DISERTASI dan TESIS Program Pascasarjana UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Level Kognitif Literasi Berbantuan Explosion Box terhadap Kemampuan Memahami dan Menemukan Konsep Moral Siswa Kelas IV SD pada Bacaan Sastra

RAHMAH, FITRIYA NUR.

Abstrak


RINGKASAN

Rahmah, Fitriya Nur. 2019. Pengaruh Level Kognitif Literasi Berbantuan Explosion Box terhadap Kemampuan Memahami dan Menemukan Konsep Moral Siswa Kelas IV SD pada Bacaan Sastra. Thesis, Program Studi Pendidikan Dasar, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang.

Pembimbing:

(1) Dr. Dedi Kuswandi, M.Pd.

(2) Dr. Alif Mudiono, M.Pd.

Kata Kunci: Level Kognitif Literasi, Explosion Box, Memahami, Menemukan, Konsep Moral, Bacaan Sastra.

Penalaran moral dapat dipengaruhi oleh proses berpikir. Tingkatan berpikir literasi berdasarkan PIRLS meliputi level low, intermediate, high, advanced. Secara logis semakin tinggi level kognitif literasi siswa maka kemampuan memahami konsep moral semakin meningkat. Jika siswa mampu memahami, maka siswa dapat menemukan konsep moral pada bacaan. Studi ini membuktikan ada/tidaknya pengaruh level kognitif literasi berbantuan explosion box terhadap kemampuan memahami dan menemukan konsep moral siswa kelas IV pada bacaan sastra.

Penelitian menggunakan eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest control group design untuk membandingkan dua kelompok, yang terdiri dari kelas eksperimen (literasi berbantuan ex box) dan kelas kontrol (literasi tanpa bantuan ex box). Selanjutnya analisis manova digunakan untuk melihat pengaruh variabel bebas 4 kategori level kognitif literasi dengan dua variabel terikat yaitu kemampuan memahami dan menemukan konsep moral secara simultan.

Berdasarkan out put uji manova diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh antar variabel. Semakin tinggi level kognitif literasi maka kemampuan memahami dan menemukan konsep moral semakin meningkat dengan bantuan ex box. Temuan analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh level kognitif literasi antara kelas kontrol yang tidak menggunakan ex box dan kelas eksperimen yang berbantuan ex box terhadap kemampuan memahami dan menemukan konsep moral siswa kelas IV pada bacaan sastra (nilai signifikansi uji Pillai’s Trace lebih besar dari alpha 5%). Kedua kelompok memiliki kemampuan akhir relatif sama atau tidak ada beda antara kelas kontrol dan eksperimen. Kemampuan awal kelompok kontrol lebih tinggi dari eksperimen. Sementara kemampuan akhir menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen berbantuan ex box sehingga mampu mengimbangi kemampuan kelas kontrol yang lebih tinggi di awal.

Penelitian ini dapat menjadi inovasi GLS di SD/MI sebagai upaya bersama untuk menumbuhkembangkan pribadi literat berbudi pekerti melalui nilai-nilai kehidupan dalam bacaan literasi yang dikemas secara unik dan menarik seperti media ex box sehingga dapat melatih meningkatkan level kogntif literasi dan pengalaman penalaran moral siswa. Studi tentang faktor selain kognisi dapat ditelili lebih mendalam oleh penelitian selanjutnya maupun yang terkait.