegrasian Penguatan Pendidikan Karakter dalam pembelajaran tematik pada rancangan pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran, kendala yang dihadapi dan solusi untuk kendala yang di hadapi.

Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Dengan subjek penelitian guru kelas IV. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan instrumen pendukung berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan variabel non equivalen sebagai pola, explanasi tandingan sebagai pola, dan pola yang lebih sederhana.

Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa:

(1) indikator, tujuan, danlangkah-langkahpembelajaran yang dibuat guru belum dijelaskan secara spesifik nilai krakter yang nampak, guru masih menuliskan nilai karakter tetapi masih secara umum, metode yang digunakan guru belum bervariatif, panduan penilaian belum begitu dapat menilai yang nampak pada setiap materi yang diajarkan,

(2) dalam pelaksanaan pembelajaran nilai karakter seperti nasionalis, mandiri, gotong royong, religius dan integritas sudah diintergrasikan dengan baik,

(3) penilaian yang dilakukan tidak hanya dalam proses pembelajaran tetapi ketika sebelum pembelajaran mulai sudah dilaksanakan penilaian,hal yang dinilaimulaikegiatandirumahdanmelakukanpenilaianberdasarkanbukupelanggaransiswa, untuk menilai pendidikan karakter dilakukanpenilaian anatar teman, penilaian diri, selain pengamatan ,

(4) kendala yang dialami guru mengalami kesulitan dalam menganalisis langkah-langkah pembelajaran, kesulitanmemilih metode yang digunakan, belum ada media yang mendukung untuk pengembangan nilai krakter, kesulitandalam penilaian karena membutuhkan waktu yang lama, serta kenda masyarakat yang kurang mendukung dalam pengembangan pendidikan karakter,

(5) untuk mengatasi kendala dalam menganalisis langkah pembelajaran dapat menuliskan secara umumnya saja nilai karakter yang muncul, sertamenambah wawasan dengan membaca banyak literatur tentang metode pembelajaran, lingkungan sekitar dapat digunakan media alternatif , penilaian sikap dapat dibantu dengan berbagai intrumen yang ada seperti menggunakan penilaian antar teman, penilaian diri, merekap buku pelanggaran, buku harian siswa, masyarakat yang kurang mendukung dengan pengembangan PPK dapat diberikan wawasan tentang pentinganya PPK dengan cara pengadaan pertemuansecaraperiodik.

 

Berdasarkan temuan dan hasil penelitian tersebut maka dapat disumpulkan bahwa guru dalam pembuatan rancangan pelaksanaan guru mengalami kesulitan, dalam pelaksanaan guru sudah mengintegrasikan nilai karakter dalam pembelajaran dengan baik, dalam penilaian pembelajaran guru mengalami kesulitan dalam hal waktu, serta masyarakat yang kurang mendukung program PPK. Oleh karena itu disarankan guru harus mengoptimalkan penanaman pendidikan karakter dengan saling bekerja sama antara pihak sekolah masyarakat dan dinas pendidikan, serta dibuthkan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dalam PPK.